Saturday, 7 April 2018

[Resensi] Kisah Inspiratif Perjuangan Sahabat Nabi

Dimuat di Analisa Medan, Jumat 6 April 2018 


Judul               : Sirah 60 Sahabat Nabi Muhammad saw
Penulis             : Ummu Ayesha
Penerbit           : Gramedia
Cetakan           : Pertama, Mei 2017
Tebal               : xii + 310 halaman
ISBN               : 978-602-03-4637-3
Peresensi         : Ratnani Latifah. Alumni Universitas Islam Nahdlatul Ulama, Jepara


Membahas tentang Nabi Muhammad saw, rasanya tidak lengkap jika kita belum memaparkan pula kisah para sahabat yang beruntung hidup dan belajar Islam secara langsung kepada Nabi. Mereka adalah para pejuang tangguh yang dengan gagah berani melindungi Nabi dan ikut berjuang menyebarluaskan Islam. Meski harus mendapat siksa yang pedih, bahkan dikucilkan keluarga, mereka tetap teguh pada keimanannya.  Buku ini dengan paparan bahasa yang sederhana dan memikat mengajak kita mengenal tentang enam puluh kisah para sahabat nabi yang sangat menginspirasi.

Dari kisah-kisah ini kita bisa belajar tentang sikap berani, kesederhanaan, dermawan, saling tolong menolong, saling menyayangi, Saling memaafkan dan banyak sikap lainnya. Sebuah buku yang sangat patut kita baca untuk mengenal sosok-sosok hebat dalam sejarah Islam juga untuk mengambil ibrah, memperbaiki diri.

Sebut saja kisah dari Thalhah bin Ubaidillah ra. Dia termasuk dalam 10 orang yang dijamin masuk surga oleh Rasulullah. Dia beriman di masa awal-awal Islam datang. Ketika dia dari perjalan bisnis dia bertemu dengan seorang pendeta dari Bushra. Pendeta itu memberi nasihat kepada Thalhah tentang hadirnya Nabi baru dan anjuran untuk menjadi pengikut Nabi.  Maka setibanya di Makkah Thalhah pun mencari orang dengan ciri-ciri yang disampialan pendeta tersebut. Dengan keyakinan kuat, saat itu Thalhah langsung menyatakan keimannya. Meski kala itu dia harus menerima sikasan dan ancaman dari Naufal bin Khuwailid (hal 2).

Thalhah adalah sosok yang gagah berani. Dia selalu siap maju ke medan perang jika berhubungan dengan jihad fi sabilillah. Ketika dia tidak bisa ikut dalam perang Badar, karena mendapat tugas lain dari Rasulullah, dia kemudian menggantinya dengan ikut perang Uhud. Selain itu dia adalah sosok yang sangat dermawan. Harta yang dia miliki sengaja dibagi-bagikan kepada masyarakat sekitar, hingga tidak bersisa. Bahkan sahabat Said bin Zaid berkata, “Aku tidak pernah melihat orang yang begitu pemurah memberikan harta, pakaian, dan makanan, selain dia!” Selain itu tentu saja masih banyak keunggulan dari sikap Talhah yang ditunjukkan di masa kepemimpinan Ustaman bin Affan.

Lalu ada pula kisah Salman Al –Farisi ra. Sahabat yang berasal dari Persia yang memiliki sikap gigih ketika mencari kebenaran. Awalnya dia adalah seorang Majusi—kepercayaan yang dengan menyembah api (hal 46). Hingga suatu hari saat dia mendapat perintah dari ayahnya, dia melewati sebuah gereja. Di sana dia bertanya-tanya tentang agama tersebut dan tertarik untuk memperlajari.

Sayangnya ketika dia mengutarakan niatnya, sang ayah sangat marah. Tapi kala itu Salman sudah bertekad bulan. Dia tetap pergi ke Syam untuk belajar agama Kristen. Dia sana dia belajar dari satu uskup ke uskup yang lain. Hingga suatu hari salah satu gurunya berpesan agar dia mencari sebuah tempat yang di sana tengah diutus nabi baru yang membawa risalah Nabi Ibrahim. Maka perjalanan Salman pun kembali berlanjut. Meski dia sempat menjadi budak, tapi semangatnya tidak luntur dalam mencari kebenaran. Hingga akhirnya dia berhasil bertemu Nabi Muhammad dan mengucapkan ikrar  keimanannya (hal 50).

Ketika sudah menjadi pengikut Nabi dia merupakan sosok yang tidak pernah gentar ikut dalam perjuangan jihad. Salah satunya dalam perang Khandak. Dengan  kecerdasannya Islam berhasil mengalahkan kaum Quraisy tanpa memakan nyawa.

Selain dua tersebut, kisah lainnya pun tidak kalah seru, menarik dan menginspirasi. Seperti kisah sahabat Mush’ab bin Umair ra., Sang Duta Islam Pertama,  ‘Ammar bin Yasir ra., Sang Pengikut Kebenaran, Zaid bin Haritsha ra., Sang Penghimpun Al-Quran, Khalid bin Walid ra., Si Pedang Allah Swt  dan banyak lagi. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan.

Namun dari sana kita bisa memetik banyak hikmah dan sikap-sikap bijak, kesabaran dan tawadu dari para sahabat. Di mana mereka selalu ikhlas berjuang di jalan Allah. Rela berkorban demi agama. Dan tidak berani bersikap sombong dan ingkar. “Kesombongan sering kali membuat orang buta dari kebenaran.” (hal 262).  Sedikit kesalahan dari buku ini, tidak mengurangi esensi dan pesan yang ingin disampaikan penulis.

Srobyong, 23 Maret 2018 

Friday, 6 April 2018

[Resensi] Mengungkap Misteri Kolam Penenggelaman

Dimuat di Radar Sampit, Minggu 1 April 2018 


Judul               : Into The Water
Penulis             : Paula Hawkins
Penerjemah      : Ingrid Nimpoeno
Penerbit           : Noura Books
Cetakan           : Pertama, 1 September 2018
Tebal               : 480 halaman
ISBN               : 978-602-385-336-6
Peresensi         : Ratnani Latifah. Alumni Universitas Islam Nahdlatul Ulama, Jepara

“Beckford bukan tempat bunuh diri. Beckford adalah tempat untuk menyingkirkan perempuan yang merepotkan.”  (hal 119).

Memadukan antara mitos, thriller dan misteri, novel ini menarik untuk dibaca dan diikuti. Sejak awal kita akan dibuat penasaran tentang kebenaran dari kolam pengenggelaman. Di mana kebanyakan korbannya adalah para perempuan. Yang jadi pertanyaan ... benarkah tempat itu memakan korban? Misteri apakah yang tersimpan di sana?

Mengisahkan tentang sebuah sungai  yang indah namun memiliki sejarah kelam karena telah merengut banyak nyawa—khususnya para perempuan. Dan  Nel Abbott adalah wanita yang bertekad untuk menyingkap rahasia sungai—kolam penenggelaman. Dia ingin mempublikasikan kisah tersebut agar bisa diketahui semua orang. Bahwa sejarah lama tentang kematian para wanita—ada  Libby Seeton, Marry Marsh, Anne Ward, Kattie Whittaker, Ginny Thomas, Lauren Slater dan banyak lagi—yang ditemukan di kolam itu, bukan terjadi karena hal-hal mistis atau gaib. Kematian itu pasti ada alasannya. Bisa jadi bunuh diri atau pembunuhan. 

Namun siapa sangka dalam usahanya mengungkap kebenaran tentang kolam itu, Nel juga ditemukan meninggal di sana. Kematian Nel ini akhirnya membuka gerbang untuk menyelidiki kematian-kematian yang ada di sana. Nel sendiri dianggap melakukan bunuh diri. karena tidak ada jejak apa pun yang menunjukkan kekerasan pada dirinya. Akan tetapi menurut Jules—adiknya,  Nel  tidak mungkin melakukan bunuh diri.  Apalagi gelang yang sering dia pakai tidak ditemukan di lokasi kejadian. Menurutnya itu sangat mencurigakan.

Akhirnya Inspektur Detektif Sean Townsend bersama Erin pun mencoba menyelidiki lebih jauh tentang misteri kematian Nel. Di mana dari penyelidikan itu, kejadian-kejadian lain baik di masa sekarang yang tersembunyi dan kejadian di masa lalu yang tidak terekspos mulai terkuak.

Misalnya dalam misteri kematian Nel Abbott di mana banyak tokoh yang memiliki motif untuk membunuhnya.  Lena, putri kandungnya, Nickie, seorang peramal yang pernah berbagi informasi perihal misteri kolam penenggelaman, Mark, guru Lena dan Kattie, yang ternyata Nel mengetahui sesuatu yang disembunyikan Mark. Lalu ada  Josh, adik Kattie yang bisa jadi memiliki dendam pada Nel, karena mengira Nel-lah yang membunuh Kattie. Louise, ibu Kattie yang terang-terangan sangat membenci Nel dan ingin membunuhnya.

Kemudian Patrick,  ayah Sean—yang mengetahui perselingkuhan antara  Nel dengan Sean. Sean yang merasa bersalah karena mengkhianati istrinya. Dan Helen, istri Nel yang mengetahui tentang perselingkuhan itu juga.  Serta tidak ketinggalan Jules, adik kandung korban yang juga memiliki kebencian pada sang kakak karena masa lalu kelamnya di masa kecil. Selain kematian Nel, dari penyelidikan ini kematian Kattie dan  Lauren—istri Patrick pun akhirnya terungkap.

Diceritakan lewat sudut padang masing-masing tokoh membuat kisah ini menarik dan membuat penasaran sejak awal membaca. Untuk gaya bahasa terjemahannya pun mudah dipahami dan buku ini pun cukup minim kesalahan tulis, sehingga saat membaca terasa sangat nyaman.

Keunikan lain dari novel ini adalah, penulis membuat para tokohnya tidak ada yang pure protagonis. Masing-masing tokoh memiliki masa lalu yang kelam dan pernah melakukan kesalahan di masa lalu. Memang untuk segi misteri kita tidak akan menemukan gaya penyelidikan semacam Hercule Poirot, Detective Conan atau Sherlock Holmes. Di sini Paula memiliki cara tersendiri yang saya pikir cukup menarik setelah kita dibuat penasaran sejak awal membaca. Melalui buku ini kita bisa belajar tentang pentingnya latar pendidikan orangtua,  kasih sayang sesama saudara dan pentingnya komunikasi.

Srobyong, 2 Maret 2018


Tuesday, 3 April 2018

[Resensi] Menjaga Kesehatan Tubuh dengan Berolahraga

Dimuat di Jateng Pos, Minggu 25 Maret 2018


Judul               : Ayo, Gerakkan Badanmu!
Penulis             : Kim Eun-Jung
Ilustrator         : Plug
Penerjemah      : Tim Tulisalah.com
Penerbit           : Bhuana Ilmu Populer
Cetakan           : Pertama, Januari 2018
Tebal               : 48 halaman
ISBN               : 978-602-455-244-2
Peresensi         : Ratnani Latifah. Alumni Universitas Islam Nahdlatu Ulama, Jepara


Setiap orang sudah pasti ingin memilih tubuh sehat dan kuat. Oleh karena itu penting bagi kita untuk selalu berolahraga. Karena dengan berolahraga akan membuat peredaran darah kita lancar, membuat tubuh terasa segar, menghilangkan stres dan membantu proses pertumbuhan tubuh. Tidak ketinggalan dengan olahraga teratur akan membuat kita mudah berkosenstrasi dan memiliki daya tahan tubuh yang kuat.

Masih termasuk seri pengetahuan anak sehat, dalam buku ini Kim Eun-Jung mengajak anak untuk rajin berolahraga. Dengan paparan apik melalui penjelasan khas yang mudah dipahami anak dan kisah dengan ilsutrasi gambar yang menarik, pastinya buku ini akan menggugah minat baca dan rasa penasaran akan berolahraga.

Adalah Bina siswa kelas dua, yang memiliki tubuh gemuk. Dia sangat benci olahraga. Karena menurutnya olahraga itu melelahkan. Dia lebih suka makan dan tidur-tiduran sambil menonton TV (hal 11). Lalu ada pula siswa lain bernama Kenny, yang juga teman satu kelas Bina. Dia tidak gemuk, namun Kenny memiliki tubuh yang lemah. Ternyata Kenny ini juga tidak suka berolahraga.

Karena sama-sama tidak suka berolahraga keduanya sering diejek teman-temannya.  Apalagi ketika olahraga dan bermain kejar-kejaran, mereka selalu paling akhir dan tidak pernah berhasil menangkap teman-temannya. Suatu hari Bina ikut tes kesehatan. Dan dia kaget dengan pesan dokter yang memeriksanya. “Bina, anak kecil yang obesitas akan mudah terkena penyakit orang dewasa. Selain itu, kamu juga bisa kehilangan fokus dan percaya diri.” (hal 21).

Bina hanya diberi pesan untuk rajin berolahraga, dengan mengikuti kelas olahraga setelah pulang sekolah. Di sanalah dia memulai pengalaman barunya. Dia dikenalkan dengan berbagai olahraga yang mungkin bisa dia lakukan. Juga hal-hal yang perlu dilakukan saat berolahraga. Di mana Bina diberi penjelasan bahwa dengan berolahraga tubuhnya akan sehat dan bisa melawan penyakit hipokenetik—yaitu penyakit yang terjadi kareka kurang bergerak atau kurang berolahraga. Dan penyakit itu akan membuat tubuh obesitas, lemah dan mudah sakit (hal 31).

Waktu yang dibutuh untuk berolahraga sedikitnya satu jam. Kita bisa memilih berlari, senam, melompat, menari, jalan sehat atau pilihan lain yang kita sukai. Bagi anak usia  7 –12 tahun olahraga dan makan itu sama-sama penting. Namun penting juga harus kita ingat adalah, dalam berolahraga kita juga tidak boleh berlebihan. Jika berolahraga secara berlebihan malah akan membuat kita terluka. Beberapa olahraga bahkan harus dilakukan sesuai petunjuk yang benar dan juga harus memakai pelindung kepala dan lutut (hal 36).

Di antara manfaat yang diperoleh jika kita mau berolahraga adalah  jantung dan paru-paru jadi sehat, otot kuat dan bertenaga, pembuluh darah menjadi kuat dan darah menjadi sehat, sehingga tidak mudah terserang penyakit, bisa memperbanyak sel tulang dan banyak lagi (hal 46).

Kira-kira bagaimana tanggapan Bina? Apakah Bina berhasil mengatasi kemalasannya dalam berolahraga? Dan apakah akhirnya dia menjadi suka olahraga atau malah semakin malas? Lalu bagaimana dengan masalah obesitas yang dia miliki? Buku ini selain patut dibaca anak-anak, sebagai orangtua kita pun bisa membacanya. Karena memang banyak sekali manfaat yang bisa kita ambil. Agar anak mencintai olahraga, sebagai orangtua sudah semestinya memberi contoh       terlebih dahulu.

Srobyong, 18 Februari 2018 

Monday, 2 April 2018

[Resensi] Membiasakan Berdoa Sebelum Beraktivitas

Dimuat di Koran Pantura, Jumat 9 Maret 2018



Judul               : Anak Muslim Baca Basmalah
Penulis             : Mulasih Tary
Ilustrator         : Ginanjar Agus P, dkk
Penerbit           : Qibla
Cetakan           : Pertama, Juli 2017
Tebal               : 60 halaman
ISBN               : 978-602-394-495-8
Peresensi         : Ratnani Latifah. Alumni Universitas Islam Nahdlatu Ulama, Jepara

Sebelum melakukan aktivitas alangkah baiknya kita memulainya dengan doa.  Karena dengan berdoa, kita akan dimudahkan dalam segela urusan. Salah satunya adalah dengan membaca basmalah. Di mana basmalah adalah salah satu ayat yang terkandung dalam Al-Quran. Baslamah merupakan kalam Allah yang agung.

Selain itu basmalah merupakan pembuka dan ayat pertama dalam surat Al-Fatihah, basmalah juga menjaduipembuka seluruh surat dalam Al-Quran—kecuali Al-Fatihah. Dan basmalah sendiri mengandung banyak sekali keajaiaban. Bahkan Rasulullah juga menganjurkan untuk mengucapkan basmalah ketika hendak melakukan segala sesuatu (hal iii).

Menilik dari masalah tersebut penulis menghadirkan kisah yang mengajak anak untuk selalu membaca basmalah sebelum memulai aktivitas. Dengan pendekatan cerita, saya rasa buku ini sangat patutut dibacakan untuk anak. Buku ini sendiri terdiri dari sepuluh cerita yang dipaparkan dengan bahasa sederhana dan pastinya akan mudah dipahami anak.

Sebut saja kisah berjudul “Asrur Anak Patuh” di mana dalam kisah ini diceritakan Asrur adalah anak yang berbakti. Dia selalu mematuhi perintah orangtuanya. Dia selalu belajar dengan rajin. Bahkan Asrur memasakkan kedua orangtuanya.  Dia tahu bahwa orangtuanya pasti sangat lelah setelah bekerja seharian di sawah. Sedang dia belum diizinkan membantu dan hanya disuruh fokus belajar.
Oleh karena itu Asrur sangat bersyukur dan berterima kasih karena memiliki orangtua yang sangat pengertian.  Dia pun selalu berdoa untuk kedua orangtuanya. Tidak lupa sebelum berdoa dia memulainya dengan membaca basmalah (hal 1).

Ada pula kisah berjudul “Hari Istimewa untuk Kakek Willy” yang menceritakan tentang kebingungan Kakek Willy memilih baju. Kakek sudah membuka lemari pakaian dan mencoba beberapa, tapi kakek belum juga merasa ada pakaian yang cocok untuk dikenakan.  Melihat tingkah kakenya, Niko pun menawarkan bantuan.

“Mungkin ada sesuatu yang Kakek lupakan sehingga Kakak merasa setiap baju yang dikenakan tidak cocok,”  Niko mengingatkan kakeknya (hal 10). Sayangnya sang kakek tidak tanggap juga, akhirnya Niko mengingatkan kakek untuk membaca doa mamakaian pakaian. Tidak lupa dimulai dengan basamalah agar lebih berkah.

Tidak kalah menarik ada juga kisah berjudul “Game Baru Fahmi”. Dalam kisah ini diceritakan, Fahmi tidak bisa berkonsentrasi belajar karena terus kepikiran dengan game baru, yang baru saja dibelikan ayahnya. Sayangnya dia baru boleh bermain setelah belajr. Namun itulah masalahnya, Fahmi sama sekali tidak bisa konsentrasi. Dia tidak bisa mengerjakan PR dengan baik dan semakin gelisah,.
Melihat tingkah anaknya, sang ibu pun menghampiri Fahmi dan menasihati putranya untuk  berwudhu dulu, agar bisa fokus.  Dan setelah berwudhu, ibunya menyuruh Fahmi untuk membaca basmalah dan doa sebelum belajar. Akhirnya Fahmi pun bisa fokus belajar (hal 15).

Selain tiga kisah ini, tujuh kisah yang lain pun tidak kalah seru dan menginspirasi. Semua mengingatkan kita tentang pentingnya memulai pekerjaan dengan membaca basmalah, agar semua kegiatan kita bisa berjalan lancar dan tidak tergoda dengan setaan atau hal-hal yang merugikan.

Yang menarik lagi dari buku ini adalah setiap kisah dalam buku ini juga disertai hadis-hadis yang semakin menambah wawasan anak tentang keutamaan basmalah. Misalnya saja sebuah hadis yang diriwayatkan Imam Tirmidzi dan disahihkan al-Bani.

Rasulullah bersabda : “Barangsiapa yang membaca doa ini saat sore tiba : “Dengan nama Allah (bismillah), yang dengan (nama)-Nya tidak akan dapat membahayakan sesuatu pun yang ada di bumi dan di langit, dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Maka ia tidak akan ditimpa musibah yang tiba-tiba sampai pagi hari. Dan barang siapa yang  membacanya pada sore hari, maka ia tidak akan ditimpa musibah yang tiba-tiba sampai sore hari.” (hal 6).

Selain itu buku ini juga mengajarkan anak tentang nilai-nilai budi pekerti. Seperti mengajak anak untuk menjadi anak berbakti, rajin belajar dan tidak mudah tergoda dengan game, menyayangi kakek, berani meminta maaf jika bersalah, mendoakan kesembuhan teman dan banyak lagi. Memang benar dalam buku ini masih ada beberapa kesalahan tulis dalam penulisan nama tokoh. Namun saya rasa itu tidak mengurangi nilai-nilai dari buku ini.

Srobyong, 6 Januari 2017 

Sunday, 1 April 2018

[Resensi] Mengenal Asababun Nuzul dan kandungan Al-Quran

Dimuat di Kabar Madura, Kamis 15 Februari 1018 


Judul               : Juz Amma for Kids
Penulis             : Tethy Ezokanzo & Dian K
Penerbit           : Qibla
Cetakan           : Pertama, 2016
Tebal               : 192 halaman
ISBN               : 978-602-394-137-7
Peresensi         : Ratnani Latifah. Alumni Universitas lslam Nahdlatu Ulama, Jepara


Al-Quran merupakan kitab terakhir yang diturunkan Allah sebagai penyempurna kitab-kitab terdahulu.  Tidak sebagaimana kitab-kitab sebelunya, Al-Quran itu memiliki banyak keistimewaan. Salah satunya adalah mudah dipelajari dan siapa saja yang mempelajarinya akan memperoleh pahala berlipat ganda. Apalagi jika berkenan menghafalkannya. Dalam sebuah hadis dipaparkan bahwa siapa saja yang menghafalkan Al-Quran maka mereka akan mendapat tiket masuk ke surga.

Buku ini dengan kemasan yang menarik, mengajak anak untuk belajar mengenal asbabun nuzul—kisah di balik turunnya ayat dan memahami kandungan Al-Quran—khususnya juz amma—agar anak mudah menghafalkannya dan dapat meneladani nilai-nilai kebaikan yang ada di sana.  Dan  selain terdapat juz amma beserta terjemahnya, penulis juga menyisipkan dongeng akhlakul kharimah, yang pastinya bisa dijadikan teladan bagi anak.

Misalnya saja dalam Surat An-Naas. Yang mana surat ini turun ketika Rasulullah Saw     sedang sakit yang amat parah. Di mana penyakit itu terlihat aneh karena tidak seperti penyakit pada umumnya. Kemudian dua malaikat mengunjungi Rasulullah. Akhirnya di hari tersebut mereka mengetahui bahwa sakit Nabi ini diakibatkan sihir atau tenun dari Labid Ibnul A’sham (hal 7).

Untuk menyembuhkan Rasulullah, Ammar bin Yasir serta beberapa sahabat diminta untuk mendatangi sumur—yang merupakan tempat asal muasal sihir itu ada. Di sumur itu mereka menemukan sebuah kotak. Kotak itu pun langsung dibakar. Namun setelah dibakar, di sana terlihat tali dengan 11 simpul dari dalam kotak.

Dan setelah itu Allah pun menurunkan surat An-Naas agar dibaca oleh Rasulullah.  Setiap kali Rasulullah membaca surat An-Naas, maka lepaslah satu buah simpul tali. Dan setelah membaca 11 kali surat An-Naas Nabi pun akhirnya sembuh. Jadi dapat kita simpulkan dari surat ini, Allah mengingatkan kita agar selalu berserah diri kepada Allah—baik dari kejahatan manusia juga dari kejahatan setan dan sihir yang jahat. Hanya Allah yang memiliki kekuasaan dan Maha Mengetahui. 
Sedang asababun  nuzul dari surat Al-Ikhlas  itu berhubungan erat dengan masalah ke-esaan dan sifat-sifat Allah, yang pernah ditanyakan oleh orang-orang musyrik.  Diriwayatkan oleh Tirmidzi, Hakim dan Ibnu Khuzaimah, dari Abu Aliyah dari Ubay bin Ka’ab bahwa pada suatu hari orang-orang musyrik berkata kepada Rasulullah saw, “Gambarkan kepada kami bagaimana Tuhan engkau!”. Maka kemudian Rasulullah menjawabnya dalam surat Al-Ikhlas. Di mana dipaparkan bahwa Allah itu satu—Maha Esa. Tempat semua umat bergantung.

Jadi surat Al-Ikhlas ini mengingatkan kita bahwa hanya Allah yang patut disembah. Dia-lah dzat yang Maha Esa. Tidak ada Tuhan selain Allah. Dia-lah pencipta langit dan bumi juga seluruh hal di dunia. Jangan sampai kita merasa ragu dan mengingkari adanya Tuhan. 

Dalam sebuah kisah teladan, pernah menceritakan tentang Bilal Al-Habsyi yang meski sudah disiksa sangat oleh kafir Quraisy, dia tetap berpegang teguh tentang kebenaran bahwa Allah itu satu. Dia tidak takut mati ketika memilih Islam sebagai agamanya (hal 20).

Lalu ababun nuzul dari surat Al-Ma’un yang ditunkan berkenaan dengan sikap-sikap orang munafik—yaitu orang-orang yang ketika berada di dekat Nabi atau orang muslim mereka mengaku beriman dan melakukan shalat. Namun ketika tidak berada di dekat orang muslim, mereka akan kembali pada kebiasaan lamanya, yaitu mengingkari adanya Allah. Selain itu dipaparkan juga orang-orang munafik ini pelit dan tidak suka bersedekah.

Surat ini mengingatkan kepada kita agar selalu ikhlas ketika beribadah kepada Allah. Jangan menjadi orang yang riya—memamerkan apa yang kita lakukan, mendustakan agama, bersikap kasar kepada anak-anak yatim. Dan kita juga diingatkan untuk suka menolong orang  lain, gemar sedekah sebagai bekal di akhirat nanti.

Selain tiga surat ini tentu saja masih banyak surat-surat lain yang pastinya bisa kita ambil pelajaran dari asbabun nuzul sebuah surat juga kandungannya. Di sisi lain kisah-kisah akhlakul karimah yang termaktub di dalamnya juga bisa dijadikan renungan. Buku ini selain patut dibaca anak-anak juga sangat bagus dibaca oleh orangtua sebagai pendamping anak ketika belajar membaca dan menghafal Al-Quran.

Srobyong, 30 Desember 2017