Showing posts with label Erlita Pratiwi. Show all posts
Showing posts with label Erlita Pratiwi. Show all posts

Friday, 25 December 2020

Resensi - Seri Benda Langit Bercerita

 


Tema Tata Surya, memang tema yang menarik. Banyak anak-anak yang tertarik dengan tema ini. Maka tidak salah jika kemudian, tema ini sering diangkat sebagai tema buku--baik itu dalam buku berupa fiksi cerita pendek atau non-fiksi. Sebagaimana buku terbaru Mbak Erlita. Buku Seri Benda Langit Bercerita; terdiri dari 4 buku; 

1. Matahari

2. Bulan

3. Bintang 

4. Planet

Meski begitu, tema ini selalu asyik untuk disimak. Begitu pula dengan buku ini. Membaca empat buku ini akan membuka banyak pengetahuan baru tentang tata surya. Buku ini patut dibacakan untuk anak agar wawasan mereka semakin bertambah. 

Berikut ini resensi dari seri buku ini.

1. Matahari 


Mempelajari Benda Langit Dengan Menyenangkan

Dimuat di Kabar Madura, 2 September 2020

Judul               : Seri Benda Langit Bercerita; Matahari

Penulis             : Erlita Pratiwi

Ilustrator         : Chaterine Hay

Penerbit           : Tiga Ananda

Cetakan           : Pertama, Juni 2020

Tebal               : 32 halaman

ISBN               : 978-623-206-561-1

Peresensi         : Ratnani Latifah. Penulis dan penikmat buku asal Jepara

Di era pandemi saat ini proses belajar- mengajar dilaukan secara daring. Jika dilihat dari satu sisi, sebenarnya cara belajar-mengajar itu cukup menyenangkan. Karena baik siswa atau guru hanya perlu menghadap leptop atau handphone, tanpa perlu ke luar rumah. Pembelajaran jadi terasa santai. Karena selama proses belajar berlangsung kita bisa melakukan apa saja—misal makan, minum, bermain-main dan banyak lagi.

Hal itu tentu saja sangat berbeda jika proses belajar-mengajar dilakukan di sekolah. Kita dintuntut untuk mematuhi peraturan yang ada. Jika tidak maka kita harus siap dengan konsekuensi yang ada. Akan tetapi jika proses belajar-mengajar ini dilakukan terus menerus tanpa jeda, kegiatan belajar-mengajar  tersebut, pada akhirnya akan membosankan. Apalagi bagi anak-anak sekolah dasar. Mengingat pada usia tersebut, kegiatan belajar lebih menyenangkan itu jika dilakukan dengan beragam cara yang kreatif, sehingga tidak bersifat monoton. 

Selain itu,  pembelajaran secara daring jika kita perharikan lebih saksama, juga akan berdampak pada kesehatan mata. Disadari atau tidak ketika kita terlalu sering berada di depan leptop atau gadget, maka hal itu bisa memicu mata lelah dan bahkan iritasi.  Oleh sebab itu, akan lebih baik, selain belajar secara daring, jika anak-anak diarahkan untuk belajar lewat media lain, seperti lewat buku.  Di mana pembelajaran ini sangat bermanfaat untuk membangun minat baca juga gerakan literasi sejak dini.

Apalagi saat ini banyak buku-buku menarik, yang sangat berpotensi untuk dikenalkan dan dibaca anak. Karena buku-buku yang ada selain memuat tentang ajaran nilai moral, saat ini pun banyak buku-buku pendukung untuk pembelajaran yang disusun dengan cara lebih menyenangkan dan menarik.

Di antaranya adalah buku terbaru Erlita Pratiwi “Seri Benda Langit Bercerita.” Di mana seri ini terdiri dari empat buku. Salah satunya adalah “Matahari”. Mengambil genre picture book, buku bertema sains ini, akan mengajak anak untuk belajar tata surya dengan cara yang menyenangkan.

Melalui buku ini penulis mencoba menjabarkan hal-hal yang berkaitan dengan matahari, lewat sudut pandang sang matahari itu sendiri. Didukung dengan gambar-gambar yang menarik dan berwarna, hemat saya hal itu akan sangat membantu anak dalam proses belajar—mengingat bentuk bola juga penjelasan yang ada. Di mana anak bisa membaca sambil membayangkan keadaan matahari saat itu juga. Keunggulan lainnya adalah bahasa di dalam buku ini, dibuat dengan gaya bahasa yang lebih sederhana dan mudah dipahami.

Jadi ketika membaca buku ini anak akan mengetahui bahwa matahari ternyata termasuk bintang. Karena ia bisa memancarkan cahaya sendiri. Matahari memiliki diameter 109 kali diameter bumi. Fakta yang tidak terduga, ternyata di angkasa, matahari terlihat berwarna putih, tetapi dilihat dari bumi, matahari terlihat berwarna kuning (hal 5).

Kira-kira apa penyebabnya? KIta bisa menemukan jawabannya lewat di dalam buku ini. Selain hal itu kita akan diajak untuk mempelajari lebih dalam tentang seluk-beluk tubuh matahari. Lalu alasan kenapa matahari itu panas dan bersinar hingga proses terjadinya malam hari. Kemudian tidak kalah menarik, di sini pun akan diulas tentang gerhana matahari.

Secara keseluruhan buku ini sangat pas dibaca bagi anak-anak sekolah dasar, sebagai pendamping dalam mempelajari ilmu pengetahuan alam. Dilengkapi dengan kamus kecil, yang memuat kata-kata sulit dipahami, saya pikir itu akan membantu anak dalam mengenal kosakata baru sambil memahami maksudnya. Buku ini sangat baik jika dibaca dengan pendamping orangtua, agar bisa memberikan arahan dan menjelaskan hal-hal yang mungkin tidak dipahami anak. Selain Matahari, ada pula seri lainnya berupa; Bintang, Planet dan Bulan.Seri ini sangat bagus untuk dikoleksi.

Srobyong, 27 Agustus 2020

 

2. Bulan 


Mengenal Lebih Dekat Tentang Bulan

Dimuat di Singgalang 4 Oktober 2020

Judul               : Seri Benda Langit Bercerita; Bulan

Penulis             : Erlita Pratiwi

Ilustrator         : Chaterine Hay

Penerbit           : Tiga Ananda

Cetakan           : Pertama, Juni 2020

Tebal               : 32 halaman

ISBN               : 978-623-206-561-1

Peresensi         : Ratnani Latifah. Penulis dan penikmat buku asal Jepara

Buku bertema “Tata Surya” mungkin sudah banyak di pasaran. Akan tetapi tema tersebut masih tetap menarik untuk diangkat dan diterbitkan. Karena tentu saja masing-masing penulis memiliki keunikan tersendiri dalam menyampaikan pembelajaran mengenai Tata Surya tersebut. Mungkin ada beberapa penulis yang mengenalkan tema tersebut melalui kisah-kisah—baik kisah keseharian atau dalam bentuk dongeng. Ada pula yang menggunakan tanya jawab. Misalnya buku karya Milles Kelly, “Tanya Jawab Seru Tentang Tata Surya”.

Sedangkan buku karya Erlita Pratiwi ini, mengambil sudut pandang pertama  dari benda-benda langit, untuk menyampaikan kisahnya masing-masing. Jadi di sini anak akan seperti berbincang langsung dengan benda-benda langit. Sehingga dalam membaca buku ini, anak akan  merasa terhibur. Apalagi di dalam buku ini, dilengkapi pula gambar-gambar penunjang yang akan membuat anak betah ketika membacanya.

Bulan. Siapa yang tidak mengenal benda langit itu? Kadang kala bulan akan terlihat sebagian saja. Tapi  kadangkala bulan terlihat bundar sepenuhnya.   Apa penyebabnya? Lalu kenapa bulan hanya terlihat pada waktu malam hari? Berapa jarak bulan dan bumi? Dan berapa lama lintasan bulan ketika mengelilingi bumi? Semua akan dibahasa di dalam buku ini.

Bulan merupakan satelit alami bumi. Ia adalah benda angksa yang paling dekat dengan bumi. Bulan adalah benda langit yang dapat diamati dengan mudah. Ukuran bukan hanya satu per empat dari ukuran bumi. Bulan ini terbentuk dari pencahan lapisan luar bumi yang terlempar ke angkasa, akibat tabrakan benda astronomi dengan bumi. Pecahan-pecahan itu saling menempel hingga berbentuk lonjong (hal 4-6).

Tentu saja pembahasan terkait bulan tidak hanya itu saja. Masih banyak pembahasan lain yang dipaparkan penulis dengan jelas dan singkat, tetapi akan sangat mudah untuk dipahami anak. Misalnya tentang peristiwa gerhana bulan. Serta penjelasan kenapa bulan bisa dilihat hampir di seluruh permukaan bumi juga bentuk bulan.

Melalui buku ini pula kita akan mengetahui bahwa ternyata di bulan itu tidak ada udara untuk bernafas. Tidak ada air juga tumbuhan yang hidup. Cuaca di bulan pada waktu siang hari itu sangat panas. Dan ketika malam suhunya sangat dingin. Dan lama waktu malam hari ternyata sampai dua minggi (hal 24-25).

Secara keseluruhan buku ini  sangat menarik. Meski tipis, tetapi menyimpan banyak sekali pengetahuan. Buku ini saya rasa bisa dijadikan pendamping bagi anak untuk belajar ilmu pengetahuan alam. Apalagi bagi anak-anak yang tertarik dengan Tata Surya.  Seri Benda Langit Bercerita ini, sebenarnya memiliki empat seri. Yaitu, Matahari, Bintang, Bulan dan Planet. Semuanya bisa dikoleksi untuk menunjang anak dalam belajar di rumah.

Srobyong, 28 Agustus 2020

3. Bintang

Mempelajari Ilmu Pengetahuan Alam Lewat Cerita

Dimuat di Kedaulatan Rakyat 10 November 2020

Judul               : Seri Benda Langit Bercerita; Bintang

Penulis             : Erlita Pratiwi

Ilustrator         : Chaterine Hay

Penerbit           : Tiga Ananda

Cetakan           : Pertama, Juni 2020

Tebal               : 32 halaman

ISBN               : 978-623-206-561-1

Peresensi         : Ratnani Latifah. Penulis dan penikmat buku asal Jepara

Siapa bilang belajar ilmu pengetahuan alam itu susah? Melalui buku ini kita bisa mengajak anak belajar ilmu pengetahuan alam dengan cara yang menyenangkan. Beberapa anak sering mengeluh  bahwa pelajaran ilmu pengetahuan alam itu cukup susah. Meski tidak semenakutkan sebagaimana  matematika, pelajaran ini cukup membuat anak terbebani. Apalagi jika anak itu kurang suka dan agak lamban dalam memahami materi ilmu pengetahuan alam. Karena disadari atau tidak ada bagian-bagian dari materi ilmu pengetahuan alam yang memang agak sulit dan membingungkan. Salah satunya materi Tata Surya.

Buku ini sangat tepat dibacakan untuk anak-anak usia taman kanak-kanak hingga sekolah dasar.  Apalagi buku ini dipaparkan dengan  gaya bahasa yang mudah dipahami. Tidak hanya itu buku ini juga dilengkapi dengan kamus kecil yang membahas kata-kata yang sulit, yang kurang dipahami anak.  Buku karya terbaru Erlita Pratiwi ini membahas tentang benda langit, khususnya bintang. Siapa sih yang tidak mengenal bintang? Benda langit yang bentuknya bersudut lima dan hanya terlihat pada malam hari.

Penulis yakin, hampir semua orang termasuk anak-anak pasti mengenal bintang. Tapi siapa yang menyangka bahwa bentuk asli dari bintang tidaklah seperti yang kita lihat selama ini. Tidak hanya masalah bentuknya, melalui buku ini, kita akan menemukan fakta-fakta menarik tentang bintang yang belum kita pahami.

Bintang terbuat dari zat hidrogen (H) dan helium (He) yang ada di udara. Bentuk bintang ternyata bulat sebagaimana matahari dan bulan. Bintang memiliki suhu tubuh yang sangat panas. Suhu di permukaannya 5.600 derajat Celcius. Di bagian tengahnya adalah 15 juta derajat Celcius. Karena suhu panas itulah sehingga bintang menghasilkan panas dan cahaya. (8-10).

Itu baru sebagian pembahasan tentang bintang yang dipaparkan penulis. Masih banyak penjelasan lain yang pastinya akan membuat wawasan dan pengetahuan kita bertambah. Di antaranya warna bintang, letak bintang, alasan kenapa bintang hanya terlihat pada malam hari saja, pola bintang dan banyak lagi.

Dilengkapi dengan gambar-gambar yang apik,  buku ini sangat menarik dan tidak membosankan saat membacanya. Meski tergolong tipis, tetapi buku ini sangat bermanfaat. Buku ini  sangat cocok dijadikan pendamping belajar anak. Melalui buku ini bisa jadi anak yang awalnya kurang suka materi ilmu pengetahuan alam mungkin bisa jadi mulai suka dan tertarik. Apalagi di sini penulis tidak menceritakan bintang dengan cara yang biasa. Tetapi penulis membuat seolah-olah bintang bisa berbicara.

Meski tema Tata Surya sudah cukup banyak diangkat penulis lain, tapi tetap saja buku ini memiliki nilai unik sendiri dan tidak sama dengan kebanyakan buku yang ada.  Selain membahas Bintang, penulis juga membahas benda langit lainnya dari Bulan, Matahari juga Planet-planet. Semua menarik untuk dikoleksi dan dibacakan untuk anak.

Srobyong, 4 September 2020

4. Planet-planet 

Mengenal Planet-planet dalam Tata Surya

Judul               : Seri Benda Langit Bercerita; Planet

Penulis             : Erlita Pratiwi

Ilustrator         : Chaterine Hay

Penerbit           : Tiga Ananda

Cetakan           : Pertama, Juni 2020

Tebal               : 32 halaman

ISBN               : 978-623-206-561-1

Peresensi         : Ratnani Latifah. Penulis dan penikmat buku asal Jepara

Salah satu materi ilmu pengetahuan alam yang menarik dan membuat  anak-anak penasaran adalah Tata Surya. Kenapa? Karena materi itu sangat dekat dengan anak-anak. Matahari, bulan dan bintang adalah salah satu hal yang sering anak lihat dalam kehidupan sehari-hari mereka. Tidak heran jika anak kemudian merasa penasaran dan ingin mengetahui lebih dalam tentang pembahasan ity—baik tentang matahari, bulan, bintang dan juga planet. Anak penasaran dengan bagaimana bentuk Tata Surya atau hal-hal lain yang terkait di dalamnya.

Apa itu Tata Surya? Apa itu Planet? Buku setebal 32 halaman ini akan menjawab rasa penasaran anak dengan cara yang menyenangkan dan mudah dipahami. Buku ini sangat tepat untuk dibaca anak-anak dengan didampingi orangtua. Melalui buku ini pula anak akan semakin mengenal tentang planet yang bahkan mungkin tidak dibahas di sekolah.

Tata surya sendiri adalah  kumpulan benda langit yang terdiri atas Matahari dan benda langit lain yang mengelilingi Matahari. Planet adalah salah satu benda langit yang mengelilingi Matahari.  Di sekolah, anak sering diterangkan oleh para guru bahwa jumlah planet di dunia adalah sembilan. Yaitu Merkurius,Venus, Bumi, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus dan Pluto. Akan tetapi di sini kita akan menemukan fakta bahwa masih ada beberapa lagi nama planet yang tidak ada pembahasan dalam materi pelajaran. Apa saja planet itu? lebih lengkapny kita bisa menemukan pembahasanya di dalam buku ini.

Planet sendiri terbentuk dari batuan dan logam. Planet terbagi dari dua yaitu planet luar—yaitu planet yang jauh dari matahari—dan planet dalam—yaitu planet yang dekat dengan matahaari (hal 8-9). Masing-masing planet tentu memiliki kekurangan dan kelebihan. Jika sebagian planet tidak dapat dihuni manusia, maka bumi adalah satu-satunya planet yang bisa dihuni manusia. Karena bumi adalah satu-satunya planet yang memiliki samudra. Bumi kaya dengan oksigen dan awan putih bergulung-gulung.

Kenapa planet lain tidak bisa dihuni manusia? Hal itu terjadi karena  beberapa alasan. Misalnya  Merkurius, yang berada paling dekat dengan Matahari, sehingga ia memiliki suhu yang sangat panas. Lalu Mars memiliki temperatur yang sangat dingin.  Jupiter dan Saturnus, sama-sama tidak memiliki tanah untuk dipijak.  Di Planet Jupiter hanya ada gas, angin ganas dan petir menyambar-nyambar. Atmosfernya beracun dan awannya tidak enak (hal 18-19).

Masih banyak penjelasan lain tentang planet yang bisa kita temukan di dalam buku ini. Meski tipis buku ini memuat banyak pengetahuan. Selain membahas planet di buku ini akan disinggung pula tentang asteroid juga komet. Membaca buku ini wawasan anak akan semakin bertambah.  Dilengkapi dengan pojok kosa-kata yang membantu anak memahami kata-kata yang sulit, serta gambar-gambar yang apik, semakin menambah nilai jual dan membuat anak tidak bosan saat membaca.

Buku ini sangat patut dikoleksi bersama dengan seri lainnya. Karena buku Seri Benda Langit Bercerita, memang terdiri dari empat buku; yaitu Planet, Bulan, Bintang dan Matahari. Dan meskipun buku bertema “Tata Surya” sudah cukup banyak diterbitkan, buku ini tetap menarik untuk dibaca. Karena setiap buku pasti memiliki sisi menarik dan keunggulan sendiri.

Srobyong, 20 September 2020 





Tuesday, 29 October 2019

[Resensi] Pendidikan Budaya Lewat Cerita





Tiga Picture Book ini merupakan seri "Cerita Rakyat Asal-Usul" yang  diterbitkan di Penerbit Tiga Ananda dan dikemas dengan apik oleh Mbak Erlita Pratiwi. 

Nah buku pertama kita diajak berkenalan dengan kisah yang bertajuk :  Byur! Cacing Warna-warni Datang  




Pendidikan Budaya  Lewat Cerita

Indonesia adalah negara yang kaya akan adat dan budaya. Terdiri dari berbagai suku, yang memiliki masing-masing kebudayaan, membuat Indonesia memiliki beragama festival yang menarik dan unik. Seperti festival Erau Kartanegara yang berasal dari Kutai, Kartanegara, Kalimantan Selatan, Festival Lompat Batu dari Pulau Nias, Festival Tabuik dari Sumatra Barat dan banyak lagi.

Memilah-milah dari banyak festival yang ada di  Indonesia, Erlita Pratiwi memilih Festival Bau Nyale, yang berasal dari Lombok, untuk dikenalkan kepada anak-anak. Dengan paparan yang mudah dipahami, penulis berhasil mengadirkan kisah menarik. Di mana penulis memadukan kisah sehari-hari dengan dongeng klasik nusantara.

Sebagaimana kita ketahui, selain kaya akan adat budaya, Indonesia juga memiliki banyak sekali dongeng-dongeng nusantara yang menarik dan patut dikenalkan kepada anak.  Baik dongeng berupa fabel, legenda, mitos atau asal-usul sebuah tempat dan banyak lagi. Di mana masing-masing dongeng selain bermanfaat untuk hiburan, dongeng tersebut juga memiliki nilai-nilai budi pekerti luhur.  Dengan begitu, anak bisa belajar berbagai hal dari kisah dongeng.

Festival Bau Nyale sendiri merupakan tradisi yang diselenggaralan setahun sekali, yang dilakukan antara bulan Februari – Maret.  Dalam bahasa Sasak “bau” artinya menangkan, dan “nyale” artinya cacing. Jadi Festival Bau Nyale, berarti perburuan cacing, yang dilakukan oleh masyarakat Lombok.   Festival ini sangat penting bagi suku Sasak, suku asli  Pulau Lombok. Adanya festival ini berkaitan erat dengan kisah Putri Mandalika. Festival ini diadakan di Pantai Seger, Lombok.  

Membayangkan tentang perburuan cacing, mungkin bagi sebagian orang  akan merasa geli. Namun di sini, perlu kita ketahui, nyale atau cacing yang diburu di Pulau Lombok ini memiliki banyak sekali manfaat bagi kesehatan tubuh. Dari berbagai menu lauk pauk yang ada, nyale memiliki kandungan protein yang paling tinggi.  Dijelaskan bahwa kandungan protein nyale adalag 43,845, sedang kerang hijau 18,5%, Telur  ayam, 12,2%, telur penyu 10,9% dan susu sapi 3,5%. Nyale juga bermanfaat sebagai penyedap makanan dan bisa menambah daya tahan tubuh (hal 7).

Dalam buku ini sendiri, penulis mengisahkan tentang pengalaman seru Kak Ayu dan Nara, yang ikut memeriahkan Festifah Bau Nyale, di desanya. Mereka dengan semangat ikut berburu cacing warna-warni yang hanya keluar satu tahun sekali. Ketika Kak Ayu mengatakan bahwa nyale memiliki banyak manfaat, Nara tidak langsung percaya. Namun dia sangat terkejut ketika Kak Ayu menjelaskan tentang kandungan protein pada nyale. Hal itu akhirnya membuat Nara semangat untuk menangkap nyale, agar bisa menghadiahkan kepada ibunya, yang tidak bisa ikut berpartisipasi dalam festival. Dari Kak Ayu juga, Nara mengetahui tentang asal usul adanya Festival Bau Nyale. Apakah Nara berhasil memperoleh nyale? Dan bagaimana pula kisah Putri Mandalika dan hubungannya dengan kehadiran para nyale? Temukan jawabannya dalam buku ini.

Kisah pendek ini, cukup menarik untuk diikuti. Dan pastinya akan menjadi bacaan yang sehat buat anak-anak.  Melalui buku ini anak bisa belajar banyak  hal. Dari mengenal salah satu festival budaya di Indonesia, anak juga bisa mengenal manfaat nyale yang ternyata memiliki banyak khasiat untuk obat-obatan. Selain itu, melalui buku ini anak bisa belajar tentang pentingnya sikap tidak mudah putus asa untuk mewujudkan keinginan, indahnya bersikap baik hati dan banyak lagi. Tambahan ilustrasi yang digambar dengan apik, akan semakin menambah kelebihan buku ini.


Pernah dimuat di Radar Madura, 5 Februari 2019 


Untuk  buku kedua kita diajak berkenalan dengan kisah yang bertajuk : Sssh, Air Panas Mengalir dari Batu


 Mengajarkan Pendidikan Moral pada Anak


Mendidik anak agar memahami tentang nilai-nilai moral merupakan kewajiban orang tua. Karena orang tua adalah madrasah pertama bagi anak. Oleh sebab itu, penting bagi orang tua untuk memahami berbagai metode pendidikan, yang bisa diterapkan dalam mendidik anak sedini mungkin.  Dengan pendidikan etika dan karakter sedini mungkin, hal itu akan berdampak besar pada tumbuh kembang anak.  Jika sejak dini akan dibekali dengan pendidikan yang baik, pasti anak akan tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter dan bertanggung jawab. Sebaliknya dengan pendidikan yang salah, maka anak akan tumbuh menjadi anak yang kurang bertanggung jawab.

Untuk mengetahui metode terbaik yang bisa diterapkan pada anak, maka sebagai orang tua kita harus mengenali  dulu potensi anak. Karena setiap anak memiliki kelebihan dan kecenderungan tersendiri.  Ada sebagian anak yang nyaman dengan belajar secara audio—atau mendengarkan penjelasan. Ada pula anak yang nyaman belajar dengan menggunakan metode visual—pembelajaran dengan menggunakan peraga gambar, diagram, tabel  sebagai pembantu.  Selain itu ada juga anak yang lebih semangat dengan metode kinetis—yaitu belajar dengan aktif melakukan gerakan.  Tidak ketinggalan ada juga anak yang senang belajar dengan metode kombinasi.

Dan di antara pembelajaran  yang bisa kita terapkan pada anak, adalah metode kombinasi—baik kombinasi audio visual atau audio, visual dan kinetis.  Di mana salah satunya kita bisa menerapkannya dengan membacakan kisah kepada anak. Tentu saja dalam memilihkan bacaan, orangtua harus menyesuaikan usia anak.  Memanfaatkan metode membaca atau bercerita, selain bisa menumbuhkan minat baca pada anak sejak dini, manfaat lainnya adalah merangsang pemikiran anak dan bisa menambah kosa kata baru bagi anak.

Salah satu buku yang patut dikenalkan kepada anak adalah buku terbaru Erlita Pratiwi berjudul “Sssh, Air Panas Mengalir dari Batu”. Buku ini selain memuat nilai-nilai pendidikan, penulis juga mengenalkan nilai-nilai budaya pada anak. Karena dari  pictorial book ini, selain bisa mengenal kisah seru yang biasa terjadi dalam kehidupan sehar-hari, penulis juga menyelipkan legenda  atau cerita rakyat yang ada di Indonesia.

Sebagai negara yang kaya akan budaya, Indonesia juga kaya akan cerita-cerita rakyat yang menarik untuk dikenalkan kepada anak. Dengan begitu, selain mereka mendapat pengetahuan baru, mereka juga semakin mengenal  keunikan dan keberagaman Indonesia.

Suatu hari Killa menginap di rumah sepupunya, Billa yang tinggal di Padarincang, Serang. Di sana Killa ditawari Billa untuk mengunjungi Pemandian Batu Kuwung. Pada awalnya Killa menolak ajakan Billa dengan berbagai alasan. Dari tidak suka berenang, takut kedinginan dan banyak lagi alasannya. Namun, pada akhirnya Killa setuju untuk mengunjungi pemandian itu. apalagi setelah mendengar cerita tentang Legenda Batu Kuwung (hal 18).

Legenda yang berasal dari daerah Padarincang, Serang, Banten, ini menceritakan tentang saudagar kaya yang mengalami penyakit aneh dan langka. Tidak ada satu pun tabib yang berhasil menyembuhkannya. Hingga suatu hari sang raja melakukan tapa brata selama satu minggu, untuk berdoa kepada Tuhan.  Dari tapa brata itu-lah, akhirnya keluar air panas  dari batu  cekung, yang awalnya dijadikan tempat duduk sang raja.

Membaca kisah ini, selain kita menjadi tahu tentang asal usus Pemandian Batu Kuwung, yang saat ini sudah menjadi destinasi wisata di Banten,  kita juga belajar tentang nilai-nilai moral. Yaitu keutamaan sabar saat menghadapi masalah, tidak menilai sesuatu dari luarnya saja dan selalu haus dengan pengetahuan baru. Kemudian tidak kalah menarik, dari kisah ini kita juga bisa mengetahui tentang manfaat air  dari batu cekung tersebut. Di mana air kolam itu mengandung kalsium dan yodium, bisa menyembuhkan pegal linu dan kesemutan (hal 32).


Sedangkan untuk  buku ketiga  kita diajak berkenalan dengan kisah yang bertajuk : Bunga Ajaib Taman Kinkin

Mengenalkan Tanaman Herbal pada Anak

Saat ini,  selain memanfaat obat medis—obat berasal dari bahan kimia, yang diresepkan dari dokter dengan kadar dan ukuran tertentu—obat herbal  juga menjadi salah satu alternatif untuk dikonsumsi. Apalagi Indonesia dengan kekayaan hayati, maka sangat mudah bagi kita untuk menemukan obat herbal.  Sebagaimana kita ketahui obat herbal berasal dari tanaman yang diolah secara tradisional.  Dengan kata lain, tananam herbal merupakan jenis-jenis tanaman yang bermanfaat untuk pengobatan.
Buku ini dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami anak, akan mengenal salah satu tanaman herbal, yang sangat bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari. Di antara tanaman herbal yang ada seperti kunyit, jahet atau lengkuas, penulis memilih tanaman kemuning, untuk dikenalkan kepada anak. Di mana dijelaskan, selain memiliki warna putih yang cantik dan wangi, ternyata kemuning memiliki banyak khasiat. Di antaranya adalah daunnya bermanfaat untuk mengopres memar, sebagai bahan lulur dan menghaluskan kulit.  Buahnya bisa dijadikan pengharum dan banyak lagi.

Selain itu, melalui buku ini kita juga diajak mengenal salah satu dongeng nusantara  di Inonesia. Sebagaiman kita ketahui, sebagai negara yang kaya akan budaya, Indonesia memiliki banyak sekali dongeng maupun legenda yang sarat makna. Keberadaan dongeng –dongeng nusantara, selain sebagai kisah hiburan, pengantar tidur,  juga sekaligus mengajarkan nilai-nilai moral anak bangsa, agar menjadi sosok yang bermoral juga mencintai tanah air.

Tidak hanya menghadirkan sebuah cerita rakyat, penulis juga menghadirkan kisah keseharian yang kerap dialami anak dengan muatan nilai-nilai moral. Adalah Kinkin, yang ingin memiliki taman bungan berwarna-warni seperti milik Nonin. Di mana dalam tanam bunga tersebut ada bunga matahari, anggrek, mawar dan banyak lagi. Sedangkan di taman miliki keluarga Kinkin, hanya ada bunga kemuning yang berwarna putih. Hal itulah yang membuat Kinkin marah dan ingin menggantik bunga tersebut (hal 10). Kira-kira apakah harapan Kinkin bisa terwujud? Dan bagaimana pula kisah asal-usul bungan kemuning?

Membaca buku ini kita bisa belajar tentang arti pentingnya berpikir positif, jangan suka iri dengan miliki orang lain,  selalu hidup rukun dengan saudara dan tidak menilai sesuatu dari luarnya saja. Meski memuat kisah remake dongeng nusantara, kisah ini tetap menarik untuk dibaca. Apalagi dengan sentuhan ilustrasi yang apik, serta tambahan kisah menarik yang telah disiapkan penulis. Sangat pas untuk dibaca anak-anak.

Ketiga buku ini sangat menarik dan recomended untuk dibacakan kepada anak,  sebagai salah satu cara, dalam mengenalkan dongeng asal-usul,  juga pemahaman tentang nilai-nilai akhlak, yang diselipkan penulis juga berbagai pengetahuan unik di beberapa daerah di Indonesia. Selamat membaca dan berburu buku keren ini. 

Saturday, 16 September 2017

[Resensi] Mengenal Berbagai Penyakit yang Kerap Menyerang Lansia

Dimuat di Kabar Madura, Jumat 8 September 2017


Judul               : Tetap Sehat Saat Lansia
Penulis             :  Erlita Pratiwi & dr. Yekti Mumpuni
Penerbit           : Rapha Publishing, Imprint of Penerbit Andi
Cetakan           : Pertama, 2017
Tebal               : x + 170 halaman
ISBN               : 978-979-29-6046-4
Peresensi         : Ratnani Latifah. Alumna Universitas Islam Nahdlatu Ulama, Jepara.

Buku ini memaparkan  berbagai uraian penyakit yang kerap menyerang pada kaum lanjut usia atau lansia, disertai gejala, juga bagaiman cara pencegahan dan penanganannya. Perlu diketahui, tubuh orang lanjut usia rentan mengalami serangan berbagai penyakit karena daya tahan tubuh mulai menurun.  Di antara  gangguan penyakit yang menyerang adalah gagal jantung, gagal ginjal kronis, katarak, dan hepatitis.

Gagal jantung adalah keadaan di mana jumlah darah yang dipompa oleh jantung tidak mampu memenuhi kebutuhan tubuh akan oksigen dan zat-zat makanan. Menurut penelitian, jumlah penderita gagal jantung menanjak tajam pada usia 75–84 tahun.  Alasan yang membuat lansia rentan mengalami gagal jantung adalah, dinding pembuluh darah kaku, terjadi kekakuan pada jantung sehingga daya kerja jantung berkurang akibat banyaknya sel mati, serta adanya perubahan metabolisme sel pada usia lanjut (hal 3–4 ).

Faktor yang memicu terjadinya penyakit ini adalah, kelebihan natrium, tidak patuh minum obat dan mengkonsumsi alkohol dan obat-obatan tertentu.  Gejala yang terjadi yaitu; merasa lelah dan lemah jika melakukan aktivitas fisik, terjadi pembengkakan di kaki, pergelangan kaki, tungkai, hati dan perut dan mengalami sesak napas yang hebat.  Cara pencegahan gagal jantung dengan  melaksanakan pola hidup sehat, berolahraga secara teratur, dan makan dengan gizi seimbang (hal 6).

Gagal ginjal dapat diartikan sebagai hilangnya fungsi ginjal yang mungkin terjadi secara cepat atau bisa juga terjadi secara perlahan.  Gagal ginjal akan menyebabkan keseimbangan cairan dan elektrolit tubuh terganggu. Tanda-tanda penyakit ini adalah gatal-gatal secara terus menerus di bagian tubuh,  terjadi penumpukan kotoran di dalam tubuh, nafsu makan turun, terjadi pembengkakan pada beberapa area tubuh—kaki dan betis. Selain itu menurunnya hemoglobin dan tekanan darah meningkat (hal 77).

Cara mengobati gagal ginjal kronis yaitu melakukan cuci darah atau hemodialisis—yaitu tindakan membuang racun sisa metabolisme dari dalam tubuh karena ginjal tidak mampu melakukan fungsinya dengan baik.  Bisa juga dengan transplantasi ginjal—biasanya ini terjadi jika ginjal sudah benar-benar tidak bisa berfungsi lagi.  Yang harus diperhatikan bagi para penderita gagal ginjal kronis itu harus memperhatikan asupan cairan minimal 0,6 liter per hari, jika tidak hal ini bisa menimbulkan keram pada kaki dan penurunan tekanan darah.

Katarak  adalah kerusakan mata di mana lensa mata menjadi keruh sehingga cahaya tidak dapat menembusnya. Pada usia lanjut, katarak diawali dengan terjadinya keburaman pada lensa, kemudian pembengkakan dan pada akhirnya kehilangan transparasi seluruhnya.  Gejala katarak adalah pandangan mulai menjadi kabur dan buram—seperti ada bayangan awan atau asap, sulit melihat pada malam hari, sensitif terhadap cahaya, terdapat lingkaran cahaya pada mata saat memandang sinar, membutuhkan cahaya terang untuk membaca dan saat melihat sebuah obyek, warna obyek akan memudar atau menguning (hal 99).

Cara mencegah katarak dapat dilakukan beberapa cara sebagai berikut; menghindari makanan cepat saji atau makanan yang mengandung lemah jenuh, membiasakan minum teh hijau setiap pagi, minum segelas jus wortel setelah makan siang dan mengkonsumsi sayuran terutama bayam dan rumput laut.
Hepatitis merupakan penyakit peradangan hati. Penyebabnya antara lain infeksi virus dan karena mengonsumsi obat-obatan tertentu. Gejala yang sering terjadi ketika mengidap hepatitis adalah merasa tidak enak badan—mirip dengan meriang, mudah lelah, hilang nafsu makan, mual dan muntah, sakit kepala, sara sakit di perut bagian bawah, bagian mata yang berwarna putih berubah menjadi kuning dan urin berwarna gelap (hal 135).

Cara pencegagannya adalah menghindari minuman beralkohol, menghindari obat-obat yang dapat merusak hati, menjalankan diet sehat dan seimbang, olahraga teratur dan cukup istirahat. Buku ini mengingatkan kita untuk selalu menjaga kesehatan tubuh agar tetap sehat meski sudah mencapai masa lanjut usia. Sebuah buku yang patut  dibaca untuk semua kalangan, agar lebih peduli kepada kesehatan.

Srobyong, 26 Juni 2017

Tuesday, 12 September 2017

[Resensi] Menjaga Kesehatan Sampai Lansia

Dimuat di Jateng Pos, Minggu 10 September 2017 


Judul               : Tetap Sehat Saat Lansia
Penulis             :  Erlita Pratiwi & dr. Yekti Mumpuni
Penerbit           : Rapha Publishing, Imprint of Penerbit Andi
Cetakan           : Pertama, 2017
Tebal               : x + 170 halaman
ISBN               : 978-979-29-6046-4
Peresensi         : Ratnani Latifah. Alumni Universitas Islam Nahdlatu Ulama, Jepara.

Setiap orang sudah pasti ingin selalu dalam keadaan sehat dan bugar. Baik di usia muda atau tua. Namun perlu disadari setiap makhluk hidup itu memiliki siklus kehidupan. Yaitu dimulai dari  pembuahan. Lalu janin menjadi bayi yang mana akan melalui proses kelahiran. Setelah itu bayi akan mengalami masa pertumbuhan. Dimulai dari anak, remaja, dewasa,  tua dan meninggal.

Pada masa pertumbuhan  itu tentu saja daya tahan tubuh kita akan  lebih fit. Namun  semakin bertambah usia—memasuki masa senja atau lansia, daya tahan tubuh akan semakin lemah. Dalam artian tentu tenaga dan kegesitan yang dimiliki akan mulai menurun. Pada masa itu disinyalir rentan sekali terkena berbagai penyakit.  Kira-kira apa saja penyakit itu dan bagaimana menghadapinya?

Dalam buku ini penulis mencoba memaparkan 45 penyakit yang sering hinggap diusia lansia dengan gaya bahasa yang mudah dipahami. Selain mengenalkan berbagai penyakit, penulis tidak lupa menjabarkan bagaimana cara pencegahan dan penangannya.

Di antara penyakit yang menyerang adalah masalah pada jantung. Sebagiamana diketahui jatung memiliki tugas sebagai pemompa darah ke seluruh tubuh. Sistem peredaran darah dari dan menuju jantung disebut sistem kardiovaskuler. Bila fungsi dan kerja organ jantung terganggu, maka akan berpengaruh terhadap fungsi dan kerja organ vital lain (hal 2).

Di antara gangguan yang terjadi akibat gangguan kardiovaskuler adalah gagal jantung, penyakit jatung koroner,  kelainan katup, dan hipertensi.  Kenapa bisa terkena gagal jantung? Di sini dipaparkan beberapa hal yang memicunya. Di antaranya adalah kelebihan natrium dalam makanan. Dan cara untuk menceganya adalah melakukan pola hidup sehat, berolahraga secara teratur, dan makan dengan gizi seimbang (hal 6).

Sedangkan penyebab penyakit jantung koroner adalah berubahnya pola hidup, terlalu banyak mengkonsumsi makanan manis, kurang melakukan aktivitas, polusi lingkungan parah dan hipertensi. Untuk pencegahannya dapat dilakukan melakukan pola hidup sehat; seimbang gizi, enyahkan rokok, hindari stres, awasi tekanan darah secara teratur dan teratur dalam olahraga.

Ada pula gangguang paru-paru.  Sebagaimana kita ketahui, paru-paru merupakan alat pernapasa utama manisia. Jumlahnya ada dua—terletak disebelah kanan dan kiri rongga dada, dipisahkan oleh jantung beserta pembuluh darah besar dan struktur lainnya. Seperti juga organ lainnya, paru-paru pada lansia ini rentak untuk mengalami gangguan. Beberapa gangguang paru-paru yang terjadi pada lansia, antara lain adalah  Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK), Tuberkulosis Paru, dan Karsinoma Paru.

PPOK ini terdiri tas bronkitis kronis—kelainan saluran napas yang ditandai batuk kronis berdahak, emfisime—kelainan anatomi paru di mana terjadi pelebaran rongga udara distal bronkiolus terminal dan kerusakan dinding alveoli. Terakhir Gabungan bronkitis kronis dan emfisema (hal 31). Disinyalir penyebab PPOK adalah kebiasaan merokok,  adanya paparan  asap rokok dan riawayat infeksi saluran napas bawang berulang.   Penyakit ini sendiri nenempati urutan ke-3 (8,3%) sebagai kematian lansia berusia >65 tahun (hal 32).

Selanjutnya Tuberkulosis Paru, merupakan penyakit yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium Tuberkulosis yang masuk ke dalam saluran napas. Disinyalir penyakit ini menempati urutan ke-4 (7,4%) sebagai penyebab kematian bagi para lansia.

Selain apa yang sudah dipaparkan masih banyak lagi dibahas tentang penyakit-penyakit yang harus diwaspadai. Seperti gangguan pada paru-paru, gangguan pencernaan, ginjal, mata dan banyak lagi. Semua dipaparkan dengan lengkap dimulai dari alasan bagaimana bisa terkena penyakit, ciri-ciri, pencegahan dan penanganannya. Oleh karena itu selagi dini, sebaiknya kita selalu menjaga pola makan dan pola hidup yang baik.  Karena keduanya memiliki pengaruh besar pada dampak kesehatan di usia tua.  Menarik dan membuka wawasan baru untuk lebih memerhatikan kesehatan.

Srobyong 10 Juni 2017

Tuesday, 28 February 2017

[Resensi] Fokus pada Pekerjaan Jadi Kunci Sukses

Dimuat di Tribun Jateng, Minggu 12 Februari 2017 

Judul               : 77 Mantra Meningkatkan Produktivitas Diri Ala  Miliarder
Penulis             :  Erlita Pratiwi
Penebit             : Grasindo
Cetakan           : Pertama, Juni 2016
Halaman          : viii + 311 hlm
ISBN               : 978-602-37552-3-3
Persensi           :  Ratnani Latifah. Alumni Universitas Islam Nahdlatul Ulama, Jepara


Meningkatkan produktivitas berarti kita bisa semakin efisien dalam bekerja.  Produktivitas sendiri bisa diartikan sebagai suatu ukuran yang menyatakan, bagaimana seseorang bisa memanfaatkan waktu untuk  mencapai hasil kerja secara optimal. Mampu mengatur waktu yang efektif dan efisien. Sehingga setiap pekerjaan bisa selesai sesuai target, tanpa membuang waktu secara percuma.

Dalam buku ini penulis berbagi cara bagaimana agar kita bisa menjadi pribadi yang selalu produktif. Setidaknya ada 77 cara atau mantra yang bisa dipelajari dan dipraktikkan. Sebuah buku yang sangat inspiratif dan memotivasi.

Hal pertama yang perlu diperhatikan ketika ingin menjadi seorang yang produktif adala selalu selalu fokus.  Sebagaimana yang dipaparkan Andrew Carnegie, salah satu miliarder di Amerika. Dia percaya bahwa kesuksesan dapat dicapai ketika setiap orang memusatkan semua pikiran dan energi mereka pada tugasnya. Fokuslah pada satu hal dan selesaikanlah dengan baik (hal 1).

Selain itu, jangan menghadapi pekerjaan dengan tekanan. Tapi pekerjaan itu harus dinikmati. Bersenang-senang dengan pekerjaan akan memberi dampak baik. Karena hati yang senang akan mempengaruhi produktivitas dan membuat semangat (hal 27). 

Cara ketiga adalah selalu berpikir terbuka.  Orang yang berpikir terbuka cenderung lebih maju dan produktif dalam bekerja. Mereka tidak membatasi diri terhadap satu pemahaman tertentu.  Cara berpikir inilah yang harus ditiru. Jangan hanya melihat apa yang ada di masa sekarang. Berpikirlah jauh ke masa depan (hal 55).

Selanjutnya hindari multitasting. Kurang lebihnya inilah pendapat Steve Jobs—pemilik Apple  dan banyak miliarder lainnya.  Menurut mereka , multitasting justru membunuh produktivitas terbesar.  Karena saat kita mencoba melakukan banyak hal secara bersamaan, kita tidak dapat memberikan perhatian yang dibutuhkan pada semua hal dan itu akan berefek pada kualitas kerja (hal 120). Bahkan dari sejumlah penelitian menyimpukan kegiatan  multitasting justru mengurangi produktivitas.

Kesimpulan dalam buku ini adalah, untuk bisa menjadi pribadi yang selalu produktif dalah dengan memiliki niat kuat, disiplin dan tanggungjawab. Tidak lupa selalu belajar, menyerap bergagai ilmu dan tidak mudah putus asa. 

Selain beberapa cara yang telah dipaparkan, tentu saja masih banyak cara-cara lain yang bisa ditiru agar bisa meningkatkan produktivitas.  Buku ini dipaparkan dengan gaya bahasa yang memikat dan mudah dipahami. Selain itu dalam setiap cara, penulis juga memberikan kisah inspiratif bagaimana para miliarder meningkatkan produkfitvitas.

Srobyong, 2 Januari 2017