Showing posts with label puisi. Show all posts
Showing posts with label puisi. Show all posts

Wednesday, 12 August 2015

[Puisi] Sang jiwa



Sang jiwa terluka
Tertusuk ratusan panah
Terjebak kegelapan
Terseok, terpental
Dilumat masa 


Lelah
Padam
Berharap
Meteor datang

Terpaku rautan api tak mau mengalah
Bak pualam, melilit tak bisa dicegah
Mengasah,merajut hingga kental darah

Srobyong, 11 Agustus 2015

by
Kazuhana El Ratna Mida

Thursday, 6 August 2015

[Puisi] ~Bara itu Mimpi~





~Bara itu Mimpi~

/1/

Terbingkai dalam sebuah wadah; bernama mimpi
Mimpi yang menjulang,
yang tak tahu mungkin itu hanya sebuah imaji

Imajinasi yang menjajah hati
Tentang sebuah asa yang kadang ingin mati,
kadang bersinar; gelap silih berganti

Tapi, pualam melilit sendi
Sendi tubuh bergerak sendiri
Tak mau tunduk oleh jarum yang menusuk; menguliti,
 tertatih, jatuh hingga terpental terjerumus lautan tak bertepi

Meringkuk, hingga terjebak dalam kubangan hitam,
perih teriris; tersayat, terkapar
Me-ra-dang

/2/

Kengerian yang tak terduga
Kegelapan harus dilawan
Demi menjaga kekuatan
Kekuatan yang memberi nyawa
Membiarkan terasah; diraut hingga meruncing siap melangkah

Merunduk, bukan berati takut
Menjaga agar tak terjerumus
Titik ..., titik jemawa

Menengadah bukan berarti  jemawa
Namun, melangkah menuju bara
bara yang ingin disemai, menundukkannya
dalam genggaman erat untuk dijaga.

Tentang asa yang terpatri,
lubuk hati


Kazuhana El Ratna Mida

Srobyong, 6 Agustus 2015

Friday, 24 April 2015

[Puisi] Bunga yang Kau Bawa

Bunga yang Kau Bawa
Kazuhana El Ratna Mida

Hati terpilin
Menatapmu masuk sunggingkan senyum buat hati ...,
berdesir

Wangi yang kau bawa buat jantung berdegup keras
Aku takluk tak mampu menolak hadirmu yang tak terduga
Tundukkanku dalam satu waktu, ucapkan kata yang tak terkira

Tak hanya itu, bahkan kau berikan bunga terindah
Hingga terlena, katamu ini juga bunga terakhir yang mungkin kuterima
Meski tak paham aku tetap mengambil dengan senyum ceria
Lalu terlelap bersama wangi melati dalam titian menuju surga

Srobyong, 24 April 2015

[Puisi] Jalan Kenangan

Judul : Jalan Kenangan

Oleh : Kazuhana El Ratna Mida

Dingin menggigil menusuk serpihan hati
Berserak kepingan sakit menggerogoti
Aku berjalan mencoba menapaki
Anyir menyengat hidung ini

Kutatap lama jejalan sepi malam ini
Angin berhembus bulu kudu berdiri
Bayang kematian yang menyelimuti
tertusuk pisau belati

Sayatan tajam mengoyak paksa hingga terjungkal
Dilahap mangsa tak mampu melawan
Di jalan kenangan memilukan
Sesosok mayat mati tak terawat di makan belalang

Aku menangis menahan pilu
Melihat kekejaman bengis tersedu
Ingin menolong, tangan ini kosong
Tak mampu menyenggol apalagi mendorong

Aku terdiam hanya menatap nanar
Tubuh tergeletak dengan tak lagi bernyawa
Dipotongpotong layaknya danging siap di masak saja

Aku pasrah
Tak mampu berbuat apa
Karena jiwa hanya bisa menatap
Tanpa mampu membawa raga

Yang di sana di jalan kenangan
Itu aku yang dibunuh sadis tak berperasaan

Srobyong, 26 Desember 2014

Sunday, 21 December 2014

[Puisi] Rumah Memedi

Parade Puisi Horor




Judul : Rumah Memedi

Oleh : Kazuhana El Ratna

MidaSunyi menyelimuti,
malam ini
Angin berderu meluluhlantakkan persendian hati
Bukan terjebak akan kasih
Tapi, termakan waktu bulu kudu berdiri

Di pertengahan malam puncak semedi
Hampir terlelap,
lepas bertaut mimpi
Dingin malam mencuatkan hati
Kalang kabut mendengar bisikan mati
Tawa beringas mendatangi

Tebasan kapak memotong telinga kiri
Mati seluruh jiwa raga ini
Dicincang habis,makhluk setengah siluman tak punya hati
Darah merembas
Terkaparlah mayat di malam mati,
ditempat yang seharusnya tak didatangi

Rumah gelap milik memedi

Srobyong, 19 Desember 2014

Sunday, 14 September 2014

[Puisi] Kebranian Syuhada

Kebranian Syuhada

Dentum peluru melahap
Mengoyak jiwa dalam kubangan anyir
Sungguh biadab Israil
Meluluh lantakkan para syuhada

Merebut bumi tanpa rasa
Hancurkan warga tak berdosa
Jerit tangis tak ada guna
Hati zionis mati rasa

Kalut hati tercipta
Melihat saudara tersiksa
Namun, kian aku terngangah
Melihat keberanian
Gaza Mental baja

Tegap berdiri di laga
Menantang nyawa
Menunggu surga
Duhai,pendekar Allah
Keberanianmu sungguh luar biasa

Selaksa hati ini berdoa
Semoga kasih menjamah dalam dekapNya
Beradu wangi penduduk langit
Menjamu para syuhada

9 September 2014
Kazuhana El Ratna Mida

[Puisi] Kotak Puzzle

Kotak Puzzle

Terdampar dengan materi
Pelipis terasa ngeri
Bergumal dengan sketsa penuh warnawarni
Terjebak dalam lini tumpukan menghakimi


Menilik rentetan kata
Serasa ingin buang muka
Namun, apalah daya
ketika diri tak mengerti
setiap landasan yang di beri
 
Semua masih berupa kotak puzzle
Yang perlu aku cermati
Tuk menemukan jawaban dalam batas waktu yang menemani


Srobyong, 13 september 2014
Kazuhana El Ratna Mida

Sunday, 7 September 2014

[Puisi] Waktu

Waktu

Dalam kurun waktu yang terbelenggu
Aku menunggu
Masih dengan kepercayaan
Waktu akan menghampiri

Cerita ini masih aku gali
Masih aku mencari jati diri
Menunggu ending dalam kilatan senja di hati
Dengan kesadaran diri, agar tak merasa sakit hati

Semua memiliki waktu
Kesempatan
Keberkahan
Keajaiban

Coretan rasa yang menjalar
Beharap setapak itu dijamah kembali
Mengulurkan kepedulian untuk merangkai kasih
bersama deretan panjang ungkapan hati

7 September 2014
Kazuhana El Ratna Mida

[Puisi] Mimpi

Mimpi

Aku bermimpi
Aku berharap
Adakah salah jika hati meminta
Derai kasih dari Sang Pencipta
Tentang cerita indah menuju surga

Kazuhana El Ratna Mida
7 September 2014

[Puisi] Gejolak Hati

Gejolak Hati

Sepi tak bertepi
Aku rindu dengan cahaya Ilahi
Rresap hati masih terpatri
Dalam naungan gejolak hati

7 September 2014
Kazuhana El Ratna Mida

Friday, 25 July 2014

[Puisi] Hantaman Sakit



Ketika sakit ini menyapa
Menorehkan luka yang tiada tara
Aku sedih dirundung duka
Aku terpersok pada rasa yang membuat gila
Di mana kutemukan obat
Tatkala hati ini tak kuat menanggung beban
Kabut dimata membuat nanar
Serpihan-serpihan bintang
Seolah menari-nari diatas kepala
Tertawa penuh kemenangan
Membuatku terkapar 
Ingin aku menghantam keras dalam
Kuatnya papan yang terpajang
Sakit ini sungguh telah merusak ketenangan
Menajadikan budak kemalasan
Ketika aku ingin bermain dengan kata
Aduh, aduh
Biarkan rasa ini hilang sejenak
Dari kepala
Sakit ringan ini ternyata mampu membuat aku gila
Harusnya kutelan saja semua obat
Penawar rasa
Biar dia hilang tak lagi menyapa

#Kazuhana El Ratna Mida#
25 juli 2014

Saturday, 19 July 2014

[Puisi] SEBERKAS RINDU DALAM SEPI

detik demi detik aku lalui,
mencari setitk kasih untuk aku raih,
aku rindu tatkala hati ini terkungkung sepi,
dia yang ada di hati
menjadi pelita menerangi jiwa
aku rindu
ingin bertemu
ingin aku memelukmu
menjadikanmu sandaran hatiku,
slalu
wahai sang pemilik hati
tautkanlah aku dengan dia yang masih jauh
yang selalu aku rindu dalam malam-malamku
wahai sang pemilikwaktu
sampaikan lah rasa ini
agar kami saling bertemu
memadu kasih dengan keridhoanMu

[Puisi] Fatimah Az-Zahra



Manis, cantik, pintar, bersahaja
Lembut, sabar, low profile, bijaksana
Easygoing, juga enak diajak bercanda
Klop dah,, 

Pasti banyak yang suka
Aku sampai kagum dibuatnya,,,
Nampak sangat sempurna dalam kriteria yang didambakan,,,
Lalu bolehkaah aku cemburu karena nya?
Bukan karena semua kriteria diatas yang kupaparkan
Tapi karena kesolikhahannya,,
Karena ketaatannya pada Sang Kuasa
Karena tunduknya pandangan yang dimilikinya
Karena dia slalu menjaga muruahnya
Karena dia memang begitu istimewa,,
Mampu menyimpan rapat sebuah rasa
Teruntuk pemilik hati yang halal pada waktunya,,
Aku ingin seperti dirinya
Apa aku salah?
Walau tak sesempurna dia,
Aku ingin mencoba mneladani kesholikakhannya
Fatimah Az-Zahra ,, putri Ya Rasulullah

[Puisi] Cintaku Dalam Syair Rindu



Cintaku Dalam Syair Rindu

Masih tentang cinta
Ketika hati ini tak bisa berpaling dari bayang rinduNya
Masih aku menyimpan rasa
Ketika hadir Mu selalu mengusik ketenangan jiwaku yang lemah
Aku rindu akan kasih Mu
Merindukan slalu setetes embun penyejuk kalbu
Masih tentang rasa
Rasa yang menyapa pada semua insan di dunia
Masih aku ingat semuanya
Memori-memori indah yang aku rasa
Ketika hangatnya kasih yang menggelora
Mengantarkan aku pada perjuangan menggapai cita
Wahai Sang pencipta rasa
Untaian kata
Mungkin tak mampu jabarkan
Segala rasa yang ada
Sepenggal kalimat
Tak seutuhnya dapat di cerna
Aku yang lemah tidak berdaya
Tak mampu berbuat apa
Ketika rasa ini menyapa
Aku hanya bisa diam
Menatap jauh
Berharap Engkau tahu
Saat ini aku merindu
Segudang kata
Tak mampu tertuang
Segudang resah
Merusak ketenangan jiwa
Bagaimana aku lalui semua
Dengan kebimbangan
Manakala aku lelah
wahai Sang pencipta rasa
aku ingin mengadu
berharap hanya rindu dan sayang untuk Mu
yang selalu setia menemani dalam suka dukaku
membimbingku


[Puisi] RINDU

ketika inspirasi muncul
menjadi prosa puisi berjudul

RINDU

sejuta rasa menggema
memasuki relung dada
merasakan rindu yang menyesakkan dada
sesak terasa
ketika rasa itu hanya mampu ku pendam
dalam kebisuan bersama derunya angin malam
sejuta kisah tersimpan rapat
hanya tergores akan tarian pena dalam putihnya kertas-kertas
akankah kisah ini terkuak
dalam kisah nyataa kehidupan
bersama indahnya keharmonisan dalam kebersamaan
namun, jauhnya hamparan yang memisahkan menjadi dinding penghalang
maka, rasa itu hanya bisa dititipkan dalam diam
dalam sujud panjang kepada Mu sang Pencipta sejuta rasa
bernama Mahabbah

Thursday, 26 June 2014

[Puisi] Setetes Kasih dalam Mahabbah Kerinduan

Setetes Kasih dalam Mahabbah Kerinduan

 

RINDU


ketika inspirasi muncul
menjadi prosa puisi berjudul
RINDU
sejuta rasa menggema
memasuki relung dada
merasakan rindu yang menyesakkan dada
sesak terasa
ketika rasa itu hanya mampu ku pendam
dalam kebisuan bersama derunya angin malam
sejuta kisah tersimpan rapat
hanya tergores akan tarian pena dalam putihnya kertas-kertas
akankah kisah ini terkuak
dalam kisah nyataa kehidupan
bersama indahnya keharmonisan dalam kebersamaan
namun, jauhnya hamparan yang memisahkan menjadi dinding penghalang
maka, rasa itu hanya bisa dititipkan dalam diam
dalam sujud panjang kepada Mu sang Pencipta sejuta rasa
bernama Mahabbah



ANDAI KAU TAHU


andai kau tahu rasa yang kumiliki
apakah kau akan mengerti??
betapa sakit yang kurasakan disini
apakah kau akan memahami?
andai kau tahu
aku menangis disini
mungkinkah kau akan menghiburku?
andai kau tahu
perihnya hati ini
apakah kau akan membalut luka ini?
andai kau tahu
sakit yang telah kau ciptakan untuk ku
apakah kata maaf keluar dari bibir mu?
andai kau tahu
ku berjuang sendiri
mungkinkah kau akan membantu ku?
andai kau tahu
berapa lama ku pendam rasa ini
apakah kau akan terharu?
andai kau tahu
aku disini masih menunggu
pakah kau akan hadir di sisiku?
andai ku pergi jauh
apakah ada sesal di hati mu?
andai kau tahu
andai kau tahu


where


dimana kau cinta
takkan kutemukan kau
dalam keheningan ku
hanya bayang semu
yang menerpaku


dimana kau kasih
hadirmu dalam mimpi panjangku
makin
membuatku merindu mu


jauh,,
tak mampu kuraih
menemani hari-hari ku
hanya menatap menerawang
dalam sudut kesendirian


menitipkan
segala rasa,yang semakin
terasa
dalam aliran lembut
angin yang menderu

menitipkan kasih
hanya pada Ya Ilahi
pencipta rasa
yang membolak balikkan hati

[Puisi] Semangat Juang Tundukkan Harapan

Semangat Juang Tundukkan Harapan

aku masih berusaha keras

berusaha mewujudkan mimpi yang aku suka


mewujudkan harapan yang sempat berserakan tak tentu arah


yang ku tenggelamkan dalam kesibukan dan keegoisan


berusaha memulai dan berlatih mengasah keingianan yang telah usang


berjuang dari rasa malas yang kadang merajalela


berusaha merangkai lagi serpihan-serpihan ide yang sempat hilang

aku masih disini berdiri pada mimpi lama


mersakan betapa menyenangkankannya bermain kata


menjadi sutradara dalam cerita


betapa rindu yang aku rasa


tatkala aku semppat terlarut dalam kesibukan tiada tara


hingga berceceran segala ide dan imajinasi yang ada


berkarat hingga perlu kurawat agar kembali seperti sedia kala