Judul : No Place Like Home
Penulis : Alma Aridatha
Penerbit : Ikon
Cetakan : Pertama, April 2017
Tebal : 289 halaman
ISBN : 978-602-74653-7-4
~*~
Ganda tahu, kehidupan yang disebut sempurna tak sepenuhnya ada. Dia
baru tahu siapa ayah kandungnya di usia sepuluh tahun. Sosok itu datang,
mencoba mendekat, membuat ayah tiri yang juga disayanginya sedari kecil menjauh
tanpa alasan yang pasti.
Ada banyak anak lain yang harus tumbuh tanpa orangtua di luar sana,
tapi Ganda memiliki dua pasang orang tua sekaligus. Di saat anak-anak lain bisa
berdamai sekaligus menikmati ‘keberuntungan’ yang ada dalam hidup mereka, Ganda
justru merasa kosong di antara semua yang seharusnya pantas disebut
‘keberuntungan.’
Keinginan Ganda sederhana. Dia mencoba mengisi hal-hal yang hampa
itu dengan mencari tempat berteduh—yang memang tersedia untuknya. Yang kelak
bisa dia sebut rumah. Meskipun, dia sendiri tidak sepenuhnya yakin.
~*~
Meminta maaf
itu gampang. Memberi maaf itu sedikit lebih sulit, tapi masih bisa dilakukan.
Namun, melupakan semua kejadian itu yang mustahil (hal 115).
Memiliki
keluarga sempurna dan harmonis adalah harapan setiap orang. Namun ketika takdir
berkata lain, bisakah kita protes atau menuntut kepada Tuhan? Novel ini
mengisahkan kisah keluarga yang menarik dan memikat.
Karena sebuah
alasan yang pribadi, Ganda akhirnya memilih tinggal bersama ayahnya—Gio yang baru dia kenal ketika berusia sepuluh
tahun. Keputusan ini tentu saja membuat
ibunya—Tara kaget. Kenapa Ganda yang awalnya enggan mengenal ayahnya, tiba-tiba
tertarik untuk tinggal bersama?
“Kenapa kamu
tiba-tiba mau tinggal sama Papa Gio?”
“Cuma mau lebih
dekat.” (hal 8).
Meski tidak yakin dengan jawaban Ganda, Tara lebih
memilih mengalah dan tidak memaksa. Dan meski sebenarnya tidak rela, pada
akhirnya Tara memberikan izin pada Ganda untuk tinggal di Jakarta. Di mana itu
adalah pilihan yang cukup berat bagi seorang ibu untuk melepas anak yang sudah
empat belas tahun dia rawat dengan penuh perjuangan.
Pada titik
inilah kehidupan baru menanti Ganda. Dia sangat tahu konsekuensi apa yang akan
dia dapat ketika meninggalkan ibunya. Namun di sisi lain, Ganda juga ingin
merasakan tinggal bersama ayah kandungnya. Juga mencari suasana baru—menemukan
rumah yang sesungguhnya—rumah yang memberi ketenangan juga sumber kebahagiaan.
Hanya saja
ketika di rumah ayahnya, Ganda kembali
harus menelan kekecewaan. Ternyata Gio sama saja dengan ibunya. Selalu
mengedepankan segala fasilitas yang berlebih kepadanya, tanpa mengetahui apa
yang sejatinya sangat ingin Ganda dapatkan.
Ganda tidak
menginginkan sepeda gunung mahal atau motor sport terbaru atau rekening yang
penuh dengan nominal angka. Dia hanyaa ingin lebih diperhatikan. Apakah
keinginannya terlalu berlebihan? (hal 15).
Dan kesedihan
Ganda semakin memuncak ketika mendengar ucapan orangtua Mama Jess—istri Gio
(hal 113). Ganda terluka. Dia tidak tahu kenapa kesalahan masa lalu orangtuanya
harus dilemparkan padanya. Kenapa semua orang membenci dirinya? Apakah dia
dilahirkan untuk dibenci?
Di sisi lain
Ganda cukup menikmati masa putih abu-abunya karena seseorang. Perkenalannya dengan Nadya—teman satu
kelasnya yang super cerewet namun cukup manis itu, membuat kehidupannya di
sekolah sedikit berwarna. Ganda yang menutup diri dan tidak banyak bicara,
namun pada akhirnya bersahabat dengan Nadya—karena sebuah insiden yang lucu.
Namun siapa
sangka ketentraman yang baru secuil didapatkan, berubah seketika karena dia
harus berhadapan dengan trouble maker di sekolah—Tommy. Di mana Ganda
ditemukan hampir tewas, karena dipukuli Tommy dan genk-nya.
Membaca novel
ini kita seperti dihadapkan pada potret kehidupan yang kerap terjadi di
kehidupan nyata. Bagaimana nasib anak yang lahir karena sebuah kecelakaan. Iya
kalau ayah dan ibunya kemudian menikah. Namun bagaimana jika baik ayah dan
ibunya kemudian sudah memiliki keluarga masing-masing? Inilah yang dirasakan
Ganda. Ketika dia harus menerima, bahwa dia memiliki dua ayah juga dua ibu.
Ini adalah kali
pertama membaca karya Alma Aridatha. Dan saya sangat menikmati setiap lembar
kisah yang dipaparkan. Memikat dan menarik. Saya suka gaya bahasanya yang lugas
dan tetap renyah. membaca novel ini ada sisi romance, lucu dan
mengharukan. Bahkan jujur ketika membaca novel ini sampai berkaca-kaca, ketika
membayangkan menjadi sosok Ganda.
Penulis sangat
piawai dalam mengemas kisahnya, hingga membuat saya larut ketika
membacanya. Apalagi dalam permainan alur
maju mundur yang membuat saya ikut bertanya-tanya ... ada masalah apa antara
Ganda dan Dimas hingga membuat dua orang yang saling peduli akhirnya bentrok
dan saling melukai? Tidak ketinggalan
adalah bagaimana menggambarkan tentang persahabatan Ganda dan Nadya yang lucu
dan menggemaskan. Keunggulan lain dari novel ini adalah layout yang manis dan
menambah semangat buat membaca.
Hanya saja
dalam novel ini masih ditemukan beberapa kesalahan ketik dan tulisan kurang
jelas karena layout yang saling tumpang tindih. Lepas dari kekurangannya novel
ini recomended buat dibaca.
Dari novel ini
kita bisa belajar untuk menjadi pribadi yang selalu menjaga diri agar tidak
sampai lepas kontrol dalam menjalin hubungan. Kita juga bisa belajar bagaimana
cara yang baik dalam memperlakukan dan mendidik
anak. Bahwa materi bukanlah cara terbaik untuk memberi perhatian anak,
tapi perhatian dan bimbingan itulah yang diinginkan anak.
Tidak
ketinggalan kita juga diingatkan untuk selalu jujur dan tidak memelihara
dendam. “Dendam-dendam terus nggak akan kelar. Kayak lingkaran setan nanti.”
(hal 275).
~*~
Giveaway Time
Alhamdulillah saya diberi kesempatan sebagai pembuka dari rangkaian
Blog Tour “No Place Like Home” Kak Alma Aridatha. Kali ini Kak Alma dan
Penerbit Icon akan membagikan satu novel No Place Like Home + tumbler bagi satu
pemenang yang beruntung. Untuk syaratkan gampang banget.
1.
Memiliki
alamat pengiriman di Indonesia.
2.
Follow
media sosial kami :
-
Follow
blog ini
-
Twitter
: @Ratnani_El_Kazuhana, @kinky_geek dan
@penerbit_ikon
3.
Share
info Giveaway ini di salah satu media sosial yang kalian miliki :
-
Jika
lewat twitter, mention @Ratnani_El_Kazuhana, @kinky_geek dan @penerbit_ikon dengan hastag #NoPlaceLikeHome.
-
Jika
lewat Instagram, repost/regran postingan info Giveaway yang saya posting dengan mention @kazuhana_el_ratna @almaridatha dan @penerbitikon dengan hastag
#NoPlaceLikeHome.
4.
Jawab
pertanyaan berikut ini :
Kita tahu rumah adalah surga buat kita sendiri (dalam artian karena
di sana tempat kita tumbuh kembang dan menyimpan banyak memori—baik suka atau
duka) Dan seberapa jauh kita pergi, pastinya kita akan selalu merindukan suasan
rumah kita.
Nah, apa yang selalu membuat
kamu merindukan rumah? Apakah kebersamaan dengan keluarga? Omelan ayah atau ibu?
Masakan ibu? Atau karena alasan lain? Ceritakan dan kasih alasannya, ya. J
Jangan lupa tulis nama asli, akun
Twitter/ IG, domisili, link share dan jawaban kamu.
5.
Giveaway
berlangsung sejak hari ini 17-21 Mei 2017.
6.
Pengumuman
insya Allah dilakukan 3 hari setelah giveaway selesai.
Semoga beruntung.
![]() |
Penampakan hadiah bagi yang beruntung :) |
~~~~~~Winner~~~~~~
Saatnya menentukan siapa
yang beruntung mendapatkan novel "No Place Like Home" karya Kak Alma
Aridatha.
Sebelumnya terima kasih
atas keikutsertaannya dalam giveway kali ini. Dan saya memilih :
Cahyati Rizky H
Silahkan DM saya di akun Twitter ; Nama, Alamat lengkap dan Nomor Hp untuk pengiriman hadiah.
Dan bagi yang belum beruntung tetap semangat.
Masih ada kesempatan buat ikutan giveway di blog Kak Rizky Mirgawanti dan Kak Asri
Rahayu MS









