Showing posts with label Qibla. Show all posts
Showing posts with label Qibla. Show all posts

Wednesday, 6 March 2019

[Resensi] Mengenalkan Fikih Sehari-hari Pada Anak

Dimuat di Padang Ekspres, Minggu 6 Januari 2019


Judul               : Cerita Fikih untuk Anak Shaleh
Penulis             : Syarif Ali
Ilustrator         : Supriyanto, dkk
Penerbit           : Qibla
Cetakan           : Pertama, Agustus 2018
Tebal               : 120 halaman
ISBN               : 978-602-455-693-8
Peresensi         : Ratnani Latifah. Alumni Universitas Islam Nahdlatul Ulama, Jepara

Fiqih merupakan salah satu ilmu dalam syariat Islam yang membahas tentang  tata cara beribadah, muamalah serta bagaimana menjalin hubungan terhadap masyarakat luas, yang disertai dengan dalil-dalil yang jelas.  Fiqih merupakan cabang ilmu yang sangat penting untuk dipahami oleh umat Islam. Karena dalam berbagai aspek aktivitas kita akan selalu membutuhkan hukum fiqih.

Oleh sebab itu, penting sekali bagi orangtua untuk mulai memperkenalkan fiqih kepada anak dini. Sehingga ketika dewasa nanti, anak sudah terbiasa dan tidak kaget dengan berbagai aturan yang harus dilakukan dalam beribadah atau berhubungan dengan masyarakat. Anak akan tumbuh sebagai anak yang sudah bisa menunaikan perbuatan yang mencerminkan nilai Islam.

Buku “Cerita Fikih untuk Anak Shaleh” karya Syarif Ali ini akan sangat pas untuk dibacakan kepada anak. terdiri dari sepulu kisah, buku ini memuat berbagai aktivitas sehari-hari yang sering dialami anak. Buku ini juga dilengkapi dengan aktivitas seru, yang pastinya akan menunjang pengetahuan baru bagi anak. 

Di antaranya penulis membahas tentang pentingnya buang air kecil pada tempatnya. Disadari atau tidak di masyarakat, kita sering melihat anak-anak yang tidak diajarkan sejak dini untuk buang air  kecil di wc. Banyak anak kecil yang dibiarkan orangtuanya untuk buang air kecil sembarang. Baik di bawah pohon, di pojokan rumah dan di tempat-tempat lain.  Padahal perbuatan itu tentu saja sangat salah. 

Belum lagi kebiasaan itu didukung dengan tidak melakukan  cebok, sehingga najis masih menempel di celana.  Sedang Allah selalu memerintahkan umatnya untuk membersihkan diri. Cara yang benar dalam buang air kecil adalah di kamar mandi. Setelah itu anak harus diajarkan untuk membersihkan najis dari kotoran itu.  Dengan begitu najis atau kotoran akan hilang.

Dalam sebuah hadis diriwayatkan Imam Tirmidzi, “Sesungguhnya Allah itu baik, menyukai kebaikan. Allah itu bersih, menyukai kebersihan. Allah itu mulia, menyukai kemuliaan. Allah itu dermawan, menyukai kedermawanan. Maka, bersihkanlah tempat-tempatmu.” (hal 11).

Dijelaskan pula tentang apa saja yang membatalkan wudhu dan  perbuatan-perbuatan  yang boleh dilakukan ketika dalam keadaan wudhu. Diceritakan Rizka  sudah siap untuk melakukan shalat Magrib. Dia sudah memakai mukena. Akan tetapi kue cubit  di atas menggoda sangat menggodanya. Dia ingin makan itu sebelum shalat.  Rizka pun ragu. Bolehkan dia memakan kue cubit itu dulu atau dia harus menunggu melakukan shalat dulu.

Pada kesempatan lain, Rizki tanpa sengaja menginjak air  kencing kucingnya, padahal dia sudah berwudhu.  Kemudian ada pula kejadian Rizka yang marah karena dicubit kakak laki-lakinya. Dia takut kalau wudhunya batal.

Melalui buku ini dengan cara yang menyenangkan dan tidak menggurui, penulis mencoba menjelaskan bahwa makan  tidaklah membatalkan wudhu. Kita bisa tetap makan, namun harus berkumur setelah makan.  Ketika tanpa sengaja menginjak air kencing kucing, maka kita hanya perlu mencuci kaki. Jika bersentuhan dengan saudara yang masih mahram, maka tidaklah membatlkan wudhu. Kecuali jika tertidur, maka kita harus mengulangi wudhu (hal 32).

Kemudian ada pula penjelasan tentang kewajiban saat puasa. Seringkali kita melakukan puasa hanya dengan menahan diri dari rasa lapar dan haus. Padahal selain harus menahan lapar dan haus , kita juga harus menahan diri dari berbuatan keji dan perbuatan yang sia-sia. Seperti menguncing, berbuat riya’ dan banyak lagi.

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Ibnu Khuzaimah menjelaskan, “Puasa tidak hanya menahan diri  dari makan dan minum (semata), tetapi menahan diri dari perbuatan keji dan sia-sia.” (hal 83).
Selain tiga pembahasan tersebut, akan dibahasa juga tentang pentingnya menjalakna shalat lima waktu, shalat tumakninah, pentingnya bersedekah dan banyak lagi. Diceritakan dengan mode picture book, anak  pasti akan suka. Karena bahasanya singkat yang disertai gambaran langsung kejadian. Buku ini sangat bermanfaat.

Srobyong, 25 Oktober 2018

Wednesday, 29 August 2018

[Resensi]Mengenalkan Ayat Kauniyah dan Qauliyah Pada Anak

Dimuat di Duta Masyarakat, Duta Masyarakat Sabtu 18 Agustus 2018


Judul               : Al-Quran Menakjubkan : Manusia dan Alam
Penulis             : DK Wardahani
Ilustrator         : Diani Apsari & Amalia Kartika Sari
Penerbit           : Qibla
Cetakan           : Pertama, April 2018
Tebal               : 176 halaman
ISBN               : 978-602-455-459-0
Peresensi         : Ratnani Latifah. Alumni Universitas Islam Nahdlatul Ulama, Jepara

Membekali anak dengan pendidikan agama sejak dini merupakan pilihan tepat. Karena pendidikan agama adalah pondasi kuat, yang akan membangun kejiwaan, keimanan dan ketawaan anak.  Selain itu dengan bekal pendidikan agama, anak akan tumbuh menjadi sosok yang bertanggung jawab dan berakhlakul kharimah. Salah satunya adalah  mengenalkan anak dengan ayat kauniyah dan qauliyah. Karena secara tidak langsung keduanya akan membuat anak mengenal ciptaan Tuhan dan juga belajar tentang keesaan Tuhan.

Ayat kauniyah adalah ayat yang menunjukkan segala sesuatu yang diciptakan Allah. Hal ini berkaitan dengan apa yang diciptakan Allah, baik itu berupa benda, kejadian atau peristiwa yang ada di alam semesta ini. Sedang Qauliyah adalah ayat-ayat yang difirman Allah, yang berhubungan dengan cara mengenal Tuhan.  Namun perlu dicatat, dalam mengenalkan pendidikan tentang ayat-ayat kauniyah dan qauliyah, orangtua harus pintar-pintar dalam memilih media yang menarik dan cocok bagi anak. Salah satunya dengan media membaca.

Di antara buku yang patut dibaca untuk anak yang sesuai dengan tema  tersebut adalah buku karya DK Wardhani yang berjudul “Al-Quran Menakjubkan : Manusia dan Alam” ditampilkan dengan kemasan yang menarik, penuh dengan gambar-gambar apik, anak akan semangat dan tertarik untuk belajar dan membacanya. Apalagi penulis memaparkannya dengan bahasa yang sederhana, sesuai dengan pemahaman anak.

Pada bagian pertama kita diajak mengenal dengan manusia pertama yang diciptakan Allah. Dialah Nabi Adam AS yang diciptakan  dari tanah  dengan bentuk manusia. Lalu ditiupkan ruh kepadanya. Nabi Adam As tidak memiliki ayah dan ibu. Nabi Adam As diberi  kelebihan ilmu dibanding makhluk Allah lainnya.  Agar memiliki keturunan Allah memberikan Nabi Adam AS, istri bernama Hawa. Alasan kenapa Allah menciptakan manusia adalah untuk menjadikan manusia sebagai khalifah di bumi.

Hal ini senada dengan firman Allah dalam surat Al-Baqarah ayat 30. “Ingatlah ketika Tuhanmu berifirman kepada para malaikat : Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di bumi.” (hal 2).

Allah menciptakan manusia dengan bentuk sebaik-baiknya. Oleh karena itu kita patut bersyukur kepada Allah.  Coba kita lihat bentuk tubuh kita. Dimulai dari kaki, tangan, indra mepengecap, mata, gigi, hidung, otak, telinga, sistem pencernaan dan lain sebagainya, masing-masing memiliki manfaat tersendiri.  Dalam surat  Al-Infithaar ayat 7-8 dijelaskan, “Allah telah menciptakan kamu lalu menyempurnakan kejadiamu dan menjadikannya (sususan tubuh)-mu seimbang, dalam bentuk apa saja yang Dia kehendaki, Dia menyusun tubuhmu.” (hal 9).

Misalnya saja  keberadaan gigi yang berguna untuk merobek dan mengunyah makanan. Gigi juga memiliki pelindung yang disebut email. Pelindung itu membantu mencegah lubang di gigi.  Atau otak yang bisa membuat kita berpikir dan memutuskan banyak hal. Selama kita masih hidup, otak bisa menerima dan mengolah jutaan informasi juga menyimpan jutaan ingatan.

Selain menciptakan manusia, Allah juga menciptakan alam. Ada langit,  bulan, matahari, bintang dan benda-benda langit lainnya.  Terciptanya benda di langit ini menunjukkan betapa besar kekuasaan Allah.  Salah satunya kita bisa merenungkan ayat 190 dan 191 dalam surat Ali Imran. “Sesungguhmya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang yang berakal. Yaitu orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-siang.” (hal 85-86).

Ayat-ayat yang termatub dalam buku ini, selain mengingatkan kita tentang ciptaan Allah, juga mengajak kita untuk mempercayai kebesaran Allah.  Berbagai peristiwa yang ada di muka bumi, seperti terjadinya siang dan malam, pergantian waktu, hujan, kilat dan petir, atau angin, semua sudah Allah jelaskan dalam Al-Quran. Dan hal ini menunjukkan betapa besar kuasa dan kehendak Allah. 

Dilengkapi dengan aktivitas seru, buku ini sangat menarik untuk disugukan kepada anak. Apalagi melalui buku ini, anak juga bisa belajar tentang fakta sains yang ada dalam Al-Quran.  Jadi selama membaca buku ini, selain anak bisa meningkatkan iman dan takwa, ilmu tentang pengetahuan alam dan teknologi juga bisa bertambah.

Srobyong, 26 Mei 2018

Monday, 6 August 2018

[Resensi] Kumpulan Cerita Akhlak Baik Sehari-hari

Dimuat di Analisa Medan, Jumat 20 Juli 2018



Judul               : Komik Sahabat Anak Muslim
Penulis             : Watiek Ideo & Riera Faaizah D
Ilustrator         : Wawan Kunkang
Penerbit           : Qibla
Cetakan           : Pertama, April 2018
Tebal               : 165 halaman
ISBN               : 978-602-455-519-1
Peresensi         : Ratnani Latifah. Alumni Universitas Islam Nahdlatul Ulama, Jepara

Manusia adalah makluk sosial, yang  tidak bisa hidup sendirian. Manusia selalu memerlukan bantuan orang lain. Artinya dalam kehidupan bermasyarakat, kita akan berhubungan dengan banyak orang. Baik dalam lingkup keluarga, tetangga, saudara atau sahabat. Oleh karena itu, untuk menjaga hubungan baik dengan sesama manusia, kita harus menjaga silaturrahmi.  Jangan sampai kita merusak hubungan atau memutuskan tali persaudaraan.

Agar kita bisa menjaga diri dari berbagai perbuatan buruk, maka kita perlu dibekali dengan pendidikan akhlakul karimah atau akhlak terpuji. Buku ini dengan paparan yang lugas dan renyah, menghadirkan kisah-kisah menarik bertema akhlak terpuji dalam kehidupan sehari-hari, yang pas untuk dibaca anak-anak. Sebagaimana kita ketahui, sejak dini anak harus dibekali pendidikan akhlak yang baik dan benar, agar anak tumbuh menjadi pribadi yang berakhlakul karimah. Pendidikan akhlak akan membangun pondasi kuat anak, agar menjadi sosok yang bertanggung jawab di kemudian hari.

Salah satu cara terbaik dalam mengenalkan anak pada pendidikan akhlak adalah melalui media baca dan gambar. Dan saya rasa buku karya Watiek Ideo & Riera Faaizah D sangat pas untuk dijadikan pilihan.  Karena buku ini memakai format komik, yang menggabungkan antara gambar dan tulisan. Selain itu pilihan format komik juga   akan memudahkan anak dalam memahami cerita, karena bahasanya sederhana, pendek dan tidak membingungkan.

Di antaranya ada kisah berjudul “Sang Pahlawan” yang menceritakan tentang bagaimana kita harus bersikap kepada binatang. Meski kita tidak suka terhadap binatang tertentu, kita tidak boleh kasar. Kita harus tetap menyayanginya dan tidak menyakitinya. Karena setiap makhluk diciptakan Allah dengan manfaat masing-masing.

Hal ini senada dengan hadist yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi, “Setiap makhluk diciptakan untuk memberi manfaat bagi kehidupan, terutama bagi manusia. Namun, kita terkadang lupa untuk mensyukurinya. Tak perlu membenci berlebihan jika kamu tidak suka kepada binatang tertentu. Biarkan binatang hidup damai dengan tidak menyakiti mereka. ketahuilah siapa yang ada di bumi, niscaya kalian dikasihi oleh yang ada di langit.” (hal 16).

Ada pula kisah berjudul “Kok, Bekas?” yang menceritakan tentang masalah bakti sosial.  Fikri awalnya semangat untuk mengikuti bakti sosial dan siap menyumbangkan barang-barang bekas miliknya yang sudah tidak terpakai. Namun ketika mendengar Najib, temannya bahwa kalau sedekah harus memberikan sesuatu yang baru, Fikri pun jadi ragu dan malas.  Dalam kisah ini kita diingat bahwa yang terpenting dari sedekah itu bukan soal barang yang diberikan. Namun  yang penting adalah keikhlasan saat melakukan sedekah dan tidak memamerkan apa yang disedekahkan.

Tidak kalah menarik ada kisah berjudul “Rapat Acara Maulid Nabi” yang mengisahkan tentang sikap Nisa ketika diberi amanah oleh gurunya.  Dia diminta gurunya untuk mengikuti rapat dalam rangka membahas persiapan acara maulid Nabi. Namun Nisa terlalu santai, dia selalu menunda-nunda pekerjaan, hingga akhirnya dia terlambat dan kebingungan. Dia takut akan dimarahi gurunya, juga malu pada teman-temannya. Lalu apa yang akan dilakukan Nisa?

Kisah ini mengingatkan kita untuk selalu bertanggung jawab dengan tugas kita. Kita tidak boleh mengingkari janji yang sudah kita buat. Menepati janji akan membawa  kebaikan.  Dalam surat Ali Imaran dijelaska, “(Bukan demikian), sebenarnya siapa yang menepati janji (yang dibuat)nya dan bertakwa, maka sesungguhnya Allah SWT menyukai orang-orang yang bertakwa.” (hal 80).

Selain tiga kisah itu, masih ada tujuh kisah lain yang seru dan menarik.  Masing-masing kisah memiliki kekurangan dan kelebihan.  Seperti kisah “Sahabat Suka Duka” yang mengajarkan kita untuk saling tolong menolong kepada yang membutuhkan. Atau ada pula kisah  “Minggi, Dong!” yang mengingatkan kita untuk tidak mengolok-olok orang lain dan jangan memanggil nama teman kita dengan panggilan buruk. Karena bisa jadi orang yang kita cela itu lebih baik.  Dan masih banyak lagi. Dilengkapi dengan penjelasan Al-Quran dan hadist, buku ini sangat menarik dan patut dikenalkan kepada anak. 

Srobyong, 29 Juni 2018

Monday, 14 May 2018

[Resensi] Menjadi Muslim Gaul dengan Bersikap Santun

Dimuat di Radar Mojokerto, Minggu 29 April 2018 


Judul               : Komik Anak Shaleh, Yuk, Jadi Anak Muslim Gaul
Penulis             : Nagiga Nur Ayati
Ilustrator         : Msfstudio7
Penerbit           : Qibla
Cetakan           : Pertama, April 2017
Tebal               : 124 halaman
ISBN               : 978-602-394-517-7
Peresensi         : Ratnani Latifah. Alumni Universitas Islam  Nahdlatu Ulama, Jepara

Sekarang ini kita pasti sering mendengar kata ‘gaul’ yang kerap didegungkan anak-anak. Mereka selalu berusaha menjadi sosok gaul melalui kacamata mereka sendiri. Sayangnya pengertian gaul di mata anak seringkali salah.  Mereka berpikir gaul berarti mereka melakukan hal-hal menantang, bersikap sangar, memiliki gadget terbaru atau memakai berbagai pernak-pernik yang mencolok. Padahal jika ditilik dari arti kbbi, gaul merupakan hidup berteman atau bersahabat. Yang artinya dalam berteman harus saling meyayangi dan menghargai. 

Oleh karena itu anak harus diarahkan untuk mengetahui makna gaul yang sebenarnya. Salah satunya dengan membaca buku “Komik Anak Shaleh, Yuk, Jadi Anak Muslim Gaul” karya Nagiga Nur Ayati. Dalam buku ini anak akan dikenalkan cara gaul yang baik sesuai dengan tuntunan akhlak Rasulullah saw. Bahwa gaul yang baik adalah gaul yang mematuhi tata krama, yang membuat kita saling berkasih sayang bukan bermusuhan.

Misal saja tentang anjuran untuk berkata lembut.  Dikisahkan ada seorang anak yang tiba-tiba bersikap tidak sopan. Dia memarahi temannya hanya karena tanpa sengaja menghalangi jalannya. Padahal dia bisa menegur dengan baik-baik.  Bukankah ketika kita dikasari juga tidak mau?

Setiap orang pastinya tidak ingin diperlakukan kasar oleh orang lain. Oleh karena itu kita harus menghindari berkata kasar yang bisa menimbulkan sakit hati. Tunjukkan rasa kasih sayang, melalu perkataan yang lembut. Apalagi berkata lembut ternyata bisa menjaga kita dari api neraka. Rasulullah bersabda, “Jagalah dirimu dari api neraka, walau dengan sedekah separuh biji kurma. Dan jika tidak mendapatkanya, maka cukup dengan kata-kata yang lembut.” (hal  20).

Selanjutnya, menjadi gaul itu dengan bersikap setia kawan. Dikisahkan ada lima anak yang membuat janji untuk bertualang bersama. Dalam perjalanan, ada salah satu anak yang tergiur dengan buah mangga yang ada di kebun, yang mereka lewati. Anak yang tertarik itu mengajak teman-temannya untuk mengambil mangga. Namun teman lainnya mengingatkan bahwa mengambil milik orang lain perbuatan tercela. 

Lalu saat mereka melanjutkan perjalan lagi, salah satu anak terjatuh dan mengalami luka. Mereka pun memutuskan menunda perjalanan. Mereka membawa temannya ke rumah sakit dan menunggu temannya sembuh agar bisa bertualang bersama. itulah yang dinamakan setia kawan.

Setia kawan itu harus dalam wadah kebaikan. Jika teman mengajak mencuri, maka kita harus menolak dengan tegas. Setia kawan yang baik adalah dengan melakukan kebaikan bersama-sama. Karena orang mukmin dengan mukmin yang lain seperti satu bagunan, satu dengan yang lainnya saling mengokohkan (hal 44).

Kisah lainnya  adalah tentang ajakan untuk selalu menepat janji. Di mana dikisahkan ada seorang teman meminjam buku. Dia berjanji akan segera mengembalikan setelah membaca buku tersebut. Namun ternyata dia tidak menepati janji. Ketika pemilik buku meminta bukunya, dia selalu menghindar dan menunda-nunda dengan berbagai asalan.

Padahal ketika kita berjanji, kita harus menepati janji tersebut. Rasulullah pernah menerangkan, bahwa ciri-ciri orang munafik itu ada tiga. Yaitu jika  berbicara dusta, jika berjanji ingkar dan jika dipercaya berkhianat.  Pasti kita semua tidak mau disebut sebagai orang munafik, bukan? Oleh karena itu kita harus selalu menepati janji (hal 48).

Selain itu sikap gaul yang perlu kita miliki adalah selalu berkata jujur, saling menasihati,  menjaga rahasia, rendah hati, ikhlas, saling menolong, berprasangka baik, saling memaafkan, tidak kiri, selalu rukun dan banyak lagi.

Perpaduan gambar yang menarik dengan gaya bahasa yang mudah dicerna,  buku ini sangat rekomended dikenalkan kepada anak. Dengan membaca buku ini akan menumbuhkan sikap bertanggung jawab dan saling meyayangi sesama teman. Di sisi lain anak juga belajar tentang tata krama islami yang memang merupakan fondasi kuat bagi anak yang sangat perlu dikenalkan sejak dini.


Srobyong, 12 November 2017 

[Resensi] Cerita dan Aktivitas Penuntun Akhlak Islami

Dimuat di Harian Analisa Medan, Jumat 27 April 2018



Judul               : 365 Cerita dan Aktivitas  Penuntun Akhlak Islami
Penulis             : Dian K & Tethy Ezokanzo
Ilustrasi           : Doni Rakhman
Penerbit           : Qibla
Cetakan           : Pertama, 29 Januari 2018
Tebal               : 978-602-455-293-0
Peresensi         : Ratnani Latifah. Alumni Universitas Islam Nahdlatu Ulama, Jepara

Pendidikan akhlak sudah semestinya dikenalkan kepada anak sejak dini. Karena akhlak adalah pondasi utama bagi sikap yang dimiliki seseorang. Dengan memiliki akhlak yang baik, maka hal itu akan menjadi bekal anak dalam bergaul dan menempatkan diri di lingkungan. Oleh karena itu penting bagi orangtua untuk mengenalkan dan memberi teladan akhlakul kharimah pada anak.  

Memang proses dalam pengenalan akhlak itu tidak akan mudah, oleh karena itu perlu ada pembelajaran secara bertahap dan  terus- menerus, agar anak terbiasa. Selain itu penting diketahui orangtua, dalam mengenalkan anak kita perlu melakukannya dengan cara yang menyenangkan, ramah dan mudah dipahami, ehingga anak tidak  cepat bosan atau malah tertekan.

Buku “365 Cerita dan Aktivitas  Penuntun Akhlak Islami” saya pikir akan sangat cocok dibaca bagi anak dengan orangtua sebagai pendamping. Karena di dalam buku ini terdapat berbagai kegiatan yang  bisa dijadikan teladan selama satu tahun penuh. Buku ini dilengkapi dengan kisah seru,  ilustrasi menarik,  pantun, hadis dan doa yang bisa dihafal anak.  dipaparkan dengan bahasa sederhana, dan tidak terkesan menggurui membuat buku ini sangat layak dibaca.

Misalnya saja pada bulan Januari anak diajak mengenal akhlak baik.  Misalnya dalam suatu kisah,  
ada Ade yang kesulitan dalam pelajaran matematika. Suatu hari dia bersempatan menyontek, karena melihat  soal ujian matematika yang sedang di foto kopi. Ade bahkan sempat mengambil kertas ujian tersebut. Namun Ade sadar, menyontek adalah perbuatan tercela. Lebih baik dia jujur dan belajar lebih giat daripada melakukan kecurangan (hal 3).

Atau dalam kisah lain yang dialami Zahra.  Tanpa sengaja Ali merusak  kolase buat Zahra. Padahal Zahra sudah berusaha membuat kolases itu seharian.  Karena takut dapat amarah dan amukan dari Zahra, Ali memilih sembunyi di kamar. Tapi ketika tanpa sengaja dia mendengarkan percakapan Zahra dan ibunya, ketika melihat kolasenya rusak, Ali akhirnya merasa bersalah dan meminta maaf (hal 15).

Kemudian di bulan Februari, anak diajak belajar tentang keimanan.  Dalam sebuah kisah berjudul “Percaya pada Allah” di sini akan dikenalkan dengan sikap berserah dan tawakal kepada Allah. Tapi tentu saja setelah melakukan usaha. Diceritakan Papa Haifa di-PHK karena perusahaan tempatnya bekerja bangkrut.  Akan tetapi ketika mencoba mencari pekerjaan baru, Papa Haifa tidak kunjung dapat pekerjaan baru. Akhirnya Papa Haifa memilih berjualan roti bakar. Sayangnya bukannya untung, jualan itu lebih sering rugi. Haifa pun jadi sedih. Akan tetapi Papa Haifa tidak menyerah, akhirnya lambat laun usaha itu mulai berkemnang (hal 35).

Dan di bulan Maret, anak diajak belajar saling menyayangi. Seperti yang dilakukan Dino ketika memiliki adik baru. Awalnya tentu saja Dino sebal dan takut. Dia khawatir kalau ada adik baru, maka perhartian ibu dan ayahnya akan berkurang. Tapi anggapan itu ternyata salah. Dino pun tidak lagi benci pada adiknya. Di malah merasa sayang, karena adiknya sangat lucu.

Selain beberapa kisah tersebut tentu saja masih banyak kisah lain yang tidak kalah seru dan menarik.  Misalnya di bulan April anak akan dikenalkan dengan masalah ibadah, selanjutnya di bulan  Mei, berbakti kepada orangtua, bulan Juni, sedekah, bulan Juli Dakwah dan Jihad, dan banyak lagi.

Keunikan lainnya,  dalam buku ini juga dilengkapi kisah sejarah nabi dan sahabat yang patut dijadikan renungan.  Anak jadi mengenal sejarah  kepemimpina  Abu Ubdaiha—pemimpin yang rendah hati, Salman Al-Farisi gubernuh yang sangat sederhana, masuknya Bilal pada agama Islam dan banyak lagi.

Dalam buku ini kita juga diajari bersikap amanah, selalu bersyukur, menyayangi binatang, memiliki sikap empati, rajin beribadah, hormat peada orangtua dan sikap-sikap terpuji lainnya. Dilengkapi dengan aktivitas seru yang menididik anak, rasanya sangat rugi jika tidak memiliki dan membaca buku ini.

Srobyong, 22 April 2018

Wednesday, 9 May 2018

[Resensi] Kenali Penyebab Penyakit Kanker

Dimuat di Jateng Pos, Minggu 22 April 2018



Judul               : Mana yang Menyebabkan Kanker?
Penulis             : DR. Toshio Akitsu
Penerjemah      : Shela Rewata
Penerbit           : Qanita
Cetakan           : Pertama, November 2017
Tebal               : 160 halaman
ISBN               : 978-602-402-107-7
Peresensi         : Ratnani Latifah. Alumna Universitas Islam Nahdlatul Ulama, Jepara

Di belahan dunia mana pun, baik di Jepang, Indonesia atau negara lainnya, kanker merupakan salah satu penyakit yang menjadi momok bagi setiap orang. Karena tingkat kematian paling tinggi di dunia disebabkan oleh kanker. Lebih dari 8,2 juta orang meninggal karena kanker dan lebih dari 14 juta jiwa terjangkit kanker dan bahkan bisa bertambah setiap waktu. Di Indonesia sendiri, Badan Kesehatan Dunia memprediksi bahwa di tahun 2030 orang yang mengidap penyakit kanker akan meningkat.   

Buku ini dengan pemaparan yang lugas, aktual dan mudah dipahami mencoba mengenalkan kepada kita, tentang penyebab  kanker—baik yang terjadi karena masalah gen, ataupun karena kebiasaan yang dilakukan masyarakat. Tidak ketinggalan melalui buku ini, penulis mengajak kita untuk mengetahui cara pencegahan dan pengobatannya.

Dimulai dari kebiasaan pola makan yang sering dilakukan masyarakat, yaitu memakan daging berlebihan.  Pada saat mencerna daging, usus bekerja lebih keras, dan hasilnya muncul-lah kemungkinan kanker usus besar. Kita harus tahu bahwa jika kita makan daging terus-menerus, bakteri jahat dalam usus meningkat. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya bakteri jahat bernama klostridium. Bakteri jahat inilah yang menjadi penyebab timbulnya kanker (hal 44). Oleh karena itu untuk menghindari kanker, kita harus mulai mengurangi makan daging secara berlebihan. Atau pilihan lainnya, kita bisa menambah mengkonsumsi yoghurt, agar risiko kanker menurun.

Sebagaimana kita ketahui karsinogen adalah zat kimia penyebab kanker. Di dalam kacang tanah terdapat fungsi aflatoksin yang mengandung zat karsinogen yang kuat. Oleh karena itu penting bagi kita untuk sebisa mungkin tidak mengkonsumi makanan tersebut secara terus-menerus dan kita perlu memperhatikan keseimbangan gizi makanan untuk mengindari kanker.

Tidak kalah penting yang perlu kita perhatikan adalah kebiasaan makan kita yang sering mengkonsumi makanan gorengan atau dibakar. Perlu kita ketahui makanan yang mengandung karbohidrat jika dibakar atau digoreng dengan suhu tinggi lebih dari 120 derajat Celsius akan menghasilkan zat karsinogen. Oleh karena itu kita dihimbau untuk hati-hati dalam mengolah makanan. 

Berkaitan dengan kanker, kita juga harus mengontrol pemakaian garam secara berlebihan.  Mengkonsumi garam berlebihan bisa membuat kita terkena kanker lambung juga semua jenis kanker. Menurut penelitian Pusat Kanker Nasional,  kelompok dengan asupan garam tinggi jelas terlihat memiliki risiko kanker lambung yang lebih tinggi dua kali lipat, daripada kelompok dengan asupan garam rendah. (hal 52).  Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pun telah menyebutkan  bahwa anjuran konsumi garam adalah 5 gram per hari.

Kebiasaan lain yang sering dilakukan masyarakat adalah merokok. Inilah salah satu kebiasaan yang memiliki potensi tinggi, sehingga kita bisa terkena kanker—baik bagi perokok aktif atau perokoh pasif, juga keturunannya. Salah satunya bisa didapat dari asap. Asap rokok akan melukai membran mukosa pada selaput lendir, hidung, bibir, lidah, rongga mulut, tekak, pangkal tenggorokan dan lain-lain. Kemudian melalui air liur, di mana air liur yang keluar pada saat merokok, sama dengan air yang masuk pada putung rokok, yaitu banyak mengandung tar. Sedang jika air liur ditelan, tidak diragukan lagi akan meningkatkan kemungkinan terjangkit kanker lambung dan usus besar (hal 71).

Kemudian, kebiasaan menggunakan tabir surya yang konon berguna untuk melindungi wajah. Perlu kita ketahui, krim tabir surya mengandung komponen yang dapat memicu kanker kulit itu sendiri. Karena krim tabir surya ini mengandung titanium oksida—yaitu komponen yang menghasilkan oksigen aktif akibat reaksi sinar ultraviolet. Hal ini senada dengan paparan dari WHO, tentang dampak titanium oksida. Tidak kalah penting, komponen yang terdapat pada kosmetik dan krim tabir surya yang menjadi nano partikel seng pun akan melukai DNA, sehingga ada kekhawatiran menjadi penyebab kanker (hal  76).

Namun jika kita memang sudah terjangkit kanker, maka kita bisa melakukan tiga standar pengobatan; yaitu operasi bedah, terapi radiasi dan terapi kanker (kemoterapi).  Atau kita bisa juga melakukan pengobatan alternatif atau standar medis, sebagai penunjang.  Buku ini sangat patut kita baca sebagai langkah awal pencegahan kanker. Dengan begitu kita bisa lebih berhati-hati dan memulai hidup dengan sehat. Karena sehat itu mahal.

Srobyong, 26 Maret 2018 

Monday, 2 April 2018

[Resensi] Membiasakan Berdoa Sebelum Beraktivitas

Dimuat di Koran Pantura, Jumat 9 Maret 2018



Judul               : Anak Muslim Baca Basmalah
Penulis             : Mulasih Tary
Ilustrator         : Ginanjar Agus P, dkk
Penerbit           : Qibla
Cetakan           : Pertama, Juli 2017
Tebal               : 60 halaman
ISBN               : 978-602-394-495-8
Peresensi         : Ratnani Latifah. Alumni Universitas Islam Nahdlatu Ulama, Jepara

Sebelum melakukan aktivitas alangkah baiknya kita memulainya dengan doa.  Karena dengan berdoa, kita akan dimudahkan dalam segela urusan. Salah satunya adalah dengan membaca basmalah. Di mana basmalah adalah salah satu ayat yang terkandung dalam Al-Quran. Baslamah merupakan kalam Allah yang agung.

Selain itu basmalah merupakan pembuka dan ayat pertama dalam surat Al-Fatihah, basmalah juga menjaduipembuka seluruh surat dalam Al-Quran—kecuali Al-Fatihah. Dan basmalah sendiri mengandung banyak sekali keajaiaban. Bahkan Rasulullah juga menganjurkan untuk mengucapkan basmalah ketika hendak melakukan segala sesuatu (hal iii).

Menilik dari masalah tersebut penulis menghadirkan kisah yang mengajak anak untuk selalu membaca basmalah sebelum memulai aktivitas. Dengan pendekatan cerita, saya rasa buku ini sangat patutut dibacakan untuk anak. Buku ini sendiri terdiri dari sepuluh cerita yang dipaparkan dengan bahasa sederhana dan pastinya akan mudah dipahami anak.

Sebut saja kisah berjudul “Asrur Anak Patuh” di mana dalam kisah ini diceritakan Asrur adalah anak yang berbakti. Dia selalu mematuhi perintah orangtuanya. Dia selalu belajar dengan rajin. Bahkan Asrur memasakkan kedua orangtuanya.  Dia tahu bahwa orangtuanya pasti sangat lelah setelah bekerja seharian di sawah. Sedang dia belum diizinkan membantu dan hanya disuruh fokus belajar.
Oleh karena itu Asrur sangat bersyukur dan berterima kasih karena memiliki orangtua yang sangat pengertian.  Dia pun selalu berdoa untuk kedua orangtuanya. Tidak lupa sebelum berdoa dia memulainya dengan membaca basmalah (hal 1).

Ada pula kisah berjudul “Hari Istimewa untuk Kakek Willy” yang menceritakan tentang kebingungan Kakek Willy memilih baju. Kakek sudah membuka lemari pakaian dan mencoba beberapa, tapi kakek belum juga merasa ada pakaian yang cocok untuk dikenakan.  Melihat tingkah kakenya, Niko pun menawarkan bantuan.

“Mungkin ada sesuatu yang Kakek lupakan sehingga Kakak merasa setiap baju yang dikenakan tidak cocok,”  Niko mengingatkan kakeknya (hal 10). Sayangnya sang kakek tidak tanggap juga, akhirnya Niko mengingatkan kakek untuk membaca doa mamakaian pakaian. Tidak lupa dimulai dengan basamalah agar lebih berkah.

Tidak kalah menarik ada juga kisah berjudul “Game Baru Fahmi”. Dalam kisah ini diceritakan, Fahmi tidak bisa berkonsentrasi belajar karena terus kepikiran dengan game baru, yang baru saja dibelikan ayahnya. Sayangnya dia baru boleh bermain setelah belajr. Namun itulah masalahnya, Fahmi sama sekali tidak bisa konsentrasi. Dia tidak bisa mengerjakan PR dengan baik dan semakin gelisah,.
Melihat tingkah anaknya, sang ibu pun menghampiri Fahmi dan menasihati putranya untuk  berwudhu dulu, agar bisa fokus.  Dan setelah berwudhu, ibunya menyuruh Fahmi untuk membaca basmalah dan doa sebelum belajar. Akhirnya Fahmi pun bisa fokus belajar (hal 15).

Selain tiga kisah ini, tujuh kisah yang lain pun tidak kalah seru dan menginspirasi. Semua mengingatkan kita tentang pentingnya memulai pekerjaan dengan membaca basmalah, agar semua kegiatan kita bisa berjalan lancar dan tidak tergoda dengan setaan atau hal-hal yang merugikan.

Yang menarik lagi dari buku ini adalah setiap kisah dalam buku ini juga disertai hadis-hadis yang semakin menambah wawasan anak tentang keutamaan basmalah. Misalnya saja sebuah hadis yang diriwayatkan Imam Tirmidzi dan disahihkan al-Bani.

Rasulullah bersabda : “Barangsiapa yang membaca doa ini saat sore tiba : “Dengan nama Allah (bismillah), yang dengan (nama)-Nya tidak akan dapat membahayakan sesuatu pun yang ada di bumi dan di langit, dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Maka ia tidak akan ditimpa musibah yang tiba-tiba sampai pagi hari. Dan barang siapa yang  membacanya pada sore hari, maka ia tidak akan ditimpa musibah yang tiba-tiba sampai sore hari.” (hal 6).

Selain itu buku ini juga mengajarkan anak tentang nilai-nilai budi pekerti. Seperti mengajak anak untuk menjadi anak berbakti, rajin belajar dan tidak mudah tergoda dengan game, menyayangi kakek, berani meminta maaf jika bersalah, mendoakan kesembuhan teman dan banyak lagi. Memang benar dalam buku ini masih ada beberapa kesalahan tulis dalam penulisan nama tokoh. Namun saya rasa itu tidak mengurangi nilai-nilai dari buku ini.

Srobyong, 6 Januari 2017