Showing posts with label Blog Tour. Show all posts
Showing posts with label Blog Tour. Show all posts

Wednesday, 17 May 2017

[Blog Tour- Giveaway] No Place Like Home—Rumah Sebagai Sumber Kebahagiaan



Judul               : No Place Like Home
Penulis             : Alma Aridatha
Penerbit           : Ikon
Cetakan           : Pertama, April 2017
Tebal               : 289 halaman
ISBN               : 978-602-74653-7-4

~*~

Ganda tahu, kehidupan yang disebut sempurna tak sepenuhnya ada. Dia baru tahu siapa ayah kandungnya di usia sepuluh tahun. Sosok itu datang, mencoba mendekat, membuat ayah tiri yang juga disayanginya sedari kecil menjauh tanpa alasan yang pasti.

Ada banyak anak lain yang harus tumbuh tanpa orangtua di luar sana, tapi Ganda memiliki dua pasang orang tua sekaligus. Di saat anak-anak lain bisa berdamai sekaligus menikmati ‘keberuntungan’ yang ada dalam hidup mereka, Ganda justru merasa kosong di antara semua yang seharusnya pantas disebut ‘keberuntungan.’

Keinginan Ganda sederhana. Dia mencoba mengisi hal-hal yang hampa itu dengan mencari tempat berteduh—yang memang tersedia untuknya. Yang kelak bisa dia sebut rumah. Meskipun, dia sendiri tidak sepenuhnya yakin.

~*~

Meminta maaf itu gampang. Memberi maaf itu sedikit lebih sulit, tapi masih bisa dilakukan. Namun, melupakan semua kejadian itu yang mustahil (hal 115).

Memiliki keluarga sempurna dan harmonis adalah harapan setiap orang. Namun ketika takdir berkata lain, bisakah kita protes atau menuntut kepada Tuhan? Novel ini mengisahkan kisah keluarga yang menarik dan memikat. 

Karena sebuah alasan yang pribadi, Ganda akhirnya memilih tinggal bersama ayahnya—Gio  yang baru dia kenal ketika berusia sepuluh tahun.  Keputusan ini tentu saja membuat ibunya—Tara kaget. Kenapa Ganda yang awalnya enggan mengenal ayahnya, tiba-tiba tertarik untuk tinggal bersama?

“Kenapa kamu tiba-tiba mau tinggal sama Papa Gio?”
“Cuma mau lebih dekat.” (hal 8).

Meski  tidak yakin dengan jawaban Ganda, Tara lebih memilih mengalah dan tidak memaksa. Dan meski sebenarnya tidak rela, pada akhirnya Tara memberikan izin pada Ganda untuk tinggal di Jakarta. Di mana itu adalah pilihan yang cukup berat bagi seorang ibu untuk melepas anak yang sudah empat belas tahun dia rawat dengan penuh perjuangan.

Pada titik inilah kehidupan baru menanti Ganda. Dia sangat tahu konsekuensi apa yang akan dia dapat ketika meninggalkan ibunya. Namun di sisi lain, Ganda juga ingin merasakan tinggal bersama ayah kandungnya. Juga mencari suasana baru—menemukan rumah yang sesungguhnya—rumah yang memberi ketenangan juga sumber kebahagiaan.

Hanya saja ketika di  rumah ayahnya, Ganda kembali harus menelan kekecewaan. Ternyata Gio sama saja dengan ibunya. Selalu mengedepankan segala fasilitas yang berlebih kepadanya, tanpa mengetahui apa yang sejatinya sangat ingin Ganda dapatkan.

Ganda tidak menginginkan sepeda gunung mahal atau motor sport terbaru atau rekening yang penuh dengan nominal angka. Dia hanyaa ingin lebih diperhatikan. Apakah keinginannya terlalu berlebihan? (hal 15).

Dan kesedihan Ganda semakin memuncak ketika mendengar ucapan orangtua Mama Jess—istri Gio (hal 113). Ganda terluka. Dia tidak tahu kenapa kesalahan masa lalu orangtuanya harus dilemparkan padanya. Kenapa semua orang membenci dirinya? Apakah dia dilahirkan untuk dibenci?

Di sisi lain Ganda cukup menikmati masa putih abu-abunya karena seseorang.  Perkenalannya dengan Nadya—teman satu kelasnya yang super cerewet namun cukup manis itu, membuat kehidupannya di sekolah sedikit berwarna. Ganda yang menutup diri dan tidak banyak bicara, namun pada akhirnya bersahabat dengan Nadya—karena sebuah insiden yang lucu.

Namun siapa sangka ketentraman yang baru secuil didapatkan, berubah seketika karena dia harus berhadapan dengan trouble maker di sekolah—Tommy. Di mana Ganda ditemukan hampir tewas, karena dipukuli Tommy dan genk-nya.

Membaca novel ini kita seperti dihadapkan pada potret kehidupan yang kerap terjadi di kehidupan nyata. Bagaimana nasib anak yang lahir karena sebuah kecelakaan. Iya kalau ayah dan ibunya kemudian menikah. Namun bagaimana jika baik ayah dan ibunya kemudian sudah memiliki keluarga masing-masing? Inilah yang dirasakan Ganda. Ketika dia harus menerima, bahwa dia memiliki dua ayah juga dua ibu.

Ini adalah kali pertama membaca karya Alma Aridatha. Dan saya sangat menikmati setiap lembar kisah yang dipaparkan. Memikat dan menarik. Saya suka gaya bahasanya yang lugas dan tetap renyah. membaca novel ini ada sisi romance, lucu dan mengharukan. Bahkan jujur ketika membaca novel ini sampai berkaca-kaca, ketika membayangkan menjadi sosok Ganda.

Penulis sangat piawai dalam mengemas kisahnya, hingga membuat saya larut ketika membacanya.  Apalagi dalam permainan alur maju mundur yang membuat saya ikut bertanya-tanya ... ada masalah apa antara Ganda dan Dimas hingga membuat dua orang yang saling peduli akhirnya bentrok dan saling melukai?  Tidak ketinggalan adalah bagaimana menggambarkan tentang persahabatan Ganda dan Nadya yang lucu dan menggemaskan. Keunggulan lain dari novel ini adalah layout yang manis dan menambah semangat buat membaca.

Hanya saja dalam novel ini masih ditemukan beberapa kesalahan ketik dan tulisan kurang jelas karena layout yang saling tumpang tindih. Lepas dari kekurangannya novel ini recomended buat dibaca.

Dari novel ini kita bisa belajar untuk menjadi pribadi yang selalu menjaga diri agar tidak sampai lepas kontrol dalam menjalin hubungan. Kita juga bisa belajar bagaimana cara yang baik dalam memperlakukan dan mendidik  anak. Bahwa materi bukanlah cara terbaik untuk memberi perhatian anak, tapi perhatian dan bimbingan itulah yang diinginkan anak.

Tidak ketinggalan kita juga diingatkan untuk selalu jujur dan tidak memelihara dendam. “Dendam-dendam terus nggak akan kelar. Kayak lingkaran setan nanti.” (hal 275).

~*~

Giveaway Time


Alhamdulillah saya diberi kesempatan sebagai pembuka dari rangkaian Blog Tour “No Place Like Home” Kak Alma Aridatha. Kali ini Kak Alma dan Penerbit Icon akan membagikan satu novel No Place Like Home + tumbler bagi satu pemenang yang beruntung. Untuk syaratkan gampang banget.

1.      Memiliki alamat pengiriman di Indonesia.

2.      Follow media sosial kami :


-          Follow blog ini 
-          Twitter : @Ratnani_El_Kazuhana, @kinky_geek dan  @penerbit_ikon
-          Instagram: @kazuhana_el_ratna  @almaridatha dan @penerbitikon 

3.      Share info Giveaway ini di salah satu media sosial yang kalian miliki :

-          Jika lewat twitter, mention @Ratnani_El_Kazuhana@kinky_geek dan  @penerbit_ikon dengan hastag #NoPlaceLikeHome.
-          Jika lewat Instagram, repost/regran postingan info Giveaway yang saya posting dengan mention  @kazuhana_el_ratna @almaridatha dan @penerbitikon dengan hastag #NoPlaceLikeHome.

4.      Jawab pertanyaan berikut ini :

Kita tahu rumah adalah surga buat kita sendiri (dalam artian karena di sana tempat kita tumbuh kembang dan menyimpan banyak memori—baik suka atau duka) Dan seberapa jauh kita pergi, pastinya kita akan selalu merindukan suasan rumah kita.

Nah, apa yang  selalu membuat kamu merindukan rumah? Apakah kebersamaan dengan keluarga? Omelan ayah atau ibu? Masakan ibu? Atau karena alasan lain? Ceritakan dan kasih alasannya, ya. J


Jangan lupa tulis nama asli, akun Twitter/ IG, domisili, link share dan jawaban kamu.

5.      Giveaway berlangsung sejak hari ini 17-21 Mei 2017.

6.      Pengumuman insya Allah dilakukan 3 hari setelah giveaway selesai.
Semoga beruntung.  



Penampakan  hadiah bagi yang beruntung :) 




~~~~~~Winner~~~~~~

Saatnya menentukan siapa yang beruntung mendapatkan novel "No Place Like Home" karya Kak Alma Aridatha.

Sebelumnya terima kasih atas keikutsertaannya dalam giveway kali ini.  Dan saya memilih : 

Cahyati Rizky H 

Silahkan DM saya di akun Twitter ; Nama, Alamat lengkap dan Nomor Hp untuk pengiriman hadiah. 

Dan bagi yang belum beruntung tetap semangat. Masih ada kesempatan buat ikutan giveway di blog Kak Rizky Mirgawanti dan Kak Asri Rahayu MS



Friday, 1 April 2016

[BLOGTOUR COME BACK TO ME] THE WINNER





Sudah tanggal 1 April nih, sudah saatnya mengumumkan siapa yang menjadi pemenang dari BlogTour Come Back To Me  J

Siapa kira-kira yang menjadi pemenang?
Penasaran?

Sebelumnya aku  mau mengucapkan terima kasih banyak buat semua teman-teman yang sudah memeriahkan blogtour ini. J

Jujur semua jawaban yang ada itu bagus-bagus, aku sampai bingung harus memilih yang mana. Tapi tentu saja aku hanya bisa memilih satu di antara semuanya. L Dan setelah  menimbang dan membaca berkali-kali semua jawaban yang  sangat  aku sukai adalah jawaban ini. Karena jawaban ini mewakili sekian banyak orang dalam memandang tukang kayu.
Intip, yuk alasannya:

Menurutku pekerjaan sebagai tukang kayu merupakan sebuah pembuktian. Kenapa? Aku setuju dengan kata-kata yang ada dalam review CMBT yang mengatakan bahwa pekerjan tukang kayu itu kadang diremehkan orang. Mereka memandang sebelah mata pekerjaan sebagai tukang kayu. Orang-orang kadang hanya akan memuji orang lain ketika mereka berprofesi sebagai dokter, pejabat, atau pun direktur perusahaan.

Maka dari itu pekerjaan menjadi tukang kayu merupakan suatau pembuktian kepada orang-orang yang meremehkan bahwa bukan dokter atau pejabat saja yang bisa dikatakan sebagai pekerjaan yang membawa kesuksesan, pekerjaan yang dapat dibanggakan. Menjadi tukang kayu juga bisa dibanggakan, kok. Bahkan menurutku itu pekerjaan yang membutuhkan seni tingkat tinggi. Butuh keuletan, ketelitian, kesabaran dan kehati-hatian. Coba bayangkan, ketika kamu membeli furniture, ternyata ada paku yang kurang pasang, tinggi kayu yang tidak sama rata misalnya, itu akan membahayakan, bukan? Kamu bisa jatuh dan terluka. Dan coba bayangkan jika tidak ada tukang kayu di dunia ini, bagaimana kamu bisa mengenal bangku dan meja?Mau belajar di mana atau duduk di mana? Oleh karena itu tukang kayu merupakan suatau pekerjaan yang tidak dapat dipandang sebelah mata dan merupakan suatu pembuktian. Bahwa bukan Cuma dokter dan guru yang diperlukan  tetapi kita juga butuh tukang kayu yang membantu kita membuat meja dan kursi. Selain itu gak Cuma dokter kok yang bisa sukses. Semua pekerjaan pada sadarnya bisa membawa  kesuksesan, kembali lagi kepada si pekerja masing-masing dimana dia melakukan pekerjaannya. Dan tukang kayu pun bisa membuktikan bahwa mereka juga bisa sukses seperti dokter karena mereka juga melakukan pekerjaannya dengan hati yang membawa kesungguhan.

Dan The Winner is ....
Prok prok prok!


Selamat buat 
 Fetreiscia Frida



Dm alamat ke saya , ya.  ke @ratnaShinju2chi ditunggu sampai besok tanggal 2 April 2016 

Buat yang belum beruntung, tetap semangat, ya. Masih ada kesempatan lain di Blogtour Come Back To Me yang masih berlangsung di blog kakak-kakak keren ini.


Asri Rahayu MS
Intan Novriza Kamala Sari
Sri Sulistyowati
Luckty Giyan Sukarno
Dedul Faithful

Friday, 25 March 2016

[BlogTour + Giveaway] Come Back To Me


Dan akhirnya sampai juga pada puncaknya.

~GIVEAWAY TIME~
Ada satu novel Come Back To Me buat yang beruntung J lho. Caranya mudah banget
Simak langsung, ya!

1.      Memiliki alamat pengiriman di Indonesia.
2.      Harus follow twitter @Twigora, @Arini_ni

3.      Follow  akun twitter @ratnaShinju2chi dan blog ini. Baik lewat G + atau e-mail ataupun via GFC (Google Friend Connect)

4.      Share info GA ini dengan memention @ratnaShinju2chi, @Twigora, @Arini_ni dengan hastag #ComeBackToMe

5.      Kasih komentar di Interview dan Review blog tour come back to me.

6.      Dan jawab pertanyaan berikut ini  dengan menyertakan, nama, akun twitter , domisili dan link share.

Apa yang kamu pikirkan tentang pekerjaan tukang kayu?

Giveaway berlangsung dari tanggal 25-31 Maret 2016. Pengumuman akan dilakukan tanggal 1 April 2016.

Semoga beruntung  J  ^^



[BlogTour] Review Come Back To Me — Arini Putri


Antara Mimpi, Cinta dan Penantian

Judul Buku                  : Come Back To Me
Pengarang                   : Arini Putri
Harga Jual                   : Rp 77.000
Isbn/Ean                      : 978-602-70362-5-3
Bulan/Tahun Terbit     : Januari 2016-03-25
Panjang x Lebar          : 13 x 19 cm
Jumlah Halaman          : 386 hlm
Genre                          : Contemporary Romance
Kategori                      : Novel 

Blurb:
SENNA
“Mataku tak bisa melihatnya, tapi aku merasa mengenal Ced lebih dari siapa pun. Dari tangan kasarnya, aku tahu dia adalah pekerja keras. Dari suaranya, aku bisa tahu betapa renyah tawanya. Dan tak peduli sesingkat apa pun kami bersama, kenangannya selalu bertahan lebih lama di dalam benakku.”

CED
“Mata almond Senna tak pernah terlihat sama. Terkadang gelap, terkadang mengeluarkan binar yang luar biasa indahnya. Lambat laun membuatku jadi egois, berharap sepasang mata miliknya itu bercahaya karenaku saja.”

*
Ced ternyata baru menyadari, hatinya sejak lama sudah jadi milik gadis itu,
seperti halnya hati Senna sudah dimiliki oleh laki-laki itu.
Namun ketika akhirnya menyadari cintanya pada Senna, Ced malah dihadapkan pada dilema yang teramat sulit untuk dihindari: antara harus memilih kebahagiaannya sendiri atau kebahagiaan gadis itu.
~*~
“Kadang ada yang lebih berharga dari impian kita. Kebahagiaan orang itu, lebih berharga dari ambisi kita.” (hal. 294)

Ced adalah pemuda yang memiliki ketertarikan terhadap furnitur. Sayangnya ketertarikannya itu tidak mendapat dukungan dari  sang ayah. Tapi Ced tidak peduli, demi mengerja mimpinya itu dia rela melepas kemewahan dan fasilitas dan keluarganya yang berada. Ced menghabiskan seluruh tabungannya  dan  membangun carpentry studio bersama, Malik—sahabatnya, Tanu,  Paman Widi—guru sekaligus orang yang sudah dianggap sebagai ayahnya sendiri. Berharap suatu hari mereka bisa membangun toko furnitur besar.  (hal. 5)

Ini carpentry studio versi aku

Ced tahu mengejar mimpinya itu tidak mudah, tapi dia juga tidak mau selamanya dijadikan boneka oleh sang ayah. Sejak kecil hidupnya dikontrol,  tidak bisa bebeas bergerak. Karena itu dia ingin membuktikan pada ayahnya bahwa dia bisa mewujudkan mimpinya sendiri.

Menilik masa lalu Ced yang semang selalu diatur membuatnya tumbuh menjadi sosok yang cukup tertutup dan  kurang bersosialisasi. Bahkan Ced pun kurang sinar matahari, bahkan mendapat julukan vampire karena memiliki selalu terlihat pucat.  Selama ini Ced memang selalu menghabiskan kesehariannya dengan balok-balok kayu dan peralatan pertukangan.

Imajinasiku tentang sosok Ced  itu Kim Woo Bin

Tapi kehidupannya berubah ketika pada suatu waktu dia menangkap sebuah gambar gadis cantik di kameranya. Gadis yang membuatnya merasa bersalah karena pernah mengatakan kata-kata tidak sopan. (hal. 30)

Senna, itulah gadis yang tertangkap kamera Ced. Gadis bermata almond. Gadis itu memang tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik dengan  manik mata indah juga senyum yang menyenangkan. Hanya saja kecelakan yang pernah terjadi pada usianya yang kesepuluh, telah membuat Senna harus rela kehilangan matanya. Tak ada lagi cahaya dalam hidupnya. Tapi didikan keras dari sang ayah membuatnya tumbuh menjadi gadis tegar.  Senna menjadi pemasok cookies di kafe Bittersweet.
Imajinasku tentang sosok Senna itu Park Shin Hye

   dan kafe bitteesweet

Dari rasa bersalah itu, lah yang kemudian menuntun Ced untuk mengenal Senna. Membuat dia menjadi sosok yang dirinya sendiri tidak tahu kenapa. Melihat gadis itu membuatnya terpaku seperti orang bodoh. “Ini gila. Baru kali ini dirinya membeku dan tak sanggup berkata apa-apa karena seorang gadis. Rasanya begitu aneh dan Ced juga tidak mampu menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya.” (hal. 44)

Ced benar-benar berubah setelah itu. Jika dulu dia suka mengurung diri di studionya, sekarang dia suka berlama-lama keluar. Khususnya di hari jumat. Bertepatan dengan  waktu Senna berkunjung ke Bittersweet. Dia dengan sabar akan mengikuti gadis itu hingga sampai di rumah memastikan Senna pulang dengan selamat.  Senna sendiri tidak pernah tahu jika selama ini ada seseorang yang selalu memerhatikannya dari jauh. Sampai pada suatu ketika insiden hujan-lah yang membuatnya mengenal Ced. Dan itulah awal pertemana mereka.

Ced merasa nyaman berada di samping Senna yang memiliki aura kebahagiaan yang tak pernah didapatkannya. Gadis itu sungguh berbeda dengan orang-orang yang selama ini dia kenal. Begitupun dengan Senna, dia senang bisa mengenal Ced yang baik hati juga pekerja keras.  Satu lagi, Ced tidak pernah menyinggung akan kebutaannya.

Kebersamaan itu tanpa mereka sadar tentu saja menumbuhkan perasaan lain di antara mereka. Hanya saja Senna terlalu takut. Dia menyadari siapa dirinya. Dan dia tidak mau serakah dengan mengharap cinta mengingat keadaannya sekarang. Begitupun Ced, dia memang sangat menyukai Senna, tapi sejak melihat ketakutan Senna ketika dia menunjukkan perasan sukanya, membuat Ced berpikir ulang. Jika dengan menjadi teman dia tetap bisa berdekatan dengan gadis itu. Maka dia akan rela melakukannya.

Tapi ternyata tak semudah itu. Sebuah masalah timbul pada carpentry studio, gadis yang disukai--Senna, juga tentang ayahnya. Ced berada dalam kebimbangan haruskan dia bertahan demi mimpinya atau kebahagiaan Senna.  
~*~

Ini novel Arini Putri yang pertama kali aku baca. Tapi aku suka dengan gaya bahasa berceritanya yang renyah dan asyik untuk diikuti. Pelan tapi membuat perasaan tidak menentu, karena menunggu  kejutan-kejutan apa yang dibuat dalam pergantian bab. Penjabaran settingnya juga cukup detail dan membuat hanyut dalam cerita itu. Arini sukses membuat emosiku tertaduk-aduk ketika membaca novel ini. Menggemaskan.

Novel ini sejatinya simpel. Penulis fokus pada tokoh Ced dan Senna. Menggambarkan dengan detail karakter tokoh hingga mudah dibayangkan bagaimana sosok Senna dan Ced.  Namun begitu tokoh-tokoh yang lain seperti, Tanu, Malik, Karin dan Pak Widi juga memiliki peran penting yang membuat cerita semakin berwarna. Sebenarnya aku ingin ada kejutan tersendiri tentang sosok Malik dan Karin. Hheh. Entah kenapa setiap ada Karin, seolah Malik seolah mendorong  Ced untuk selalu bersikap baik. Mungkin karena sesuatu. [Imajinasi sendiri] J Abaikan.

Keunikan dalam novel ini adalah pilihan profesi yang dipilih. Karena memang sangat jarang dari novel-novel romence yang kubaca, menjadikan tokoh utamanya bermimpi menjadi  seorang tukang kayu. But, aku salut penulis mampu menjelaskan detail tentang profesi tukang kayu.sehingga terkesan benar-benar nyata. Juga tentag filosofi kayu itu sendiri. Begitupun dengan pekerjaan Senna sebagai cookies. Sebenarnya biasa saja, tapi karena Senna adalah tuna nertra maka itu menjadi berbeda dan pasti penuh tantangan.

Tema tukang kayu dalam novel ini seolah menyindir tentang pekerjaan tukang kayu yang kadang suka dipandang sebelah mata yang termaktub dalam percakapan ini.

“Kamu yakin bisa terus hidup dari kayu-kayu ini?”

“Ced, ayah enggak besarin kamu kamu buat jadi  tukang kayu. Ayah enggak didik kamu buat megang palu, motong kayu, pakai kaus lusuh kayak gitu, kamu yakin itu mimpi atau kebodohan?” (hal. 147-148)

“Ingat Ced, Ayah enggak akan ngebiarin anak Ayah menjadi tukang kayu lusuh ... di tempat kumuh kayak gini.” (hal. 148)

Padahal, tukang kayu itu pekerjaan halal dan memiliki banyak manfaat. Coba kita berpikir sebentar, jika tidak ada tukang kayu, memang siapa yang akan membuat kursi, meja juga almari dan teman-teman lainnya itu? Maka tak seharusnya orang itu meremehkan pekerjan orang lain.

Masih ditemukan beberapa keselaan dalam penulisan dalam buku ini. Seperti penulisan kita yang menurutku seharunya ditulis kami, karena menyesuaikan artinya. (hal. 9). Lalu penulisan terbalik, di mana harusnya itu ditulis Ced, tapi malah ditulis Malik—seru Malik, berusaha membujuk Malik.  (hal. 21) Kurang tanda titik (hal. 94)

Alur dalam novel ini juga cukup lambat. Aku selalu menunggu-nunggu, kapan masalah terberat dalam novel ini? Kapan klimak cerinta, tapi ternyata aku harus sabar dan berhati-hati untuk mencapai puncaknya.

Tapi lepas dari kekurangannya ..., Come Bacak To Me adalah novel Contemporary Romenance yang recomended untuk dibaca. Tentang keluarga, cinta dan mimpi. Serta kesabaran.  Membaca novel ini  akan membuat kita  gemas dan jatuh cinta dengan tokoh-tokohnya serta cerita itu sendiri.

Novel ini mengajarkan sesuatu yang berharga. Berani mengejar mimpi serta menerima takdir Tuhan dengan lapang. Serta mengingatkan, bahwa sebagai sesama manusia kita tidak boleh menghakimi orang lain berdasarkan propesi yang ditekuni. Juga beberapa pesan yang termatub  dalam quote yang manis.

“Daripada nunggu orang lain minta maaf, lebih baik kita yang  ngucapin itu dulu. Minta maaf itu enggak dosa, kok. Enggak memalukan juga.” (hal. 114)

“Buat bahagia itu nggak susah, kok. Dalam keadaan apapun seharusnya kita bisa bahagia, karena bahagia itu pilihan. Kunci terbesarnya, menikmati apa yang kita punya dan enggak serakah.” (hal. 115)

Photo Challenge

Wah, ternyata sudah sampai tahap ini. Jujur dari semua step yang harus aku lakukan dalam blog tour ini, photo challenge adalah yang paling susah. Karena aku selalu kesulitan pasang muka sedih kalau foto. Soalnya lebih suka foto tebar senyum gitu.

Nah sudah kelas, tinggal nunggu Giveawaynya, akan ada satu novel buat kamu. Tetap pantengin aja, ya

Eh tadi, kan aku dah ngasih gambaran ala aku yang emang demen Korea tentang sosok Senna dan Ced, kalau menurut kamu mereka mirip siapa, sih? Nggak harus artis korea, kok bias artis mana saja. Hehh. Kan bebas berimajinasi, gambar sendiri juga boleh J


[BlogTour] Come Back To Me Interview With Arini Putri


Selamat datang di blog sederhanaku. J Jika kemarin-kemarin aku mungkin hanya posting review buku atau curhatan tentang kisah aku dan buku. Kali ini aku membawa misi lain, lho. J Misi yang insya Allah akan  membuat teman-teman merasa senang. J. Karena kali ini aku datang dengan mengadakan BlogTour #ComeBackToMe karya Kak Arini Putri.

Yup, alhamdulillah aku mendapat kesempatan dari Penerbit Twigora untuk menjadi salah satu host  Blog Tour #ComeBackToMe. Terharu banget.  Ada 1 exlempar novel ini buat yang beruntung nanti. J
Sebelum kenalan dengan novel Come Back To Me, lebi baik kita kenalan dulu sama penulisnya. Kebetulan dalam blog tour kali ini aku  berkesempatan  mewawancarai penulis keren ini. Yuk, cap cus kenalan sama Kak Arini Putri.

Aku            : Apa yang melatar belakangi pembuatan novel ini, Kak? Ide kasarnya dari mana dan  kenapa memilih judul Come Back To Me? Mungkin ada filosofi khusus? 
Kak  Arini : Novel ini mulai ditulis setelah aku mendapat tawaran dari Abang Christian Simamora. Selain itu aku memang tertarik untuk menulis tentang gadis tuna netra. Untuk judul, aku diskusikan bersama Abang. Judul Come Back to Me sendiri muncul dari Abang dan aku merasa pas dengan judul itu. Judul itu aku rasa menggambarkan perasaan Ced dan Senna yang saling merindukan kehadiran satu sama lain.
Aku            : Apa sih motivasi Kak Arini  menjadi penulis?
Kak Arini : Awalnya, aku sendiri juga enggak tahu apa tujuanku menulis novel. Aku pikir, aku menulis cuma karena aku suka dan aku senang melihat reaksi orang-orang setelah membaca karyaku. Tapi seiring waktu, apa yang aku harapkan mulai semakin jelas. Dengan menjadi penulis, aku ingin berbagi cerita dengan banyak orang lewat tulisanku and I want to give them comfort.
Aku            : Menurut Kak Arini bagaimana membuat setting  dalam novel yang baik agar tidak terkesan tempelan?
Kak Arini : Hehe sebenarnya aku merasa belum pantas menjawab pertanyaan ini, karena aku sendiri merasa masih lemah di setting. Tapi sejauh ini panutanku adalah pelajari setting sedetail mungkin, supaya nantinya kamu bisa membangun suasana adegan dengan baik dan menyatu dengan setting. Dan walaupun kita punya banyak pengetahuan tentang setting, masukkan deskripsi setting seperlunya saja, sesuai kebutuhan cerita. Jangan berlebihan karena akan terkesan membosankan dan mirip buku panduan traveling hehehe.
Aku        : Bagi tips dong Kak, bagaimana cara membagi waktu antara menulis dan kesibukan di dunia nyata.  Biasanya kakak menulis itu memiliki jadwal sendiri atau menulis langsung ketika ada ide? 
Kak Arini : Sediakan jadwal untuk menulis. Walaupun cuma sebentar, enggak masalah, yang penting setiap hari ada waktu untuk menulis. Aku biasanya menulis malam hari, karena itu waktu yang paling minim gangguan dari orang-orang rumah. Kalau tiba-tiba terlintas ide, biasanya aku catat dulu garis besarnya.
Aku       : Dari beberapa novel yang sudah Kak Arini terbitkan, novel mana yang paling berkesan dan kenapa? 
Kak Arini : Uhm…mungkin…Goodbye Happiness? Sepertinya aku punya ikatan yang sangat kuat   dengan Skan. Kadang aku kesal sendiri dengan Skan, tapi di sisi lain aku mungkin yang paling sayang sama dia, selain Tink. Dan rasanya sampai saat ini aku masih sering merindukan Skan. Buat aku, walaupun ke depannya akan banyak tokoh-tokoh utama pria yang aku ciptakan, Skan selalu punya tempat di hatiku. ^^ Tapi Ced juga saingan berat buat Skan. Hehehe.

Nah ini ini  hasil wawancara singkat sama Kak Arini. Bagiamana proses kreatif dari pembuatan novel ini. Kalau masih penasaran lebih detail dengan sosok penulis ini ..., aku bocorin deh biodata lengkapnya.

Biodata Kak Arini Putri



ARINI PUTRI
Lahir di Surabaya, 22 Juli 1991. Lulusan Psikologi Universitas Gadjah Mada. Pengagum J.K. Rowling, Lemony Snicket, dan mulai menikmati karya Banana Yoshimoto. Seperti Senna, Arini menikmati baking yang baginya therapeutic.  Punya ketertarikan yang aneh pada lagu lawas Korea. Diam-diam berharap bisa bernyanyi semerdu Kim Taeyeon dan Lea Salonga. Saat ini, masih sibuk menulis novel dan mempelajari bahasa Korea.

Twitter : @arin_ni
Blog : ariniputri.wordpress.com

Nah sudah kenalan kan sama kakak kece ini. Setelah ini tunggu postingan review buku ini. So, jangan ke mana-mana. Tetap ikutin rangkaian blog tour ini, ya J

Kamu juga bisa pantengin BlogTour ini di blog lainnya, lho.  Ini, nih link alamat blog yang bisa kamu pantengin :) 

21 Maret
Mellisa Assa
 (masih berlangsung)


22 Maret
Athaya Irf
(masih berlangsung)

23 Maret
Martina Sugondo
(masih berlangsung)

24 Maret
Anastasia Cynthia Tanawi
(masih berlangsung)

25 Maret
Ratnani Latifah
(Yogi ) 

26 Maret
Asri Rahayu MS

27 Maret
Intan Novriza Kamala Sari

28 Maret
Sri Sulistyowati

29 Maret
LUCKTY GIYAN SUKARNO

30 Maret
Dedul Faithful