Showing posts with label Orange. Show all posts
Showing posts with label Orange. Show all posts

Tuesday, 12 April 2016

[Review] Antara Wasiat dan Cinta


Judul               : Cherish You
Penulis             : Irfa Hudaya
Penyunting      : Yunisa
Penerbit           : Orange
Cetakan           : 1, 2015
Halaman          :  x + 302
ISBN               : 978-602-7729-49-0

“Mas, aku ikhlas seandainya aku tak ada, kau bisa menikah dengan perempuan lain. Namun  satu kupinta, ia harus menerima Aqiella. Ia harus perempuan jujur dan tulus yang mau menyayangi Aqiella dan juga ibu. Adakah itu? Ada Mas ... Dia Rifka, adikku.” (hal. 86)

Kematian Aini merubah kehidupan Rifka. Gadis yang baru lulus kuliah itu harus menerima takdir yang membuatnya jengah. Bagaimana tidak? Arini itu menyuruhnya menikah dengan kakak iparnya—Mahira.  Padahal Rifka sudah memiliki orang yang sangat dicintainya—Andri. Dia juga sebenarnya masih ingin mengerja karir dan masih ingin santai menikmati masa mudanya.

Tapi bagaimana pun wasiat itu memang harus dijalankan. “Rifka, itu wasiat. Sebuah wasiat dari orang yang sudah meninggal itu harus dilakukan sepanjang itu punya nilai ibadahnya.” (ha. 87)

Lalu Rifka sendiri, mengingat tentang Aqiella—anak dari Arini yang selama ini sudah dirawatnya sesuai permintaan sang kakak sebelum meninggal dunia.  Dia juga tidak bisa kehilangan sepupunya itu jika nanti Mahira menikah dengan orang lain. Iya kalau perempuan yang menikahi Mahira menyayangi Aqiella jika tidak?  Rifka sungguh dilema.  Sampai akhirnya sebuah nasihat menyadarkannya.

“Kalau kamu nikah karena dijodohin atau kamu nggak cinta, niati semuanya karena ibadah.”  (hal. 95)

Rifka akhirnya memenuhi wasiat itu. Kehidupan rumah tangga mereka pun akhirnya dimulai. Rifka diboyong ke rumah Mahira setelah sehari akad nikah dilangsungkan. Namun karena pada dasarnya keduanya belum bisa move on dari perasaan masing-masing, baik Rifka maupun Mahira memutuskan pisah ranjang. Mahira masih merasa mengkhianati Arini dan Rifka masih mencinta Andri.

Belum lagi karena memang  belum mengenal satu sama lain dengan baik, banyak kesalahpahaman di antara yang mereka yang memicu pertengkaran juga kejadian lucu. Seperti kejadian Mahira yang marah besar karena Rifka pergi tidak izin. (hal. 122) Lalu ibunnya Rifka yang tiba-tiba datang tanpa memberi tahu sehingga mereka harus repot memindahkan baju-baju Mahira ke kamar Rifka biar tidak ketahuan sang ibu kalau mereka pisah ranjang. (hal. 144)

Berjalannya waktu, baik Mahira dan Rifka mulai saling menyadari bahwa mereka saling membutuhkan dan saling tergantung.  Namun seseorang dari masa lalu mereka tiba-tiba muncul. Andri yang menawarkan cinta lagi pada Rifka. Dan Sita pacar pertama Mahira juga memiliki misi yang sama. 

Sebuah novel yang manis yang membuat meringis, mules dan tersenyum sendiri. Membaca Cherish You, maka harus siap dengan segala konsekuensi perasaan campur aduk.  Cerita dipaparkan dengan bahasa yang renyah dan asyik.  Pemakain pov bergantian dari tokoh juga menambah poin plus buat novel ini. Suka dengan pov Mahira yang terkesan sopan.

Hanya saja dalam pemakaian pov di sini masih ditemukan beberapa ketidaksinkronan. Yaitu dari aku menjadi saya atau sebaliknya (hal. 22,  40 dan 42) Masih ada juga beberapa kesalah kepenulisan, seperti sebuah kata yang harus ditulis kecil malah ditulis besar atau kurang tanda petik.

Namun lepas dari itu semua, novel ini asyik buat dinikmati.  Banyak kejutan-kejutan manis yang membuat tidak bosan ketika membaca.  Idenya juga berbeda dari kebanyakan, jadi seperti penyegaran.

Novel ini mengajarkan untuk selalu ikhlas ketika sebuah cobaan menimpa. Masalah jodoh dan mati itu mutlak ketentuan Tuhan. Allah sudah mempertemukan saya dengannya. Allah sudah memberikan satu pelajaran panjang untuk saya dalam menemukan  satu kebahagiaan saya. Tentunya Allah mempertemukan saya dengan Aini maupun Sita bukannya tanpa alasan. (hal. 297)


Srobyong, 12 April 2016 

Wednesday, 10 February 2016

[Review] Belajar Arti Komitmen Berjilbab Lewat Novel



Judul Buku                  : Jilbab (Love) Story
Penulis                         : Redy Kuswanto
Penerbit                       : Orange, Imprint Citra Media Group
Cetakan                       :1, 2015
Halaman                      : vi + 184 halaman
ISBN                           : 978-602-8508-01-8

Pernahkah merasakan dilema hebat yang mengharuskan untuk  memilih salah satu dari hal yang sangat kita sukai? Memilih antara menjaga prinsip dan komitmen berjilbab yang selama ini kita pegang atau menerima tawaran untuk tenar dalam sekejap mata.

Melody tidak menyangka bahwa dia  dinobatkan sebagai juara pertama pada ajang diva remaja, mengalahkan puluhan pesaing yang pastinya tidak kalah hebat darinya. (hal. 8) Dari ajang itu, dia mendapat tawaran rekaman secara exclusive di salah satu stasiun televisi ternama. Siapa sangka, keberuntungan begitu berpihak padanya. Dia sangat bersyukur dan begitu senang. Namun, kesenangan itu seperti dihembas begitu saja ketika Produser dan pemilik dua stasion televisi yang bernama Pak Bob mengajukan persyaratan yang tidak terduga. (hal.15)

Dia tidak menyangka jilbab yang dikenakan akan menghalagi langkahnya untuk meraih impian. Pak Bob, memintanya untuk melepas Jilbab ketika dia mulai rekaman. Padahal, proses dia memilih memakai jilbab pun bisa dikatakan penuh perjuangan. Tapi sekarang, dia malah diharuskan melepas jika tidak ingin kesempatan emas ini dialihkan pada orang lain. Ini adalah pilihan yang amat sulit baginya. Menjadi penyanyi dan memulai rekaman memang sudah menjadi mimpinya sejak kecil. Namun begitu, keputusannya untuk berjilbab juga bukan hanya sekadar main-main. Melody selalu ingat dengan pesan gurunya, “Berjilbab, dalam hal  menutup aurat, adalah kewajiban bagi setiap muslimah. Bukan latah mengikuti trend atau mode yang sedang marak bagi anak-anak muda zaman sekarang.” (hal. 39) Bagaimana dia harus memilih salah satunya, kalau keduanya itu teramat penting?

Belum menemukan penyelesaian dari masalah pertama itu ..., Melody dikejutkan dengan kabar dari neneknya, bahwa adiknya yang bernama Zen mengalami kecelakaan (hal. 47) Sakitnya cukup parah. Banyak biaya yang dibutuhkan untuk menyembuhkan luka itu. Sedang hadiah dari lomba menjadi diva remaja itu masih kurang.

Melody sungguh bingung antara memilih atau  menolak tawaran itu. Sedang batas waktu penandatanganan berkas-berkas tinggal sebentar lagi. Kalau mengingat keadaan adiknya, dia ingin  mempertimbangkan kembali tentang tawaran yang diberikan Pak Bob padanya. Mungkin dengan menandatangi kontrak itu bisa sedikit membantu biaya adiknya.  Tapi sisi lain dalam dirinya, menolak keras. Bagaimana dengan jilbabnya? Jilbab tidak hanya sekadar penutup kepala seperti topi yang bisa dilepas kapanpun yang dia inginkan. Lagipula ketika memutuskan untuk berjilbab, dia berjanji akan berusaha menjaga hidayah itu.

Namun, saat ini keadaan berbeda. Jika dulu pilihannya adalah antara mimpi dan jati diri, sekarang dia dihadapkan pada persoalan untuk menyelamatkan nyawa adiknya. Dia akan melakukan apapun untuk menyelamatkan adiknya. Dia pun menghubungi Pak Bob. Namun, ketika prodeser itu datang Melody malah tidak ditemukan di mana-mana. Dia menghilang dan tidak dapat dihubungi.

Novel yang sarat makna, antara lain; hakikat sebuah jilbab, tentang pentingnya mempertahankan komitmen dan prinsip yang sudah dipilih, pentingnya  menjaga niat, karena segala sesuatu akan tercapai sesuai dengan niat awal yang  diinginkan.  Karena sebuah niat baik akan membawa  pada pintu gerbang lainnya. Dan juga tentang saling peduli dan tolong menolong antara teman. Ada pula quote manis yang terselip makna yang tersirat.  “Hakikat Jilbab adalah perlindungan lahir dan batin.” (hal. 21) Diceritakan dengan gaya bahasa yang asyik dinikmati. Meskipun ada sedikit kesalahan penulisan tidak menutupi kenikmatan ketika membaca. 

Dapatkan buku ini di toko buku online BUKUPEDIA cek infonya di sini  Jilbab (Love) Story