Dimuat di Malang Post, Edisi; Minggu 28 Februari 2016
Kazuhana El Ratna Mida *)
Kardi
menatap lekat kotak persegi yang ada di depannya. Kotak yang sengaja dia beli
beberapa hari lalu untuk menyempurnakan ide yang dimiliki, tepatnya mungkin
keputusan yang diambilnya. Kardi tak merasa ragu. Toh, dengan melakukan ini,
dia bisa menjadi lebih baik dalam menjaga diri—pandangan dan menghapus
keburukan yang selama ini telah dilakukannya.
Kardi menarik napas. Memegang kotak, lalu membuka perlahan. Di sana ada sebuah pisau kecil yang sengaja
dibelinya. Dia sengaja memilih yang paling tajam, agar ketika dia mengambil
matanya, proses pengambilannya bisa dilakukan dengan cepat. Tanpa ada rasa
sakit yang menusuk-nusuk. Kardi pun mulai mengarahkan pisau itu ke wajahnya.
Lalu perlahan dia mengambil bola matanya dengan sehati-hati mungkin. Setelah
satu bola mata kiri berhasil diambil, segera Kardi memasukkannya ke dalam kotak
penadah mata yang ada di depannya. Senyum tersungging di bibir Kardi.
~*~
