Showing posts with label Indah Hanacao. Show all posts
Showing posts with label Indah Hanacao. Show all posts

Thursday, 27 December 2018

[Review Buku] Usaha Berdamai dengan Masa Lalu



[Sumber gambar : Pixiz] 

Judul           : Fixing a Broken Heart
Penulis        : Indah Hanaco
Penerbit      : Gramedia
Cetakan      : Pertama, Mei 2017
Tebal          : 296 halaman
ISBN          : 978-602- 03-4002-9

Setiap orang pasti memiliki masa lalu—entah itu masa-masa yang menyenangkan atau malah masa-masa tersulit dalam hidup—semua menjadi keberagaman warna yang bisa menjadi jalan untuk mendewasakan diri. Masa lalu adalah jejak langkah dari hidup kita. Dari masa lalu kita belajar untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Dari masa lalu kita bisa mengambil pengalaman agar tidak mengulang kesalahan yang sama. Untuk itulah kita perlu berdamai dengan masa lalu. Jangan jadikan masa lalu sebagai batu sandungan, tapi jadikan sebagai batu loncatan.

Cinta dan masa lalu, merupakan dua tema yang tidak akan ada habisnya untuk dijadikan sebuah kisah. Karena pada kondisi nyata, setiap orang memang selalu berhubungan dengan dua masalah tersebut. Dan Indah Hanaco—penulis yang sangat produktif ini, selalu memiliki keunggulan tersendiri dalam mengeksekusi cerita. Meski dia mengambil tema yang bisa dibilang mainstream, tapi dia berhasil membuat kisah-kisahnya selalu menarik untuk dibaca.

“Fixing a Broken Heart” mengisahkan tentang kehidupan Brisha yang penuh dengan jejak-jejak masa lalu, yang menakjubkan. Dia pernah memiliki pacar posesif yang  suka memukul, hingga berhubungan dengan pria—yang ternyata sudah menikah bahkan sering memakai jasa cewek nakal. Hal itulah yang cukup membuat Brisah depresi, hingga dia mengalihkan kemarahannya itu lewat makanan.  Tapi karena itu pula, kini tubuhnya membengkak. Padahal bagi wanita, tubuh harus dijaga sedemikian rupa agar selalu tampit cantik.

Brisha pun bertekad untuk memperbaiki penampilannya dengan meminum obat pelangsing. Tapi bukannya berhasil melangsingkan tubuh, dia berakhir tumbang dan dibawa ke rumah sakit (hal 14).

Di sinilah tanpa sengaja Brisha bertemu dengan Austin, mantan pacar sahabatnya—Sophie, yang merupakan seorang artis.  Brisha yang sejak awal agak menjaga jarak dengan makhluk bernama cowok, karena sejarah masa lalunya, entah kenapa dengan Austin dia merasa nyaman.

Bukankah cinta memang tidak tahu kapan akan datang? Namun masalanya ketika cinta itu mulai tumbuh, Brisah harus dihadapkan kembali dengan potret masa lalunya. Siapa sangka kalau Austin adalah sahabat dari Andaru—mantan pacarnya yang posesif dan suka memukul itu (hal 124).Kenyataan itu tentu saja cukup membuat Austin kaget dan bingung. Karena selama yang dia kenal Andaru adalah sosok sahabat yang baik.

Selain harus berhadapan dengan Andaru, masalah lainnya adalah, ketika harus berhadapan dengan berbagai gosip cinta lokasi yang sering menerpa Austin. Tak hanya itu, munculnya juga masalah dari gadis berorientasi seksual tak biasa dan sebuah kasus pembunuhan.

Novel ini cukup kompleks dengan berbagai masalah. Namun dengan porsinya masing-masing penulis mampu membuat kisahnya tetap menarik. Meski dalam buku ini masih ditemukan sedikit kesalahan tulis, dan  kita tidak akan menemukan sebuah misteri khas Hercule Poirot atau Detective conan. Karena memang pada dasarnya novel ini lebih ke romance.

Tapi lepas dari kekurangannya, novel yang juga mengandung unsur persahabatan ini, tetap menarik. Keunggulan lainnya dari novel ini adalah gaya percakapan penulis yang membuat kisahnya semakin hidup. Sederhana tapi sukses bikin pensaran.
Membaca novel ini kita diajak menjadi pribadi yang lebih tangguh. Bahwa setiap masalah ada penyelesaiannya dan kita harus berdamai dengan masa lalu.

Srobyong, 17 Maret 2018

Saturday, 11 November 2017

[Review Buku] Cinta, Masa Lalu dan Perjalanan yang Mengesankan




Judul               : Unforgettable Sunset; Love in Santorini
Penulis             : Indah Hanaco
Penerbit           : Gramedia
Cetakan           : Pertama, 2017
Tebal               : 252 halaman
ISBN               : 978-602- 03-6105-5

“Bukan soal yakin atau tidak. Aku tidak siap untuk berhubungan lebih jauh dengan seseorang. Aku sudah membuat tiga kebodohan, itu lebih dari cukup.” (hal 217).

Masih mengambil tema cinta dengan masa lalu kelam, yang menjadi latar tokoh, Indah Hanaco hadir kembali dengan kisah menarik yang  dieksekusi dengan apik. Memang benar tema yang diangkat bisa dibilang sudah biasa. Namun jangan khawatir karena cinta masih selalu menarik dan di tangan Mbak Indah dengan sentuhan yang apik, maka novel ini tetap memiliki nilai jual yang pastinya akan sangat asyik dan menghibur buat dibaca.  Belum lagi selain mengangkat masalah cinta, ada juga masalah keluarga, agama yang pastinya akan mengetuk relung hati kita.

Novel ini sendiri menceritakan tentang  dua tokoh—Masha dan Terry yang sama-sama memiliki masa lalu kelam. Keduanya punya alasan masing-masing untuk tidak terikat dalam sebuah hubungan. 

Masha Sedgwick wanita lajang berusia 32 tahun, namun tidak juga berkeinginan  untuk menikah. Bahkan  dalam catatan sejarah hidupnya dia sudah menyakiti tiga pria yang pernah menjadi tunangannya.

“Aku adalah tunangan pertamanya, sebelum dia mencampakkanku. Kau yang ketiga. Selamat datang di Klub Korban Miss Sedgwick.” (hal 11). 

Ada masa lalu kelam yang menjadi latar belakang Masha melakukan hal gila itu. Dia terlalu takut dikhianati  dengan berbagai alasan. Oleh karenanya dia lebih suka berhubungan suka sama suka tanpa harus melintasi batasan yang telah dia buat.

Terry seorang veteran yang berusia 27 tahun. Masih cukup mudah namun, perjalanan hidup menempanya menjadi sosok dewasa. Namun karena pengalaman itu, Terry berubah menjadi playboy kelas kakap yang suka bergonta-ganti pasangan.  Belum lagi bekas luka dari tugasnya di Fallujah, ternyata meninggalkan pesakitan yang cukup membuat Terry menderita.  Dia mengalami cedera otak yang mungkin tidak bisa disembuhkan.

Keduanya seolah sudah sangat yakin dengan pilihan tersebut—melajang dan hanya bermain-main soal cinta.  Namun siapa sangka pertemuan keduanya di Santorini yang awalnya hanya sebuah ketidaksengajaan menjadi sesuatu yang mendebarkan. Meski Masha selalu bersikap waspada yang menjaga jarak, kedekatan itu tetap tak bisa dihindari. “Jangan selalu mencurigai niat baik seseorang, Masha.” (hal 58).  

“Jangan terlalu cepat mengambil kesimpulan hanya dari apa yang tampak sekilas. Kau akan kaget saat tahu siapa sebenarnya aku, apa yang kualami. Terry Sinclair tak selalu seperti apa yang terlihat. Percayalah!” (hal 89).

Masha pun mulai melunak. Setidaknya dia harus menghormati orang yang pernah menyelamatkannya di Santorini dalam insiden yang mendebarkan. Maka mereka pun berjanji untuk menikmati keindahan Santorini bersama-sama. Sayangnya ketika  keduanya sudah mulai akrab, insiden tidak terduga membuat mereka tidak bertemu dan meninggalkan kesalahpahaman. Baru lima bulan kemudian Terry tiba-tiba muncul dengan sebuah pernyataan yang terduga.  Masha tidak pernah menyadari kehadirannya telah merubah keputusan Terry dalam sekejap.

“Aku harus memastikan kau tidak bersama orang lain. Kau tidak boleh melakukan itu, Miss Masha. Bertunangan dengan lelaki mana pun, dengan alasan apa pun. Aku takkan membiarkan itu terjadi. Mulai saat ini, aku ingin kau cuma memandangku, memikirkanku. Alasan aku berbuah bergitu egois? Aku jatuh cinta padamu. C-I-N-T-A.” (hal 112).

Kisah keduanya sangat menarik dan bikin penasaran. Ada sisi humor juga sesekali bikin gregetan. Yang menjadi pertanyaannya adalah bagaimana akhir hubungan mereka? Apakah Masha tetap memilih melajang selamanya? Dan beranikah Terry mengikat hubungan serius dengan Masha setelah beberapa kejadian yang membuat Terry terjungkal? Dan latar masa lalu seperti apa yang sebegitu menghantui Masha dan Terry?

Membaca novel ini sesekali akan membuatku tersenyum setiap kali melihat interaksi Masha dan Terry. Namun ada kalanya juga aku gregetan dengan sikap mereka yang bikin geleng-geleng kepala.
Keunggulan dari novel ini adalah keberanian Mbak Indah dalam mengeskplore tentang seorang veteran yang, bisa dibilang cukup jarang diangkat penulis lain. Karena yang sering saya baca adalah para CEO tampan yang bikin klepek-klepek J Peace dua jari.  Untuk penggarapan tokoh pun sangat konsisten.  Dan pemilihan alur maju mundur, cukup membantu untuk menambah rasa penasaran dengan masalalu kedua tokoh.  Kemudian gaya bahasa yang renyah juga menjadi modal kuat membuat pembaca tidak bosan selama membaca. Dan tidak ketinggalan adalah banyak kosa kata baru yang bisa pelajari dari tulisan Mbak Indah ini.

Secara keseluruhan novel ini memang asyik banget untuk dibaca sebagai teman di akhir pekan. Tapi jangan salahkan penulis, kalau jadi penasaran untuk ikut mendatangi Santorini, yak. Karena memang tempatnya sangat indah. Saya juga jadi termehek-mehek pengen ke sana.

Untuk kekurangannya saya hanya menemukan satu yang bikin mengernyit. Mungkin ini salah tulis, ya? “Dengan Judd? Kali kau benar-benar serius, ya?” (hal 3) Mungkin kata berwarna mereh itu maksudnya kalian atau kali ini?  Selebihnya sepertinya aman-aman saja. Semua mengalir.

Membaca novel ini saya belajar keluarga harus saling terbuka. Orangtua adalah panutan bagi seorang anak, olek karena itu perlu ada keterbukan dan teladan yang baik. Saya juga belajar, bahwa masa lalu boleh saja melukai, tapi kita harus belajar untuk bangkit dan terus memperbaiki diri.

Berikut beberapa quote favorit dari novel ini :

Pengalaman mengajarkan, masalah yang dibiarkan berlarut-larut, meski berawal dari persoalan kecil, bisa meraksasa dan berbahaya (hal 158).



Esensi dari mencintai adalah menerima kelebihan dan kekurangan pasanganmu dengan hati lapang (hal 200). 



Manusia baik atau tidak, bukan ditentukan agama (hal 71). 


Srobyong, 11 November 2017




Wednesday, 12 July 2017

[Resensi] 35 Sains Ajaran Nabi Muhammad

Dimuat di Jateng Pos, Minggu 11 Juni 2017

Judul               : 35 Fakta Sains yang Diajrkan Nabi Muhammad Saw
Penulis             : Indah Hanaco
Penerbit           : Gramedia
Cetakan           : Pertama, April 2017
Tebal               : 142 halaman
ISBN               : 978-602-03-371-2
Peresensi         : Ratnani Latifah. Alumni Universitas Islam Nahdlatu Ulama, Jepara

Nabi Muhammad meski seorang ummi—tidak bisa baca dan tulis, namun tidak menutupi bahwa beliau adalah sosok yang sangat cerdas. Hal ini sebagaimana yang termaktub dalam berbagai kajian ilmu yang dipaparkan beliau kepada para sahabat. Di antaranya adalah  tentang masalah sains. Dalam buku ini penulis mencoba mengungkapkan sedikitnya 35 fakta sains yang pernah diajarkan Nabi Muhammad secara gamblang dan mudah dicerna.

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Imam Bukhari dan Muslim, Nabi pernah menjelaskan, “Jika salah seorang dari kalian bangun tidur, janganlah ia memasukkan tangannya ke dalam bejana air sebelum mencucinya terlebih dahulu tiga kali. Karena ia tidak tahu ke mana saja tangannya itu bergerak saat tidur.” (hal 1). Ternyata ketika ditilik lebih lanjut anjuran Nabi ini memang sungguh benar adanya.

Mencuci tangan itu sangat erat kaitannya dengan kesehatan. Karena tangan adalah media sempurna untuk transformasi bakteri, jamur, parasit dan kuman. Dari tangan bakteri bisa masuk dana berkembang biak ke seluruh tubuh, terutama di bagian mulut.  Dipaparkan bahwa setidaknya setiap kali selesai beraktivitas ada sekitar 4,5 juta koloni bakteri di tangan. oleh karena itu sangat penting  bagi kita untuk selalu mencuci tangan. karena terbutki dengan sering mencuci tangan, akan mampu mengurangi risiko terjangkit diari 45% dan risiko tertular infeksi usus besar mmenurun hingga 50% (hal 2-3).

Nabi Muhammad juga menjelaskan tentang alasan kenapa manusia dilarang memakan daging babi. Dari berbagai penelitian, terbutki bahwa babi menjadi penyebab banyak terjdinya pernyakit berbahaya. Babi adalah salah satu gudang bakteri terbesar. Di dalam usus babi terdapat cacing pita, yang mana jika cacing ini menempel pada usus dan ikut mengalir bersama dara, lalu sampai ke otak, maka itu bisa menyebabkan penyakit epilepsi atau ayan, ganggunga saraf, hingga mengakibatkan kematian. Dan disinyalir babi adalah satu-satunya hewan yang menularkan cacing pita kepada manusia (hal 42). Dan Selain apa yang dipaparkan ini, babi juga sumber penyakir seperti disentri, kanker, jantung, encok, kanker anus dan usus besar.

Tidak kalah menarik adalah tentang penjelasan yang diberikan Nabi Muhammad perihal susu. Hal ini sebagaimana yang termaktub dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Imam Ahmad, “Allah senantiasa menurukan penyakit dengan obatnya, maka minumlah oleh kalian susu sapi, karena itu (sapi) makan dari tiap pohon.” (hal 48).Dalam penelitian dibuktikan bahwa dalam susu terkandung semua nutri yang dibutuhkan manusia. Yaitu : kalsium, fosfor, protein, lemak, karbohidrta, zat besi dan vitamin. Di sisi lain susu juga berguna untuk menjaga kesehatan mulut. Karena susu mengurangi keasaan mulut, mencegah gigi berlubang, serta mencegah plak.

Lalu ada juga tentang keajaiban ASI—Air Susu Ibu.  Memberikan Asi kepada bayi ini ternyata memiliki dampak yang sangat baik—baik itu bagi bayi sendiri juga bagi si ibu. Ahli medis berpendapat bahwa perempuan yang menyusi akan terhindar dari kanker payudara. Kondisi rahim ibu akan segera kembali ke ukuran semula dan hubungan bayi dan ibu akan kian dekat berkat proses menyusui.

Lalu apa yang sebenarnya terkandung dalam ASI? Dijelaskan ASI mengandung protein yang mudah dicerna oleh bayi saat baru lahir. Juga ada kolostrum yang berguna untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Selain itu ASI pun mengandung lemak yang variatif yang mudah dicerna, ada juga laktos, aneka vitamin, zat besi, taurin dan banyak lagi (hal 110).  Dan dalam penelitian menunjukkan bahwa bayi yang tidaka mengkonsumsi ASI memiliki risiko menghadapi penyakit jantung di usia dewasa.

Selain apa yang sudah dipaparkan masih banyak lagi fakta sains yang dijelaskan. Seperti; Uniknya Sayap Lalat, Manfaat Cuka, Misteri Madu, Anjing dan Debu, Kajaiban Air Zamzam, Mukjizat Kurma dan banyak lagi. Buku ini selain patut dibaca anak, juga direkomendasikan dibaca bagi orang dewasa. Karena berjuta ilmu termaktub di dalamnya. Dan selain memaparkan tentang fakta sains, di sini kita juga belajar tentang pentingnya menjaga kesehatan. Kita harus tahu apa yang patut dikonsumsi dan tidak.


Srobyong,  4 Juni 2017

Friday, 14 April 2017

[Resensi] Ketika Masa Lalu Selalu Menghantui

[Dimuat di Radar Sampit, Minggu 26 Maret 2017] 

Judul               : Love in Pompeii
Penulis             : Indah Hanaco
Penerbit           : Gramedia
Cetakan           : Pertama, November 2016
Tebal               : 236 hlm
ISBN               : 978-602-03-3452-3
Peresensi         : Ratnani Latifah.  Alumni Universitas Islam Nahdlatul Ulama, Jepara.

Setiap orang sudah pasti memiliki masa lalu. Hanya saja pilihan untuk terkunkung dengan masa lalu atau bangkit—move on menghadapi kenyataan, kembali pada pribadi masing-masing.   Yang perlu digaris bawahi, masa lalu bukanlah hantu yang harus dihindari, tapi sesuatu yang harus direngkuh, agar bisa dijadikan kaca pembelajaran untuk berjalan maju menghadapi masa depan.

Sebagaimana novel pada umumnya, penulis mengambil tema cinta. Namun jangan khawatir, selain kisah cinta penulis juga memadukan dengan tema-tema pendukung yang unik dan  seru. Apalagi dalam pemilihan setting yang menjadi poin tambahan yang membuat novel ini memikat.

Novel ini berkisah tentang  Gladys yang memilih membuang masa lalunya dengan tinggal di Hampstead, London.  Sebuah masa lalu yang membuat Gladys menjadi sosok yang sangat waspada kepada para pria. Di sana dia tinggal bersama Tantenya—Herra dan Lulu putri kecilnya.  Pada awalnya kehidupanya terasa damai dan menyenangkan. Sampai kemudian ada tetangga baru yang membuat kehidupan Gladys berubah dastris (hal 4).

Namanya Callum. Dia adalah seorang pembalap formula one. Selama ini dia terkenal sebagai lady killer dan selalu mengencani model-model cantik di sekelilingnya. Hanya saja Callum sendiri tidak ingin memiliki komitmen dengan siapa pun. Karena banginya sebuah komitmen itu  akan mengingatkannya pada masa lalu yang saat ini tengah ingin dia buang jauh-jauh.

Siapa sangka dua manusia yang terkungkung dalam masa lalu ini kemudian dipertemukan pada kejadin yang tidak terduga. Di perumahan tempat Gladys tinggal ada sebuah peraturan yang tidak tertulis jika da tetangga baru, maka diharuskan menyambutnya dengan memberikan apple pie (hal 15). Dan itulah yang dilakukan Gladys. Hanya saja pertemuan pertama itu terjadi insiden yang membuat Gladys tidak terlalu menyukai Callum.

Di sisi lain, jika Gladys tidak ingin berhubungan dengan tetangganya, maka hal itu berbanding berbalik dengan Lulu. Putri kesayangan Gladys malah sangat mengidolakan Callum. Lulu bahkan dengan santai melekat dan meminta gendong pada Calllum.  Lulu seolah menjadi jembatan yang kemudian membuat Gladys dan Callum menjadi dekat.  

Dan lambat laun, Gladys pun mulai bisa menerima keberadaan Callum. Mereka bahkan pernah berbagi sedikit masa lalu yang menjad momok bagi keduanya. Seperti alasan Gladys memilih tinggal di London, hingga kepedihan lain yang harus Lulu lalui. Callum pun juga berkisah, tentang masa kecilnya yang membuatnya kadang terlalu over protektif pada Lulu. Karena dia tidak ingin Lulu tidak memiliki kasih sayang seperti dirinya. Tanpa Callum sadari, dia sudah sangat jatuh cinta dengan kepolosan Lulu dan entah mengapa dia merasa sangat nyaman dengan kedekatannya dengan Gladys.
Perasaan itu semakin Callum rasakan ketika mereka sempat melakukan perjalanan liburan bersama ke Napoli. Menikmati keindahan teluk Napoli,  mengunjungi Castle dell’ Ove, Pasilipo,  Amalfi Coast hingga Pompeii—kota zaman Romawi kuno yang pernah terkubur selama enam belas abad, setelah letusan gunung Venesius di tahun 79 (hal 257).

Hanya saja ketika mereka kembali, baik Gladys atau pun Callum dihadapkan kembali pada masa lalu yang masih menjadi hantu bagi mereka.  Entah apa yang akan mereka pilih. Apalagi baik Gladys atau Callum menyadari, perihal keyakinan mereka yang tidak sejalan. Dan  Gladys juga harus menelan keterkejutan tentang sebuah rahasia yang selama ini tidak pernah dia ketahui tentang jati dirinya yang sebenarnya.

Dipaparkan dengan gaya bahasa yang renyah dan  gurih, membuat novel ini asyik dinikmati. Memilih alur maju mundur memberi poin lebih pada novel ini—membuat pembaca digelitik rasa penasaran hingga menamatkan kisah ini sampai akhir.  Banyak kejutan yang tidak terduga yang mengesankan.  Kelebihan lainnya adalah dalam menghidupkan kisah dari pemaparan setting dan karakter tokoh yang kuat dan minimnya kesalahan tulis.

Novel ini sarat makna. Di antara kita diajarkan bagaimana mendidik anak. Bahwa  anak itu sejatinya tidak hanya butuh materi saja, namun kasih sayang dan perhatian itu juga penting. 

Selain itu dalam novel ini kita diajak untuk mencoba berdamai dengan masa lalu. Jangan jadikan masa lalu sebagai ketakutan dan menutup diri. tapi jadikan itu sebagai pelajara untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Jangan terpaku dengan ucapan orang lain. 

“Kau tidak perlu memikirkan opini orang. Selalu ada kesalahan yang bisa dilihat seseorang di luar sana, meski kau tidak melakukan apa-apa.” (hal 47).

Srobyong, 11 Februari 2017 

Monday, 12 December 2016

[Tanya Penulis] Wawancara With Indah Hanaco—Penulis Love in Pompeii



Alhamdulillah setelah sempat wawancara dengan Mbak Arumi perihal proses kreatif menulis Love in Montreal dan bagaimana tips menjadi penulis produktif, aku juga berkesempatan buat nge-poin Mbak Indah Hanacao  J. Seneng banget. J Jadinya bisa sekalian  tambah motivasi buat diri sendiri yang sebenarnya punya mimpi jadi penulis J Cuma masih merangkak. (nggak ada yang nanya) 

Oh iya, ini masih dalam rangka Promosi Around The World With Love batch 3 ada #Bacabareng nya juga di twitter dengan tagar #ATWWL3.  

Dan apa saja sih yang sudah aku dapat dari Mbak Indah? Sebelum ke sajian utama tanya penulis. Kita kenalan dulu yuk, sama profil  Mbak Indah Hanaco  yang sangat produktif ini. J


Langsung cap cus kenalan sama penulis dulu, deh.



Biodata Penulis :

Indah lahir dan besar di Pematangsiantar, kota kecil yang di masa lalu berubah menjadi kota mati seusai Magrib. Kuliah di fakultas Ekonomi dan pernah bekerja di bank swasta terbesar di Indonesia. Juga pernah berkarier sebagai resepsionis. Tetapi benar-benar merasa menemukan "dunia" saat menjadi penulis. Cita-cita saat ini adalah pindah dan menetap di Yogyakarta, keliling Eropa serta menghabiskan sisa hidup untuk menulis.

Indah adalah penyuka novel-novel historical romance. Tergila-gila pada segala hal yang berbau tahun 90-an. Juga sederet serial kriminal dan film-film romance. Mendadak mellow hanya karena gerimis. Kolektor majalah dan buku-buku resep yang jarang dimanfaatkan.

Fans sejati Michael Schumacher yang memilih berhenti menonton balapana Formula Satu begitu sang idola pensiun. Tidak bisa lepas dari kopi meski sangat tidak menyukai kopi. 

Indah Hanaco telah menerbitkan 40 novel, beberapa buku anak, non-fiksi dan parenting.  Namun Indah belum bisa memutuskan genre mana yang paling dia cintai.  Bagi Indah menulis adalah salah satu cara menjaga kebahagiaan. Dan Indah Hanaco juga pernah menulis novel dengan pseudonym Aimee Karenina.

Untuk cek karya-karyanya bisa cek di goodreas.  Dan jika ingin mengenal penulis lebih lanjut bisa add facebooknya Indah Hanaco, Twitter @IndahHanaco dan Instagram @indah_hanaco

Nah yang ditunggu-tunggi ini dia hasil wawancara dengan Mbak Indah Hanaco. J

Cek langsunga aja deh, cap cus apa saja yang aku tanyakan. Sebenarnya tidak jauh dari pertanyaan yang sempat aku tanyakan pada Mbak Arumi. Tapi karena setiap orang itu unik, sudah pasti kita akan dapat jawaban bervariasi dan nantinya kita bisa memilih cara yang paling cocok untuk diteladani. J
Lah, malah ngomong lagi. Sudah ah, yuk langsung ke wawancaranya J

Ratna : Pertanyaan umum nih, Mbak Indah.  Bagaimana proses kreatif penulis novel Love in Pompeii? Sejak ditulis, riset sampai terbit memakan waktu beralam lama? Dan adakah kesulitan tertentu ketika menggarap novel ini?

Indah H : Love in Pompeii didahului dengan riset tentang kota Pompeii selama beberapa hari. Kebetulan ada film dokumenter tentang kota ini di sebuah channel televisi. Setelah merasa bahan yang dibutuhkan sudah didapat, baru aku mulai nulis. Total hingga naskah ini kelar, sekitar sebulan. Di tahun ini, Love in Pompeii adalah naskah paling mudah yang kuselesaikan. Nyaris nggak ada kesulitan selama menyelesaikan naskah ini.

Ratna : Wah keren. Cuma sebulan dan kisahnya seru banget. Duh, salut. J Lanjut ke pertanyaan kedua nih, Mbak. Adakah alasan khusus kenapa memilih  Pompeii sebagai setting cerita?

Indah H : Alasan khusus memilih Pompeii karena keunikan dan sejarahnya yang nggak biasa. Selain itu, aku sangat suka segala hal tentang Romawi Kuno. Aku juga kagum luar biasa dengan kota Pompeii pada masa itu yang sudah melampaui zamannya. Dengan menulis novel yang sebagian bersetting di Pompeii, aku bisa berbagi sedikit informasi yang kudapat dari berbagai buku dan tayangan seputar kota ini. Salah satu keinginanku sekarang ini adalah membuat tulisan yang punya isi, tak sekadar bicara cinta. Aku ingin pembacaku mengambil manfaat dari novel-novelku. Entah itu sains, sejarah, atau pengetahuan umum lain yang selama ini kurang populer. Jadi, ketika pembaca menutup novelku, minimal ada pengetahuan baru yang didapat.

Ratna : Alasannya yang mulia banget, Mbak. Terharu :’(  Pengen berbagai ilmu pengetahuan. Semoga apa yang diharapkan terkabul. Aku sendiri jujur memang jadi nambah pengetahuan tentang sejarah setelah membaca novel Mbak Indah. Suka.  Trus ... kalau boleh tahu apa alasan Mbak Indah menulis? Bagaimana cara membagi waktu antara menulis dan keperluan keluarga?

Indah H : Alasanku menulis, awalnya karena ingin punya kesibukan yang bermanfaat. Aku sudah suka menulis sejak SMP, tapi nggak pernah berpikir untuk menjadikan aktivitas ini sebagai profesi. Aku pernah menjadi bankir dan bekerja di hotel. Tapi selalu merasa ada lubang yang tidak kutahu bagaimana untuk dipuaskan. Sampai akhirnya aku mulai menulis lagi. Siapa sangka, aku jadi begitu menikmati kegiatan ini. Menulis membuatku berubah banyak. Minimal, aku jadi kenal sisi lain diri sendiri yang kukira nggak pernah ada. Contohnya, aku ini aslinya pemalas dan ogah mencoba. Kalau sekali sudah gagal, ya sudah. Nggak tertarik untuk kembali berusaha sampai berhasil. Tapi.... menjadi penulis aku berubah lebih gigih dan pantang menyerah.

Soal pembagian waktu antara menulis dan mengurus keluarga, memang harus cukup jeli untuk menyeimbangkan keduanya. Bukan perkara mudah tapi juga bukan hal sulit. Intinya, ini soal cinta. Karena aku mencintai pekerjaanku, nggak ada kesulitan berarti. Cinta itu bikin otak jadi cerdas. Aku yang tadinya paling amburadul untuk urusan mengatur waktu, sekarang agak mending. Apalagi keluargaku sangat mendukung pekerjaanku. Jadi, semua bisa berjalan seimbang. Sesekali ada masalah, itu menusiawi, kan?

Ratna :  Manusiawi banget Mbak. Kan hidup memang nggak mungkin mulus-mulus saja. Kadang ada badai yang datang menerjang. Duh bahasanya hehh J Dan lagi-lagi aku kagum dengan alasan Mbak Indah dan bagaimana soal pembagian waktu antara menulis dan keluarga. Dan sangat setuju perihal cinta yang kadang menjadi motivasi untuk selalu melakukan yang terbaik.  Sekalian buat promosi, Kenapa kita harus membaca Love in Kyoto? Apa keunikannya?

Indah H : : Kenapa harus membaca Love in Pompeii? Karena memang ini novel yang bagus. hahaha. Nggak apa-apa kalau penulisnya lebay, ya?  Pompeii itu unik karena beberapa hal. Mulai dari pilihan setting yang nggak biasa. Profesi hero-nya yang juga masih lumayan jarang ditulis oleh penulis lokal. Kehidupan ibu tunggal yang masih belum terlalu banyak mendapat tempat dalam fiksi kita. Di atas semua itu, Love in Pompeii menyajikan plot yang (buatku) ingin memberikan harapan untuk orang-orang di luar sana yang pernah membuat kesalahan fatal dalam hidupnya. Aku selalu percaya, Allah Yang Maha Pengasih itu selalu punya kesempatan kedua, ketiga, dan seterusnya bagi kita sepanjang mau terus berusaha mencari.

Ratna : Nggak apa-apa Mbak, biar seru, lho. Hhehh.  Aku langsung angguk-angguk setuju tentang keunikan Pompeii. Karena itu memang kekuatan yang aku rasakan pas baca ini. Duh tiga jempol buat Mbak Indah yang bisa mengulis sesuatu yang jarang disentuh penulis lain.  Trus, nih Mbak, Apa sih yang ingin disampaikan dari novel ini kepada pembaca?

Indah H :  Hidup ini penuh kejutan. Kesalahan yang pernah kita buat, bukan akhir segalanya. Maafkanlah diri sendiri, jangan terlalu lama berkubang dalam penyesalan. Justru dari semua kekhilafan yang pernah kita buat, pelajaran berharga bisa dipetik dari sana. Manusia tempatnya khilaf dan dosa, karena memang fitrahnya begitu. Tapi tiap orang berhak bahagia. Gantungkanlah harapan hanya pada Dia Yang Maha Kuasa. Kita kadang terkejut dengan hal-hal baik yang dibiarkan-Nya terjadi pada kita.

Ratna : Wah, pesannya sangat dalam. Inspiring dan memotivasi. Pertanyaan terakhir nih Mbak. Terakhir, dari kacamata Mbak Nadia, apa yang perlu dimiliki ketika ingin menjadi penulis? Dan bagaimana tips biar jadi penulis yang konsisten dan selalu produktif?

Indah H : Aku selalu bilang, untuk jadi penulis itu harus sabar dan punya mental baca. Sering terjadi, satu naskah ditolak itu bukan cuma karena nggak bagus. Tapi bisa juga karena nggak menemukan editor yang pas. Naskah dan editor itu pun jodoh-jodohan. Jadi, ditolak oleh satu penerbit, jangan pernah putus asa. Kirim ke penerbit lain. Begitu seterusnya. Jangan juga hanya bergantung pada satu naskah. Setelah menyelesaikan satu novel dan mengirimnya ke penerbit, mulailah mengerjakan naskah baru. Kirim ke penerbit yang berbeda. Begitu seterusnya. Berusahalah :menjamah” aneka kesempatan yang diberikan oleh berbagai penerbit. Percaya atau nggak, mengenal banyak editor dengan skill dan gaya penyuntingan yang berbeda, akan sangat menguntungkan bagi penulis. Jangan lupa banyak membaca, rutin menulis, dan menonton film-film bagus. Aku selalu percaya, menonton satu adegan yang tepat, bisa memberi kita banyak ide. Karena kadang dari satu adegan saja, bisa membuat imajinasi berkembang liar.

Soal konsistensi, itu memang bukan hal yang mudah. Tapi juga bukan sesuatu yg mustahil. Tiap hari, usahakan untuk tetap menulis. Jangan lupa untuk memaksakan diri mencari ide secara teratur. Jadikan itu sebagai kebiasaan. Ketika hal itu sudah menjadi bagian dari aktivitas keseharian kita, semuanya jadi lebih mudah. Pada akhirnya, kata-kata tak cuma bergema di kepala, tapi mengalir dari jari-jari kita.

Ratna : Semua kembali pada usaha—mau bekerja keras, tidak mudah menyerah dan putus asa ya Mbak. Siap buat ngantongin semua ilmu Mbak Indah nih. J  Terima kasih atas ilmunya ya Mbak Indah. Sukses selalu buat sampeyan.

Nah bagaimana seru, kan? Kita jadi tahu bagaimana proses menulis novel Love in Pompeii. Penasaran sama novelnya bisa langsung dijemput J? Tak hanya  itu, kita juga bisa mengambil ilmu yang selama ini sudah diterapkan Mbak Indah. 

Yang ingin jadi penulis—nunjuk diri sendiri J yuk action dan jangan lupa untuk terus mencoba dan mencoba. Meski gagal jangan sampai menyerah.


Sebagaimana yang pernah Mbak Indah katakan,  “Aku tidak produktif, aku cuma lebih sabar dan keras kepala dibanding kebanyakan orang.” (diambil dari biodata pada novel You Had Me at Hello karya Mbak Indah )

Ini inspiring banget menurutku. Kita memang harus sabar dan  keras kepala jika ingin berjuang mengejar mimpi.  

Oh iya yang penasaran sama Love In Pompei bisa intip reviwenya Review Love in Pompeii