Showing posts with label Arini Putri. Show all posts
Showing posts with label Arini Putri. Show all posts

Friday, 25 March 2016

[BlogTour + Giveaway] Come Back To Me


Dan akhirnya sampai juga pada puncaknya.

~GIVEAWAY TIME~
Ada satu novel Come Back To Me buat yang beruntung J lho. Caranya mudah banget
Simak langsung, ya!

1.      Memiliki alamat pengiriman di Indonesia.
2.      Harus follow twitter @Twigora, @Arini_ni

3.      Follow  akun twitter @ratnaShinju2chi dan blog ini. Baik lewat G + atau e-mail ataupun via GFC (Google Friend Connect)

4.      Share info GA ini dengan memention @ratnaShinju2chi, @Twigora, @Arini_ni dengan hastag #ComeBackToMe

5.      Kasih komentar di Interview dan Review blog tour come back to me.

6.      Dan jawab pertanyaan berikut ini  dengan menyertakan, nama, akun twitter , domisili dan link share.

Apa yang kamu pikirkan tentang pekerjaan tukang kayu?

Giveaway berlangsung dari tanggal 25-31 Maret 2016. Pengumuman akan dilakukan tanggal 1 April 2016.

Semoga beruntung  J  ^^



[BlogTour] Review Come Back To Me — Arini Putri


Antara Mimpi, Cinta dan Penantian

Judul Buku                  : Come Back To Me
Pengarang                   : Arini Putri
Harga Jual                   : Rp 77.000
Isbn/Ean                      : 978-602-70362-5-3
Bulan/Tahun Terbit     : Januari 2016-03-25
Panjang x Lebar          : 13 x 19 cm
Jumlah Halaman          : 386 hlm
Genre                          : Contemporary Romance
Kategori                      : Novel 

Blurb:
SENNA
“Mataku tak bisa melihatnya, tapi aku merasa mengenal Ced lebih dari siapa pun. Dari tangan kasarnya, aku tahu dia adalah pekerja keras. Dari suaranya, aku bisa tahu betapa renyah tawanya. Dan tak peduli sesingkat apa pun kami bersama, kenangannya selalu bertahan lebih lama di dalam benakku.”

CED
“Mata almond Senna tak pernah terlihat sama. Terkadang gelap, terkadang mengeluarkan binar yang luar biasa indahnya. Lambat laun membuatku jadi egois, berharap sepasang mata miliknya itu bercahaya karenaku saja.”

*
Ced ternyata baru menyadari, hatinya sejak lama sudah jadi milik gadis itu,
seperti halnya hati Senna sudah dimiliki oleh laki-laki itu.
Namun ketika akhirnya menyadari cintanya pada Senna, Ced malah dihadapkan pada dilema yang teramat sulit untuk dihindari: antara harus memilih kebahagiaannya sendiri atau kebahagiaan gadis itu.
~*~
“Kadang ada yang lebih berharga dari impian kita. Kebahagiaan orang itu, lebih berharga dari ambisi kita.” (hal. 294)

Ced adalah pemuda yang memiliki ketertarikan terhadap furnitur. Sayangnya ketertarikannya itu tidak mendapat dukungan dari  sang ayah. Tapi Ced tidak peduli, demi mengerja mimpinya itu dia rela melepas kemewahan dan fasilitas dan keluarganya yang berada. Ced menghabiskan seluruh tabungannya  dan  membangun carpentry studio bersama, Malik—sahabatnya, Tanu,  Paman Widi—guru sekaligus orang yang sudah dianggap sebagai ayahnya sendiri. Berharap suatu hari mereka bisa membangun toko furnitur besar.  (hal. 5)

Ini carpentry studio versi aku

Ced tahu mengejar mimpinya itu tidak mudah, tapi dia juga tidak mau selamanya dijadikan boneka oleh sang ayah. Sejak kecil hidupnya dikontrol,  tidak bisa bebeas bergerak. Karena itu dia ingin membuktikan pada ayahnya bahwa dia bisa mewujudkan mimpinya sendiri.

Menilik masa lalu Ced yang semang selalu diatur membuatnya tumbuh menjadi sosok yang cukup tertutup dan  kurang bersosialisasi. Bahkan Ced pun kurang sinar matahari, bahkan mendapat julukan vampire karena memiliki selalu terlihat pucat.  Selama ini Ced memang selalu menghabiskan kesehariannya dengan balok-balok kayu dan peralatan pertukangan.

Imajinasiku tentang sosok Ced  itu Kim Woo Bin

Tapi kehidupannya berubah ketika pada suatu waktu dia menangkap sebuah gambar gadis cantik di kameranya. Gadis yang membuatnya merasa bersalah karena pernah mengatakan kata-kata tidak sopan. (hal. 30)

Senna, itulah gadis yang tertangkap kamera Ced. Gadis bermata almond. Gadis itu memang tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik dengan  manik mata indah juga senyum yang menyenangkan. Hanya saja kecelakan yang pernah terjadi pada usianya yang kesepuluh, telah membuat Senna harus rela kehilangan matanya. Tak ada lagi cahaya dalam hidupnya. Tapi didikan keras dari sang ayah membuatnya tumbuh menjadi gadis tegar.  Senna menjadi pemasok cookies di kafe Bittersweet.
Imajinasku tentang sosok Senna itu Park Shin Hye

   dan kafe bitteesweet

Dari rasa bersalah itu, lah yang kemudian menuntun Ced untuk mengenal Senna. Membuat dia menjadi sosok yang dirinya sendiri tidak tahu kenapa. Melihat gadis itu membuatnya terpaku seperti orang bodoh. “Ini gila. Baru kali ini dirinya membeku dan tak sanggup berkata apa-apa karena seorang gadis. Rasanya begitu aneh dan Ced juga tidak mampu menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya.” (hal. 44)

Ced benar-benar berubah setelah itu. Jika dulu dia suka mengurung diri di studionya, sekarang dia suka berlama-lama keluar. Khususnya di hari jumat. Bertepatan dengan  waktu Senna berkunjung ke Bittersweet. Dia dengan sabar akan mengikuti gadis itu hingga sampai di rumah memastikan Senna pulang dengan selamat.  Senna sendiri tidak pernah tahu jika selama ini ada seseorang yang selalu memerhatikannya dari jauh. Sampai pada suatu ketika insiden hujan-lah yang membuatnya mengenal Ced. Dan itulah awal pertemana mereka.

Ced merasa nyaman berada di samping Senna yang memiliki aura kebahagiaan yang tak pernah didapatkannya. Gadis itu sungguh berbeda dengan orang-orang yang selama ini dia kenal. Begitupun dengan Senna, dia senang bisa mengenal Ced yang baik hati juga pekerja keras.  Satu lagi, Ced tidak pernah menyinggung akan kebutaannya.

Kebersamaan itu tanpa mereka sadar tentu saja menumbuhkan perasaan lain di antara mereka. Hanya saja Senna terlalu takut. Dia menyadari siapa dirinya. Dan dia tidak mau serakah dengan mengharap cinta mengingat keadaannya sekarang. Begitupun Ced, dia memang sangat menyukai Senna, tapi sejak melihat ketakutan Senna ketika dia menunjukkan perasan sukanya, membuat Ced berpikir ulang. Jika dengan menjadi teman dia tetap bisa berdekatan dengan gadis itu. Maka dia akan rela melakukannya.

Tapi ternyata tak semudah itu. Sebuah masalah timbul pada carpentry studio, gadis yang disukai--Senna, juga tentang ayahnya. Ced berada dalam kebimbangan haruskan dia bertahan demi mimpinya atau kebahagiaan Senna.  
~*~

Ini novel Arini Putri yang pertama kali aku baca. Tapi aku suka dengan gaya bahasa berceritanya yang renyah dan asyik untuk diikuti. Pelan tapi membuat perasaan tidak menentu, karena menunggu  kejutan-kejutan apa yang dibuat dalam pergantian bab. Penjabaran settingnya juga cukup detail dan membuat hanyut dalam cerita itu. Arini sukses membuat emosiku tertaduk-aduk ketika membaca novel ini. Menggemaskan.

Novel ini sejatinya simpel. Penulis fokus pada tokoh Ced dan Senna. Menggambarkan dengan detail karakter tokoh hingga mudah dibayangkan bagaimana sosok Senna dan Ced.  Namun begitu tokoh-tokoh yang lain seperti, Tanu, Malik, Karin dan Pak Widi juga memiliki peran penting yang membuat cerita semakin berwarna. Sebenarnya aku ingin ada kejutan tersendiri tentang sosok Malik dan Karin. Hheh. Entah kenapa setiap ada Karin, seolah Malik seolah mendorong  Ced untuk selalu bersikap baik. Mungkin karena sesuatu. [Imajinasi sendiri] J Abaikan.

Keunikan dalam novel ini adalah pilihan profesi yang dipilih. Karena memang sangat jarang dari novel-novel romence yang kubaca, menjadikan tokoh utamanya bermimpi menjadi  seorang tukang kayu. But, aku salut penulis mampu menjelaskan detail tentang profesi tukang kayu.sehingga terkesan benar-benar nyata. Juga tentag filosofi kayu itu sendiri. Begitupun dengan pekerjaan Senna sebagai cookies. Sebenarnya biasa saja, tapi karena Senna adalah tuna nertra maka itu menjadi berbeda dan pasti penuh tantangan.

Tema tukang kayu dalam novel ini seolah menyindir tentang pekerjaan tukang kayu yang kadang suka dipandang sebelah mata yang termaktub dalam percakapan ini.

“Kamu yakin bisa terus hidup dari kayu-kayu ini?”

“Ced, ayah enggak besarin kamu kamu buat jadi  tukang kayu. Ayah enggak didik kamu buat megang palu, motong kayu, pakai kaus lusuh kayak gitu, kamu yakin itu mimpi atau kebodohan?” (hal. 147-148)

“Ingat Ced, Ayah enggak akan ngebiarin anak Ayah menjadi tukang kayu lusuh ... di tempat kumuh kayak gini.” (hal. 148)

Padahal, tukang kayu itu pekerjaan halal dan memiliki banyak manfaat. Coba kita berpikir sebentar, jika tidak ada tukang kayu, memang siapa yang akan membuat kursi, meja juga almari dan teman-teman lainnya itu? Maka tak seharusnya orang itu meremehkan pekerjan orang lain.

Masih ditemukan beberapa keselaan dalam penulisan dalam buku ini. Seperti penulisan kita yang menurutku seharunya ditulis kami, karena menyesuaikan artinya. (hal. 9). Lalu penulisan terbalik, di mana harusnya itu ditulis Ced, tapi malah ditulis Malik—seru Malik, berusaha membujuk Malik.  (hal. 21) Kurang tanda titik (hal. 94)

Alur dalam novel ini juga cukup lambat. Aku selalu menunggu-nunggu, kapan masalah terberat dalam novel ini? Kapan klimak cerinta, tapi ternyata aku harus sabar dan berhati-hati untuk mencapai puncaknya.

Tapi lepas dari kekurangannya ..., Come Bacak To Me adalah novel Contemporary Romenance yang recomended untuk dibaca. Tentang keluarga, cinta dan mimpi. Serta kesabaran.  Membaca novel ini  akan membuat kita  gemas dan jatuh cinta dengan tokoh-tokohnya serta cerita itu sendiri.

Novel ini mengajarkan sesuatu yang berharga. Berani mengejar mimpi serta menerima takdir Tuhan dengan lapang. Serta mengingatkan, bahwa sebagai sesama manusia kita tidak boleh menghakimi orang lain berdasarkan propesi yang ditekuni. Juga beberapa pesan yang termatub  dalam quote yang manis.

“Daripada nunggu orang lain minta maaf, lebih baik kita yang  ngucapin itu dulu. Minta maaf itu enggak dosa, kok. Enggak memalukan juga.” (hal. 114)

“Buat bahagia itu nggak susah, kok. Dalam keadaan apapun seharusnya kita bisa bahagia, karena bahagia itu pilihan. Kunci terbesarnya, menikmati apa yang kita punya dan enggak serakah.” (hal. 115)

Photo Challenge

Wah, ternyata sudah sampai tahap ini. Jujur dari semua step yang harus aku lakukan dalam blog tour ini, photo challenge adalah yang paling susah. Karena aku selalu kesulitan pasang muka sedih kalau foto. Soalnya lebih suka foto tebar senyum gitu.

Nah sudah kelas, tinggal nunggu Giveawaynya, akan ada satu novel buat kamu. Tetap pantengin aja, ya

Eh tadi, kan aku dah ngasih gambaran ala aku yang emang demen Korea tentang sosok Senna dan Ced, kalau menurut kamu mereka mirip siapa, sih? Nggak harus artis korea, kok bias artis mana saja. Hehh. Kan bebas berimajinasi, gambar sendiri juga boleh J


[BlogTour] Come Back To Me Interview With Arini Putri


Selamat datang di blog sederhanaku. J Jika kemarin-kemarin aku mungkin hanya posting review buku atau curhatan tentang kisah aku dan buku. Kali ini aku membawa misi lain, lho. J Misi yang insya Allah akan  membuat teman-teman merasa senang. J. Karena kali ini aku datang dengan mengadakan BlogTour #ComeBackToMe karya Kak Arini Putri.

Yup, alhamdulillah aku mendapat kesempatan dari Penerbit Twigora untuk menjadi salah satu host  Blog Tour #ComeBackToMe. Terharu banget.  Ada 1 exlempar novel ini buat yang beruntung nanti. J
Sebelum kenalan dengan novel Come Back To Me, lebi baik kita kenalan dulu sama penulisnya. Kebetulan dalam blog tour kali ini aku  berkesempatan  mewawancarai penulis keren ini. Yuk, cap cus kenalan sama Kak Arini Putri.

Aku            : Apa yang melatar belakangi pembuatan novel ini, Kak? Ide kasarnya dari mana dan  kenapa memilih judul Come Back To Me? Mungkin ada filosofi khusus? 
Kak  Arini : Novel ini mulai ditulis setelah aku mendapat tawaran dari Abang Christian Simamora. Selain itu aku memang tertarik untuk menulis tentang gadis tuna netra. Untuk judul, aku diskusikan bersama Abang. Judul Come Back to Me sendiri muncul dari Abang dan aku merasa pas dengan judul itu. Judul itu aku rasa menggambarkan perasaan Ced dan Senna yang saling merindukan kehadiran satu sama lain.
Aku            : Apa sih motivasi Kak Arini  menjadi penulis?
Kak Arini : Awalnya, aku sendiri juga enggak tahu apa tujuanku menulis novel. Aku pikir, aku menulis cuma karena aku suka dan aku senang melihat reaksi orang-orang setelah membaca karyaku. Tapi seiring waktu, apa yang aku harapkan mulai semakin jelas. Dengan menjadi penulis, aku ingin berbagi cerita dengan banyak orang lewat tulisanku and I want to give them comfort.
Aku            : Menurut Kak Arini bagaimana membuat setting  dalam novel yang baik agar tidak terkesan tempelan?
Kak Arini : Hehe sebenarnya aku merasa belum pantas menjawab pertanyaan ini, karena aku sendiri merasa masih lemah di setting. Tapi sejauh ini panutanku adalah pelajari setting sedetail mungkin, supaya nantinya kamu bisa membangun suasana adegan dengan baik dan menyatu dengan setting. Dan walaupun kita punya banyak pengetahuan tentang setting, masukkan deskripsi setting seperlunya saja, sesuai kebutuhan cerita. Jangan berlebihan karena akan terkesan membosankan dan mirip buku panduan traveling hehehe.
Aku        : Bagi tips dong Kak, bagaimana cara membagi waktu antara menulis dan kesibukan di dunia nyata.  Biasanya kakak menulis itu memiliki jadwal sendiri atau menulis langsung ketika ada ide? 
Kak Arini : Sediakan jadwal untuk menulis. Walaupun cuma sebentar, enggak masalah, yang penting setiap hari ada waktu untuk menulis. Aku biasanya menulis malam hari, karena itu waktu yang paling minim gangguan dari orang-orang rumah. Kalau tiba-tiba terlintas ide, biasanya aku catat dulu garis besarnya.
Aku       : Dari beberapa novel yang sudah Kak Arini terbitkan, novel mana yang paling berkesan dan kenapa? 
Kak Arini : Uhm…mungkin…Goodbye Happiness? Sepertinya aku punya ikatan yang sangat kuat   dengan Skan. Kadang aku kesal sendiri dengan Skan, tapi di sisi lain aku mungkin yang paling sayang sama dia, selain Tink. Dan rasanya sampai saat ini aku masih sering merindukan Skan. Buat aku, walaupun ke depannya akan banyak tokoh-tokoh utama pria yang aku ciptakan, Skan selalu punya tempat di hatiku. ^^ Tapi Ced juga saingan berat buat Skan. Hehehe.

Nah ini ini  hasil wawancara singkat sama Kak Arini. Bagiamana proses kreatif dari pembuatan novel ini. Kalau masih penasaran lebih detail dengan sosok penulis ini ..., aku bocorin deh biodata lengkapnya.

Biodata Kak Arini Putri



ARINI PUTRI
Lahir di Surabaya, 22 Juli 1991. Lulusan Psikologi Universitas Gadjah Mada. Pengagum J.K. Rowling, Lemony Snicket, dan mulai menikmati karya Banana Yoshimoto. Seperti Senna, Arini menikmati baking yang baginya therapeutic.  Punya ketertarikan yang aneh pada lagu lawas Korea. Diam-diam berharap bisa bernyanyi semerdu Kim Taeyeon dan Lea Salonga. Saat ini, masih sibuk menulis novel dan mempelajari bahasa Korea.

Twitter : @arin_ni
Blog : ariniputri.wordpress.com

Nah sudah kenalan kan sama kakak kece ini. Setelah ini tunggu postingan review buku ini. So, jangan ke mana-mana. Tetap ikutin rangkaian blog tour ini, ya J

Kamu juga bisa pantengin BlogTour ini di blog lainnya, lho.  Ini, nih link alamat blog yang bisa kamu pantengin :) 

21 Maret
Mellisa Assa
 (masih berlangsung)


22 Maret
Athaya Irf
(masih berlangsung)

23 Maret
Martina Sugondo
(masih berlangsung)

24 Maret
Anastasia Cynthia Tanawi
(masih berlangsung)

25 Maret
Ratnani Latifah
(Yogi ) 

26 Maret
Asri Rahayu MS

27 Maret
Intan Novriza Kamala Sari

28 Maret
Sri Sulistyowati

29 Maret
LUCKTY GIYAN SUKARNO

30 Maret
Dedul Faithful