Showing posts with label Bhuana Ilmu Populer. Show all posts
Showing posts with label Bhuana Ilmu Populer. Show all posts

Wednesday, 6 March 2019

[Resensi] Mengenalkan Fikih Sehari-hari Pada Anak

Dimuat di Padang Ekspres, Minggu 6 Januari 2019


Judul               : Cerita Fikih untuk Anak Shaleh
Penulis             : Syarif Ali
Ilustrator         : Supriyanto, dkk
Penerbit           : Qibla
Cetakan           : Pertama, Agustus 2018
Tebal               : 120 halaman
ISBN               : 978-602-455-693-8
Peresensi         : Ratnani Latifah. Alumni Universitas Islam Nahdlatul Ulama, Jepara

Fiqih merupakan salah satu ilmu dalam syariat Islam yang membahas tentang  tata cara beribadah, muamalah serta bagaimana menjalin hubungan terhadap masyarakat luas, yang disertai dengan dalil-dalil yang jelas.  Fiqih merupakan cabang ilmu yang sangat penting untuk dipahami oleh umat Islam. Karena dalam berbagai aspek aktivitas kita akan selalu membutuhkan hukum fiqih.

Oleh sebab itu, penting sekali bagi orangtua untuk mulai memperkenalkan fiqih kepada anak dini. Sehingga ketika dewasa nanti, anak sudah terbiasa dan tidak kaget dengan berbagai aturan yang harus dilakukan dalam beribadah atau berhubungan dengan masyarakat. Anak akan tumbuh sebagai anak yang sudah bisa menunaikan perbuatan yang mencerminkan nilai Islam.

Buku “Cerita Fikih untuk Anak Shaleh” karya Syarif Ali ini akan sangat pas untuk dibacakan kepada anak. terdiri dari sepulu kisah, buku ini memuat berbagai aktivitas sehari-hari yang sering dialami anak. Buku ini juga dilengkapi dengan aktivitas seru, yang pastinya akan menunjang pengetahuan baru bagi anak. 

Di antaranya penulis membahas tentang pentingnya buang air kecil pada tempatnya. Disadari atau tidak di masyarakat, kita sering melihat anak-anak yang tidak diajarkan sejak dini untuk buang air  kecil di wc. Banyak anak kecil yang dibiarkan orangtuanya untuk buang air kecil sembarang. Baik di bawah pohon, di pojokan rumah dan di tempat-tempat lain.  Padahal perbuatan itu tentu saja sangat salah. 

Belum lagi kebiasaan itu didukung dengan tidak melakukan  cebok, sehingga najis masih menempel di celana.  Sedang Allah selalu memerintahkan umatnya untuk membersihkan diri. Cara yang benar dalam buang air kecil adalah di kamar mandi. Setelah itu anak harus diajarkan untuk membersihkan najis dari kotoran itu.  Dengan begitu najis atau kotoran akan hilang.

Dalam sebuah hadis diriwayatkan Imam Tirmidzi, “Sesungguhnya Allah itu baik, menyukai kebaikan. Allah itu bersih, menyukai kebersihan. Allah itu mulia, menyukai kemuliaan. Allah itu dermawan, menyukai kedermawanan. Maka, bersihkanlah tempat-tempatmu.” (hal 11).

Dijelaskan pula tentang apa saja yang membatalkan wudhu dan  perbuatan-perbuatan  yang boleh dilakukan ketika dalam keadaan wudhu. Diceritakan Rizka  sudah siap untuk melakukan shalat Magrib. Dia sudah memakai mukena. Akan tetapi kue cubit  di atas menggoda sangat menggodanya. Dia ingin makan itu sebelum shalat.  Rizka pun ragu. Bolehkan dia memakan kue cubit itu dulu atau dia harus menunggu melakukan shalat dulu.

Pada kesempatan lain, Rizki tanpa sengaja menginjak air  kencing kucingnya, padahal dia sudah berwudhu.  Kemudian ada pula kejadian Rizka yang marah karena dicubit kakak laki-lakinya. Dia takut kalau wudhunya batal.

Melalui buku ini dengan cara yang menyenangkan dan tidak menggurui, penulis mencoba menjelaskan bahwa makan  tidaklah membatalkan wudhu. Kita bisa tetap makan, namun harus berkumur setelah makan.  Ketika tanpa sengaja menginjak air kencing kucing, maka kita hanya perlu mencuci kaki. Jika bersentuhan dengan saudara yang masih mahram, maka tidaklah membatlkan wudhu. Kecuali jika tertidur, maka kita harus mengulangi wudhu (hal 32).

Kemudian ada pula penjelasan tentang kewajiban saat puasa. Seringkali kita melakukan puasa hanya dengan menahan diri dari rasa lapar dan haus. Padahal selain harus menahan lapar dan haus , kita juga harus menahan diri dari berbuatan keji dan perbuatan yang sia-sia. Seperti menguncing, berbuat riya’ dan banyak lagi.

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Ibnu Khuzaimah menjelaskan, “Puasa tidak hanya menahan diri  dari makan dan minum (semata), tetapi menahan diri dari perbuatan keji dan sia-sia.” (hal 83).
Selain tiga pembahasan tersebut, akan dibahasa juga tentang pentingnya menjalakna shalat lima waktu, shalat tumakninah, pentingnya bersedekah dan banyak lagi. Diceritakan dengan mode picture book, anak  pasti akan suka. Karena bahasanya singkat yang disertai gambaran langsung kejadian. Buku ini sangat bermanfaat.

Srobyong, 25 Oktober 2018

Wednesday, 9 January 2019

[Resensi] Semangat Belajar di Tanah Eropa

Dimuat di Tribun Jateng, Minggu 16 Desember 2018

Judul               : Diary La Sorbonne
Penulis             : Kualakata
Penerbit           : Bhuana Sastra
Cetakan           : Pertama, 2018
Tebal               : xiv + 201 halaman
ISBN               : 978-602-455-274-9
Peresensi         : Ratnani Latifah. Alumni Universitas Islam Nahdlatul Ulama, Jepara

Jangan pernah takut bermimpi dan memiliki harapan. Karena mimpi dan harapan merupakan  jalan untuk meraih sebuah kesuksesan. Tanpa mimpi kita tidak mungkin melakukan usaha dan bekerja keras. Soekarno pernah berkata, “gantungkan cita-citamu setinggi langit! Bermimpilah setinggi langit. Jika engkau jatuh, engkau akan jatuh di antara bintang-bintang.”

Buku ini menceritakan tentang perjalan dan pengalaman Kualakata ketika ingin belajar dan mengais ilmu di negara Eropa—tepatnya di Sarbonne University.  Siapa sih yang tidak ingin melanjutkan pendidikan di luar negeri? Di sana kita bisa mendapatkan banyak pengalaman dan kaya akan wawasan. Begitupula harapan yang dimiliki Kualakata. 

Terlahir dari keluarga yang  mayoritas adalah pendidik, hal itu membuat Kualakata memiliki semangat untuk belajar  yang sangat tinggi. Dia meyakini tidak peduli dari mana kita berasal, semua orang mampu menciptakan hal-hal besar (hal 4).  Didukung oleh almarhum dosennya, Monsieur Agoes Soeswanto, Kuala nekat untuk mulai mengejar impiannya untuk belajari di Paris.

Sembari les bahasa Prancis, dia mulai mendaftarkan diri untuk perkuliahan di Prancis. Dan dia diterima di Sarbonne University. Hanya saja dia menyadari  tantangan terberat yang harus dia pertimbangankan adalah masalah biaya. Sedangkan biaya hidup di Prancis jauh di atas standar hidup di Indonesia.  Untuk itulah Kuala mulai berburu beasiswa agar tetap bisa mengejar impiannya. 

Dia memilih mendaftarkan diri pada beasiswa LPDP (Lembaga Pengelola Dana Beasiswa). Karena menurutnya beasiswa ini  sangat mengayomi penerimanya.  Selain itu LPDP memang memiliki misi untuk menjadi lembaga penyedia biaya pendidikan terbaik di wilayah regional dan nasional.  Jadi setelah menerima beasiswa ini, dia tidak langsung menerima dana begitu saja.  Sebelum berangkat para penerima beasiswa ditempa dulu melalui Pelatihan Kepemimpinan selama seminggu.  Mereka dibekali tentang nasionalisme, bahwa mahasiswa yang kuliah di luar negeri, setelah ilmu dan pengalaman mencukupi, maka harus pulang untuk mengabdi kepada bangsa, tidak melupakan asal meskipun menjadi orang sukes di luar sana (hal 35).

Tantangan lain yang harus dia taklukkan lagi adalah permasalahan adat dan budaya yang berbeda, serta perbedaan iklim antara Indonesia-Parancis.  Apalagi selama ini Kuala belum pernah jauh dari tanah kelahirannya, Sidoarjo.  Namun dengan tekad bulat, Kuala yakin bisa melaluinya.  Apalagi di sana dia bisa belajar di tempat sastra dan seni melebur jadi satu.

Hanya saja untuk sistem belajar di Sarbonne, Kuala merasa kurang cocok.  Di Sarbonne umumnya memiliki dua sistem perkuliahan atau sistem kelas. Ada kelas TD (Travaux Dirige) –kelas kecil yang terdiri dari 20 mahasiswa, dan kelas besar disingkat CM (Cour Magistraux)—kelas yang terdiri dari puluhan sampai ratusan siswa. Sedang kelas yang diambil Kuala rata-rata CM.  Dengan bahasa prancis pas-pas-an, dia sering  kurang memahami materi, karena dosennya terlalu cepat dalam menyampaikan pembelajaran di kelas. Di sisi lain dia juga kesulitan untuk mencari teman. Namun hal itu tetap tidak membuat Kuala down dan minder. Dia memilih beradaptasi dengan  upgrade cara belajar dan bersosialisasi (hal 83).

Banyak suka dan duka yang pernah dialami Kuala selama belajar di Prancis. Tapi hal itu tidak menyusutkan niat dan minatnya untuk terus belajar. Dari kisah perjalannya, kita bisa mengambil keteladanan bahwa agar sukses belajar di negeri eropa atau di negeri manapun, kita harus memiliki pribadi yang ulet,  semangat, sabar dan tidak mudah menyerah.

Srobyong, 9 Desember 2018

Saturday, 22 December 2018

[Resensi Buku] Dongeng Ajaib yang Menginspirasi


Dimuat di Koran Pantura, 17 Juni 2019 

Judul               : Kumpulan Dongeng Aneh bin Ajaib
Penulis             : Arleen A
Ilustrator         : Kabita,Veronica Winata,dkk
Penerbit           : Bhuana Ilmu Populer
Cetakan           : Pertama, 2018
Tebal               : 200 halaman
ISBN               : 978-602-455-226-8



Kisah-kisah dongeng meski aneh dan tidak masuk akal, namun banyak nilai-nilai pembelajaran yang bisa diteladani. Kisah yang diceritakan selalu menginspirasi dan memotivasi untuk intropeksi diri. Oleh karena itu, dongeng masih menjadi bacaan yang disukai anak-anak. Apalagi dalam kisah-kisah dongeng biasanya terdapat ilustrasi menarik, yang membuat anak  semangat.  Sebagaimana Kumpulan Dongeng Aneh bin Ajaib karya Arleen A ini. Terdiri dari 10 dongeng aneh dan ajaib, buku menarik untuk dibacakan atau dibaca bersama anak-anak.

Misalnya saja kisah berjudul “Ketika Aku Jadi Sepatu” yang menceritakan tentang tokoh ‘aku’ yang tiba-tiba menjadi sepatu. Dimulai jadi sepatu ayahnya, hingga dia bisa melihat kerja keras sang ayah saat bekerja. Lalu dia menjadi sepatu sang ibu, juga sepatu adiknya. Kira-kira bagaimana akhir kisah tokoh aku ini? Apakah dia akan terus menjadi sepatu atau akan kembali menjadi dirinya sendiri? (hal 1).

Dalam kisha ini anak diajak untuk lebih menghargai orangtua. Dalam artian sebagai anak kita harus menghormati dan membantu orangtua semampu kita. Karena orangtua sudah bekerja keras untuk merawat dan mendidik kita. Ayahnya bekerja siang malam agar bisa membiayai hidup kita. Sedang ibu selalu membersihkan rumah agar nyaman untuk ditinggali. Ibu juga selalu menyiapkan sarapan yang lezat dan bergizi.

Ada pula kisah berjudul “Teko Ajaibku” yang menceritakan tentang seorang gadis kecil yang tidak sengaja menemukan sebuah teko ajaib—di mana teko itu selalu penuh isinya. Lebih menarik lagi air yang ada di dalam teko itu  sangat lezat dan bisa menyembuhkan pilek yang diderita si gadis kecil tersebut.  Gadis kecil itu pun membagikan info itu pada teman-temannya. Hingga banyak orang datang untuk melihat teko ajiabnya.

Karena semakin lama banyak orang yang datang, si gadis kecil itu menarik bayaran bagi yang ingin minum. Awalnya dia menarik harga murah, namun semakin lama dia menarik harga sangat mahal. Sejak itu para pengunjung pun semakin sepi. (hal 35). Dalam kisah ini anak diingatkan untuk tidak sembarangan memungut barang temuan di jalan. Selain itu anak juga diajak menjadi pribadi yang sudah berbagi dalam kebaikan. Bukan malah memanfaat sebuah momen untuk keuntungan diri sendiri.

Tidak kalah menarik ada kisah berjudul “Kutilku yang Besar dan Biru” menceritakan tentang gadis kecil yang memiliki kutil di hidungnya. Hal itu tentu sangat meresahkannya. Dia malu respon apa yang akan dikatakan teman-temannya tentang kutil itu. Oleh karena itu dia berusaha keras untuk menutupi kutilnya. Bahkan kalau bisa bersembunyi sampai kutil itu hilang (hal 47).Sebuah kisah yang menarik. Di sini anak diajarkan untuk menjadi diri sendiri. Tidak usah malu dengan kekurangan yang kita miliki, tapi tunjukkan prestasi.

Lalu ada juga kisah berjudul “Menara yang Tumbuh” yang mana dari kisah ini kita akan dihibur dengan kisah menakjubkan tentang harapan gadis kecil yang ingin memiliki rumah tinggi agar bisa melihat bintang dan bulan. Namun apa jadinya ketika rumahnya akhirnya bisa tinggi? Di sini kita diajak untuk mensyukuri apa yang kita miliki. Jangan suka iri dan dengki, karena pada akhirnya hanya akan merugikan diri sendiri.

Selain tiga tersebut masih banyak lagi kisah-kisah aneh dan ajaib yang sangat menginspirasi. Seperti “Tertempel pada Tutup Tong Sampah” yang memotivasi kita untuk menjadi pribadi yang tidak membeda-bedakan teman. Bertemanlah dengan siapa saja tanpa melihat status sosialnya. Atau kisah “Ketika Aku jadi Lemari” yang mengajarkan untuk tidak berlebihan dalam apa saja. Misalnya dalam menyukai atau mengoleksi sebuah barang.

Semua dipaparkan dengan apik dan mudah dipahami anak.  Bahasanya ringan  dan sederhana. Buku ini sangat cocok dijadikan bahan bacaan anak. Lebih menarik lagi, buku ini disusun dengan dua bahasa—Indonesia dan Inggris. Jadi selain bisa menikmati kisah yang diceritakan, anak juga sekaligus belajar bahasa Inggris melalui cerita.

Srobyong, Minggu 28 Januari 2018


Thursday, 29 November 2018

[Resensi] Mengasuh Anak Tanpa Kekerasan


Dimuat di Padang Ekspres, Minggu 11 November 2018


Judul               : Happy Parenting Without Spanking or Yelling
Penulis             : Novita Tandry
Penerbit           : Bhuana Ilmu Populer
Cetakan           : Pertama, 2017
Tebal               : 236 halaman
ISBN               : 978-602-394-632-7
Peresensi         : Ratnani Latifah. Alumna Universitas Islam Nahdlatul Ulama, Jepara

Sadar atau tidak, sebagai orang tua, kita kadang merasa berkuasa dengan mengendalikan anak. Apa yang dilakukan anak harus sesuai dengan keinginan kita. Dan ketika anak melakukan kesalahan, kita tidak segan untuk berteriak marah atau lebih fatal menggunakan kekerasan. Padahal pola asuh tersebut merupakan cara yang salah.

Membesarkan anak merupakan tantangan dan tanggung jawab yang sangat besar. Dalam masa perkembangan anak, mungkin akan ditemukan ketidakpatuhan, kemarahan, bahkan  pada suatu waktu terjadi pemaksaan keinginan. Buku ini ditulis untuk membantu kita menyelesaikan masalah tersebut dengan pendekatan paling efektif dan tanpa melakukan kekerasan (xix).

Di antaranya kita bisa memulainya dengan memahami disiplin. Sangat disayangkan, saat ini kata disipilin sering dikonotasikan  sebagai sesuatu yang negatif dan otoriter. Padahal jika kita menelaah lebih lanjut, disiplin memiliki arti mengajar, yang tentunya bersifat positif dan konsturktif. Sebagai orangtua kita harus berani mengatakan “ya” atau “tidak” kepada anak. Dengan begitu anak akan mengatahui batasan-batasan perilaku yang boleh dilakukan atau tidak. Namun dengan catatan dalam menerapkan kedisiplinan orangtua harus melakukannya dengan kasih sayang dan harus  memahami sikap masing-masing anak. Mengingat setiap anak itu unik dan beda.

Orangtua juga harus paham, anak-anak tidak dilahirkan dengan kemampuan pengendalian diri dan kemampuan ini tidak akan berkembang kecuali kita memberikan disiplin yang tegas dan penuh kasih sayang sejak dini (hal 22).

Kemudian kita juga harus memahami tentang tantrums dan kemarahan.  Mungkin banyak dari kita merasa senang jika anak kita jarang marah, jarang rewel dan tidak pernah memperlihatkan tantrum atau ledakan emosi.  Padahal fase ini sangat normal terjadi pada anak. Dan bahkan fase ini memiliki banyak manfaat bagi anak itu sendiri. Oleh sebab itu, kita harus waspada jika anak tidak menunjukkan ledakan emosi dan kemarahan. Di sisi lain kita juga harus mengetahui tentang berbagai faktor dan penyebab kemarahan  anak.  Di mana dengan mengetahui pemahaman tentang faktor kemarahan anak, hal itu akan   sangat membantu  orangtua  dalam memberikan penanganan yang tepat bagi anak.

Selanjutkan kita juga harus siap untuk menangani perilaku buruk anak. Sebagaimana kita ketahui setiap anak itu memiliki pribadi yang berbeda-beda. Anak memiliki cara unik dalam berperilaku atau membuat masalah. Untuk itulah dibutuhkan disiplin yang berbeda untuk menanginya. Di antaranya kita harus memahami dulu kepribadian anak. Misalnya dalam menghadapi anak yang sensitif. Kita tidak perlu meninggikan suara. Jika kita terlalu ketat, maka anak akan menjadi sangat marah.  Sedangkan bagi anak yang tidak sensitif, maka  diperlukan displin yang tegas dan jelas. Karena kekurangjelasan dan tidak adanya keputusan dari orangtua justri dianggap  bahwa ia bebas perperilaku (hal 72).

Selain beberapa hal yang sudah dijelaskan di atas, tentu saja masih banyak tips dan trik menarik tentang bagaimana cara mengasuh anak tanpa kekerasan.  Buku ini sangat pas dibaca bagi semua lapisan masyarakat. Dengan paparan bahasa yang lugas dan tidak bertele-tele, buku ini akan sangat membantu kita dalam upaya mengenal cara asuk yang baik.

Melalui buku ini secara keseluruhan, kita sebagai orangtua diingatkan untuk menjadi pribadi yang  sabar dan tak gegabah. Di sini tidak hanya anak yang diharuskan belajar namun orangtua juga wajib belajar, agar bisa memahami kebutuhan anak. orangtua juga wajib memahami dengan baik setiap karakter anak, karena itu akan sangat membantu dalam memilih metode cara asuh yang pas.  Beberapa kekurangan yang ada dalam buku, tidak menutupi nilai-nilai kemanfaatan yang disampaikan penulis.

Srobyong, 21 September 2018

Tuesday, 2 October 2018

[Resensi] Dongeng yang Mengajarkan Bahaya Lisan

Dimuat di Radar Sampit, Minggu 9 September 2018 


Judul               : Si Pahit Lidah
Penulis             : Dian K.
Penerbit           : Bhuana Ilmu Populer
Cetakan           : Pertama, Maret 2017
Tebal               : 32 halaman
ISBN               : 978-602-394-621-1
Peresensi         : Ratnani Latifah. Alumni Universitas Islam Nahdlatu Ulama, Jepara

Dongeng merupakan salah satu media belajar yang baik untuk anak. Dengan mengenalkan dongeng pada anak, selain bisa sebagai sarana membangun  imajinasi anak, dongeng juga bisa menjadi bagian sebagai alat bantu mengenalkan anak nilai-nilai moral dan akhlak yang baik.  Dalah satu buku dongeng yang patut kita kenalkan pada anak adalah  dongeng asal Sumatera Selatan, berjudul “Si Pahit Lidah”. Di mana dalam dongeng ini, kita diingatkan untuk selalu menjaga ucapan.

Kita pasti sering mendengar ungkapan bahwa lidah itu lebih tajam daripada pedang. Yang artinya sebuah ucapan itu mampu menyakiti seseorang lebih dari rasa sakit ketika terkena senjata tajam. Oleh karena itu kita sering dinasihati untuk menjaga lisan atau ucapan. Jika kita takut menyakiti orang lain dengan ucapan kita, maka lebih baik jika kita hanya diam.

Dalam sebuah syair yang diambil dari kitab karya Muhammad Ibnu Ahmad Sohan dijelaskan “Seseorang itu tidak mati karena terpeleset kakinya, tapi dia meninggal karena terpeleset lidahnya. Karena terpeleset kaki itu lama-kelamaan bisa pulih kembali. Sedang terpeleset lisannya akan mendatangkan balak (cobaan ) hingga kelak di akhirat.”

Bahkan dalam Al-Quran surat Al-Isra’ ayat 53, Allah juga menyinggung anjuran untuk menjaga lisan kita. “Dan katakanlah kepada hamba-hamba-ku, ‘Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar). Sungguh, setan itu (selalu) menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sungguh, setan adalah musuh yang nyata.”

Dalam buku ini sendiri, penulis mengisahkan tentang Serunting yang iri dengan Aria Tebing—adik ipranya yang mana Aria Tebing ini memiliki jamur emas di kebunnya. Sedangkan di kebun Serunting sangatlah tandus dan tidak pernah ada jamur emas yang tumbuh di sana. Karena rasa iri yang bersarang di harinya, Serunting curiga, jangan-jangan Aria Tebing telah melakukan kecurangan (hal 6). Namun Aria Tebing menolak tuduhan yang dilontarkan Serunting.

Akhirnya Serunting menantang Aria Tebing untuk adu kekuatan, dengan syarat siapa yang kalah harus menyerahkan  kebun kepada yang menang. Tidak punya pilihan, Aria Tebing pun menerima tantangan tersebut. Meski sejujurnya dia sangat khawatir, karena dia tahu Serunting memiliki ilmu bela diri yang hebat.

Untuk mencegak kekalahannya, Aria Tebing pun mendatangi Siti—kakak sekaligus istri Serunting. Dia meminta bantuan kakaknya untuk menunjukkan kelemahan Serunting. Karena sudah mengetahui kekurangan Serunting akhirnya Aria Tebing pun menang. Sedang  Serunting yang kalah sangat marah. dia merasa dikhianti istrinya. Kekalahan itu menuntun jalan Serunting ke Bukit Siguntang dekat Gunung Mahameru (hal 13).

Dari sana dia mendapat sebuah kesaktian berupa apa pun yang dia ucapkan akan menjadi kenyataan. Namun kesaktian itu dia gunakan untuk  mengutuk apa pun yang dia temui. Karena perbuatannya itu, dia kemudian dijuliki “Si Pahit Lidah”. Serunting sama sekali tidak merasa bersalah dengan perbuatannya, bahkan dia bertekad akan membalas dendam Aria Tebing dengan kekuatannya itu.

Tapi pada suatu hari, saat kelelahan dia istrihat, dia menemukan tanah gersang yang tidak ada pohon satu pun. Padahal kala itu dia butuh pohon-pohon yang membawa kesejukan dan berlindung dari panas, akhirnya dia pun berucap, agar pohon-pohon tumbuh di sana.  Lalu bagaimana akhir perjalanan Serunting? Apakah dia akan tetap balas dendam atau memanfaatkan kekuatannya untuk kebaikan?

Dongeng bilingual—dua bahasa ini, selain mengingatkan kita tentang pentingnya menjaga lisan atau ucapan, buku ini juga mengajak kita untuk mensyukuri nikmat dan tidak iri. Tidak ketinggalan, penulis juga mengingatkan bahwa membantu orang lain itu lebih menyenangkan daripada memelihara dendam. Karena perbuatan jahat hanya akan membuat kita dibenci dan diajuhi.

Lebih dari itu dari buku dongeng ini, adik-adik bisa juga belajar bahasa Inggris dengan cara yang menyenangkan. Apalagi bahasanya memang mudah dicerna dan cocok untuk selera anak.

Srobyong, 16 Maret 2018

Wednesday, 29 August 2018

[Resensi]Mengenalkan Ayat Kauniyah dan Qauliyah Pada Anak

Dimuat di Duta Masyarakat, Duta Masyarakat Sabtu 18 Agustus 2018


Judul               : Al-Quran Menakjubkan : Manusia dan Alam
Penulis             : DK Wardahani
Ilustrator         : Diani Apsari & Amalia Kartika Sari
Penerbit           : Qibla
Cetakan           : Pertama, April 2018
Tebal               : 176 halaman
ISBN               : 978-602-455-459-0
Peresensi         : Ratnani Latifah. Alumni Universitas Islam Nahdlatul Ulama, Jepara

Membekali anak dengan pendidikan agama sejak dini merupakan pilihan tepat. Karena pendidikan agama adalah pondasi kuat, yang akan membangun kejiwaan, keimanan dan ketawaan anak.  Selain itu dengan bekal pendidikan agama, anak akan tumbuh menjadi sosok yang bertanggung jawab dan berakhlakul kharimah. Salah satunya adalah  mengenalkan anak dengan ayat kauniyah dan qauliyah. Karena secara tidak langsung keduanya akan membuat anak mengenal ciptaan Tuhan dan juga belajar tentang keesaan Tuhan.

Ayat kauniyah adalah ayat yang menunjukkan segala sesuatu yang diciptakan Allah. Hal ini berkaitan dengan apa yang diciptakan Allah, baik itu berupa benda, kejadian atau peristiwa yang ada di alam semesta ini. Sedang Qauliyah adalah ayat-ayat yang difirman Allah, yang berhubungan dengan cara mengenal Tuhan.  Namun perlu dicatat, dalam mengenalkan pendidikan tentang ayat-ayat kauniyah dan qauliyah, orangtua harus pintar-pintar dalam memilih media yang menarik dan cocok bagi anak. Salah satunya dengan media membaca.

Di antara buku yang patut dibaca untuk anak yang sesuai dengan tema  tersebut adalah buku karya DK Wardhani yang berjudul “Al-Quran Menakjubkan : Manusia dan Alam” ditampilkan dengan kemasan yang menarik, penuh dengan gambar-gambar apik, anak akan semangat dan tertarik untuk belajar dan membacanya. Apalagi penulis memaparkannya dengan bahasa yang sederhana, sesuai dengan pemahaman anak.

Pada bagian pertama kita diajak mengenal dengan manusia pertama yang diciptakan Allah. Dialah Nabi Adam AS yang diciptakan  dari tanah  dengan bentuk manusia. Lalu ditiupkan ruh kepadanya. Nabi Adam As tidak memiliki ayah dan ibu. Nabi Adam As diberi  kelebihan ilmu dibanding makhluk Allah lainnya.  Agar memiliki keturunan Allah memberikan Nabi Adam AS, istri bernama Hawa. Alasan kenapa Allah menciptakan manusia adalah untuk menjadikan manusia sebagai khalifah di bumi.

Hal ini senada dengan firman Allah dalam surat Al-Baqarah ayat 30. “Ingatlah ketika Tuhanmu berifirman kepada para malaikat : Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di bumi.” (hal 2).

Allah menciptakan manusia dengan bentuk sebaik-baiknya. Oleh karena itu kita patut bersyukur kepada Allah.  Coba kita lihat bentuk tubuh kita. Dimulai dari kaki, tangan, indra mepengecap, mata, gigi, hidung, otak, telinga, sistem pencernaan dan lain sebagainya, masing-masing memiliki manfaat tersendiri.  Dalam surat  Al-Infithaar ayat 7-8 dijelaskan, “Allah telah menciptakan kamu lalu menyempurnakan kejadiamu dan menjadikannya (sususan tubuh)-mu seimbang, dalam bentuk apa saja yang Dia kehendaki, Dia menyusun tubuhmu.” (hal 9).

Misalnya saja  keberadaan gigi yang berguna untuk merobek dan mengunyah makanan. Gigi juga memiliki pelindung yang disebut email. Pelindung itu membantu mencegah lubang di gigi.  Atau otak yang bisa membuat kita berpikir dan memutuskan banyak hal. Selama kita masih hidup, otak bisa menerima dan mengolah jutaan informasi juga menyimpan jutaan ingatan.

Selain menciptakan manusia, Allah juga menciptakan alam. Ada langit,  bulan, matahari, bintang dan benda-benda langit lainnya.  Terciptanya benda di langit ini menunjukkan betapa besar kekuasaan Allah.  Salah satunya kita bisa merenungkan ayat 190 dan 191 dalam surat Ali Imran. “Sesungguhmya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang yang berakal. Yaitu orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-siang.” (hal 85-86).

Ayat-ayat yang termatub dalam buku ini, selain mengingatkan kita tentang ciptaan Allah, juga mengajak kita untuk mempercayai kebesaran Allah.  Berbagai peristiwa yang ada di muka bumi, seperti terjadinya siang dan malam, pergantian waktu, hujan, kilat dan petir, atau angin, semua sudah Allah jelaskan dalam Al-Quran. Dan hal ini menunjukkan betapa besar kuasa dan kehendak Allah. 

Dilengkapi dengan aktivitas seru, buku ini sangat menarik untuk disugukan kepada anak. Apalagi melalui buku ini, anak juga bisa belajar tentang fakta sains yang ada dalam Al-Quran.  Jadi selama membaca buku ini, selain anak bisa meningkatkan iman dan takwa, ilmu tentang pengetahuan alam dan teknologi juga bisa bertambah.

Srobyong, 26 Mei 2018

Monday, 6 August 2018

[Resensi] Kumpulan Cerita Akhlak Baik Sehari-hari

Dimuat di Analisa Medan, Jumat 20 Juli 2018



Judul               : Komik Sahabat Anak Muslim
Penulis             : Watiek Ideo & Riera Faaizah D
Ilustrator         : Wawan Kunkang
Penerbit           : Qibla
Cetakan           : Pertama, April 2018
Tebal               : 165 halaman
ISBN               : 978-602-455-519-1
Peresensi         : Ratnani Latifah. Alumni Universitas Islam Nahdlatul Ulama, Jepara

Manusia adalah makluk sosial, yang  tidak bisa hidup sendirian. Manusia selalu memerlukan bantuan orang lain. Artinya dalam kehidupan bermasyarakat, kita akan berhubungan dengan banyak orang. Baik dalam lingkup keluarga, tetangga, saudara atau sahabat. Oleh karena itu, untuk menjaga hubungan baik dengan sesama manusia, kita harus menjaga silaturrahmi.  Jangan sampai kita merusak hubungan atau memutuskan tali persaudaraan.

Agar kita bisa menjaga diri dari berbagai perbuatan buruk, maka kita perlu dibekali dengan pendidikan akhlakul karimah atau akhlak terpuji. Buku ini dengan paparan yang lugas dan renyah, menghadirkan kisah-kisah menarik bertema akhlak terpuji dalam kehidupan sehari-hari, yang pas untuk dibaca anak-anak. Sebagaimana kita ketahui, sejak dini anak harus dibekali pendidikan akhlak yang baik dan benar, agar anak tumbuh menjadi pribadi yang berakhlakul karimah. Pendidikan akhlak akan membangun pondasi kuat anak, agar menjadi sosok yang bertanggung jawab di kemudian hari.

Salah satu cara terbaik dalam mengenalkan anak pada pendidikan akhlak adalah melalui media baca dan gambar. Dan saya rasa buku karya Watiek Ideo & Riera Faaizah D sangat pas untuk dijadikan pilihan.  Karena buku ini memakai format komik, yang menggabungkan antara gambar dan tulisan. Selain itu pilihan format komik juga   akan memudahkan anak dalam memahami cerita, karena bahasanya sederhana, pendek dan tidak membingungkan.

Di antaranya ada kisah berjudul “Sang Pahlawan” yang menceritakan tentang bagaimana kita harus bersikap kepada binatang. Meski kita tidak suka terhadap binatang tertentu, kita tidak boleh kasar. Kita harus tetap menyayanginya dan tidak menyakitinya. Karena setiap makhluk diciptakan Allah dengan manfaat masing-masing.

Hal ini senada dengan hadist yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi, “Setiap makhluk diciptakan untuk memberi manfaat bagi kehidupan, terutama bagi manusia. Namun, kita terkadang lupa untuk mensyukurinya. Tak perlu membenci berlebihan jika kamu tidak suka kepada binatang tertentu. Biarkan binatang hidup damai dengan tidak menyakiti mereka. ketahuilah siapa yang ada di bumi, niscaya kalian dikasihi oleh yang ada di langit.” (hal 16).

Ada pula kisah berjudul “Kok, Bekas?” yang menceritakan tentang masalah bakti sosial.  Fikri awalnya semangat untuk mengikuti bakti sosial dan siap menyumbangkan barang-barang bekas miliknya yang sudah tidak terpakai. Namun ketika mendengar Najib, temannya bahwa kalau sedekah harus memberikan sesuatu yang baru, Fikri pun jadi ragu dan malas.  Dalam kisah ini kita diingat bahwa yang terpenting dari sedekah itu bukan soal barang yang diberikan. Namun  yang penting adalah keikhlasan saat melakukan sedekah dan tidak memamerkan apa yang disedekahkan.

Tidak kalah menarik ada kisah berjudul “Rapat Acara Maulid Nabi” yang mengisahkan tentang sikap Nisa ketika diberi amanah oleh gurunya.  Dia diminta gurunya untuk mengikuti rapat dalam rangka membahas persiapan acara maulid Nabi. Namun Nisa terlalu santai, dia selalu menunda-nunda pekerjaan, hingga akhirnya dia terlambat dan kebingungan. Dia takut akan dimarahi gurunya, juga malu pada teman-temannya. Lalu apa yang akan dilakukan Nisa?

Kisah ini mengingatkan kita untuk selalu bertanggung jawab dengan tugas kita. Kita tidak boleh mengingkari janji yang sudah kita buat. Menepati janji akan membawa  kebaikan.  Dalam surat Ali Imaran dijelaska, “(Bukan demikian), sebenarnya siapa yang menepati janji (yang dibuat)nya dan bertakwa, maka sesungguhnya Allah SWT menyukai orang-orang yang bertakwa.” (hal 80).

Selain tiga kisah itu, masih ada tujuh kisah lain yang seru dan menarik.  Masing-masing kisah memiliki kekurangan dan kelebihan.  Seperti kisah “Sahabat Suka Duka” yang mengajarkan kita untuk saling tolong menolong kepada yang membutuhkan. Atau ada pula kisah  “Minggi, Dong!” yang mengingatkan kita untuk tidak mengolok-olok orang lain dan jangan memanggil nama teman kita dengan panggilan buruk. Karena bisa jadi orang yang kita cela itu lebih baik.  Dan masih banyak lagi. Dilengkapi dengan penjelasan Al-Quran dan hadist, buku ini sangat menarik dan patut dikenalkan kepada anak. 

Srobyong, 29 Juni 2018

Sunday, 17 June 2018

[Resensi] Nasihat Bisnis Terbaik dari Pengusaha Sukses

Dimuat di Koran Jakarta, Senin 4 Juni 2018 


Judul               : Trump : The Way to the Top
Penulis             : Donald J. Trump
Penerjemah      : Aswita R. Fitriani
Penerbit           : Bhuana Ilmu Populer
Cetakan           : Pertama,  Maret 2017
Tebal               : 302  halaman
ISBN               : 978-602-394-638-9
Peresensi         : Ratnani Latifah. Alumna Universitas Islam Nahdlatul Ulama, Jepara

Membangun sebuah bisnis itu tidak mudah.  Donald J.Trump memaparkan, “Tidak peduli betapa pintarnya diri kita, tak peduli betapa komprehensif pendidikan yang kita miliki, tidak peduli betapa luasnya pengalaman bisnis yang sudah kita miliki, tidak ada satu cara pun memiliki semua kebijaksanaan yang kita perlukan untuk membuat bisnis maju (hal 1).

Untuk mengatasi permasalahan itu, maka Donald Trump mencoba bertanya kepada para pengusaha yang sudah sukses dalam berbisnis. Karena bagaimana pun dalam menjalankan sebuah perusahaan kecil atau besar tetap diperlukan kerja keras, kecerdasan dan ketekunan yang sama atau bahkan lebih besar  dari seorang CEO perusahaan yang memiliki banyak pegawai yang melayaninya.

Buku ini dengan bahasa yang sederhana, mudah dipahami dan lugas, akan menghadirkan nasihat-nasihat bijak  dari 150 pengusaha sukses. Di mana dari buku ini diharapkan dapat membantu siapa saja yang tertarik dalam masalah bisnis.  Melalui buku ini kita disadarkan bahwa untuk menjadi orang yang sukses, kita perlu belajar dari orang lain di sekitar kita. Kita bisa belajar dari kesalahan yang mereka mereka lakukan, dengan tidak meniru kesalahan yang sama.

Diane N. Bark adalah Presiden DHB Financial Services, Inc. Dulu dalam berbisnis Diane harus memulai dari hal yang sulit. Dan dia melakukannya tanpa adanya bantuan atau nasihat bisnis. Hingga akhirnya kadang dia sering melakukan kesalahan. Namun dari kesalahan itu dia bisa mengambil pelajaran, hingga akhirnya dia berhasil menjadi pembisnis sukses.

 Di mana dalam berbisnis, dia menyarankan kepada kita untuk selalu mengikut kata hati. “Berikan gairah di dalam pekerjaan yang kita miliki karena itu akan membuat hidup kita jauh lebih menyenangkan dalam jangka panjang. Jangan melakukan sesuatu hanya karena itu akan menghasilkan banyak uang. Yang terpenting, dengarkan kata hati dan pikiran kita, maka keduanya akan menuntun kita pada arah yang benar.” (hal 9).

Napoleon Barragan adalah Chairman dan CEO 1 –800 –Mattress.  Dia telah menjadi pedagang menjual kasur selama lebih dari 20 tahun. Demi kemajuan bisnisnya, dia terus berusaha mendapatkan merek-merek berkualitas dan bernilai terbaik, serta kontruksi yang paling inovatif, untuk memastikan bahwa dia telah menawarkan yang terbaik bagi konsumen. Namun suatu hari, ketika dia memperkerjakan vice president of merchandising, dia mendapat nasihat bisnis yang luar biasa. Bahwa dalam melakukan bisnis, selain butuh ketekunan dalam kerja keras, kita juga butuh adanya kejujuran dan kepercayaan.

Barbara G. Berger, Presiden Food City Markets, Inc, menjelakan, bahwa dalam berbinis kita harus siap jatuh bangung. Karena dalam berbisnis, tidak mungkin kita langsung meraih kesuksesan. Ada masa di mana kita memperoleh kegagalan. Dan ketika masa itu tiba, kita harus siap menerimanya dan bangkit lagi untuk terus mengembangkan bisnis yang kita tekuni.

Simon Bergson, Pendiri, Presiden dan CEO Manhattan Beer Distribution, memberi nasihat penting bagi siapa saja yang ingin sukses dalam berbisnis. Yaitu dalam berbinis kita memerlukan semangat yang tinggi dan mau bekerja keras. Karena kerja keras akan menuntun kita pada jalan kesuksesan.
Cathie Black, Presiden Hearts Magazine, menjelaskan bahwa dalam memulai berbisnis, kita harus menjadi diri sendiri setiap waktu (hal 25). Karena dengan menjadi diri sendiri, kita bisa menjadi pribadi yang berani melangkah, dan tidak takut dengan pendapat orang lain. Yang terpenting bagi kita adalah memulai, mau mengerjakan, terus membangun mitra dan membangun komunikasi yang baik dengan banyak orang.

Dan Gregory D. Cash, Presiden dan CEO di Vasomedical, Ins, memberi nasihat tentang pentingnya menjalin komukasi. Karena komunikasi, akan mempermudah data barang yang akan dibeli dan lain sebagainya. Sedang Robert B Catell, chairman dan CEO KeySpan Corporation, memberikan nasihat singkat tentang anjuran memberikan yang terbaik bagi pekerjaan dan kolega yang dimiliki. “Bekerja keraslah dan lakukan segala sesuatu sebaik mungkin, tidak peduli pekerjaan apa yang diberikan kepada ktia. Jangan terperangkap di dalam kancah politik, dari suatu perusahaan dan perlakukan semua individu sebagaimana apa yang kita ingin diperlakukan.” (hal 38).

Selain beberapa nasihat tersebut, tentu saja masih banyak nasihat lain yang sangat memotivasi dan menginspirasi. Melalui buku ini Donald J. Trump mengajak kita mengambil berbagai kebijaksanaan dari para pengusaha sukses yang bisa kita teladani.

Srobyong, 2 Juni 2018