Thursday, 5 November 2015

[Review] Antara Cinta dan Keyakinan




Judul Buku                  : Insya Allah, Sah!
Penulis                         : Achi Tm
Penerbit                       : Gramedia Pustaka Utama
Halaman                      : 328 hal
Cetakan                       : Pertama, April 2015
ISBN                           : 978-602-03-1465-5

Apa yang terjadi jika dalam sebuah keadaan kita dituntut untuk memilih ...? Memilih  antara mempertahankan cinta atau keyakinan yang dimiliki.

Silvi adalah seorang desainer juga pemilik Silviana Sexy Boutique. Dia memiliki pemikiran bahwa cantik itu harus dengan tampilan seksi. Karena itu dia selalu membuat pakaian seksi, menonjolkan tubuh. Lagipula banyak yang menyukai desainnya. Kecuali satu sahabatnya, Kiara yang selalu protes dan menyarankannya untuk sesekali membuat baju muslimah juga. Hal yang membuat Silvi tertawa lebar. Baju Muslimah itu ketinggalan zaman. Silvi tidak peduli.

Dan suatu ketika karena keadaan yang tidak menguntungkan, telah membuatnya mengerang keras. Dia terjebak dalam lift bersama Raka, pria yang menurut Silvi nggak banget. Semua bermula dari pelanggan yang marah-marah hingga gagal bertemu dengan Dion untuk makan siang dimana rencananya dia akan dilamar. Hingga kemudian dia terdampar di lift ini. (hal 13) Kejadian itu-lah yang membuat Silvi bernazar sesuatu yang gila, menurut dirinya sendiri. Tapi setelah kejadian itu  kehidupan Silvi berubah. Kesialan demi kesialan terus menghantuinya.

Tapi Silvi tidak menyadarinya. Saat ini yang dia fokuskan adalah mengurusi segala persiapan untuk pernikahannya dengan Dion, orang yang sangat dicintainya itu.  Setelah kejadian di lift Dion akhirnya resmi melamarnya. Membuat Silvi senang bukan main. Akhirnya mimpi yang selama ini diidamkan menjadi nyata. ( hal. 33)  Sayangnya untuk menyiapkan masalah pernikahan, Dion tidak punya waktu. Dia terlalu sibuk mengurusi tour yang ditanganinya. Malah menyuruh Raka seorang karyawan yang dilihat Dion sebagai orang baik dan berdedikasi untuk membantu Silvi. (hal 102) Lagi pula Dion yakin Raka tidak akan berani macam-macam dengan calon istrinya itu. Karena Raka adalah seseorang yang selalu menjaga jarak dengan wanita. Silvi sendiri tidak nyaman dengan orang yang bernama Raka. Menurut Silvi, Raka adalah sosok pria yang sok tahu dan selalu saja ceramah di mana-mana. Kenapa tidak berdakwa di musala atau masjid saja?

Silvi sungguh sebal. Apalagi ditambah persiapan pernikahannya  juga tidak selalu berjalan mulus. Malah dua kali Silvi terkena tipu. Kehilangan uang sekitar 26 Juta. Tidak hanya itu bahkan rambut panjang yang selama ini sangat disayanginya harus terbakar. (hal. 226) Silvi sungguh syok. Entah kenapa dia harus dibericobaan seperti ini. Sampai kemudian dia ingat-tepatnya Raka pernah mengingatkannya tentang masalah nazar yang memang sengaja Silvi lupakan.

Silvi pun kemudian menerenung dan memutuskan untuk berjilbab. Setelah dia berjilbab, ternyata persiapan pernikahan perlahan-lahan menemukan titik terang, seolah dimudahkan oleh-Nya.  Tapi yang menjadi masalah ketika Silvi menunjukkan perubahan pada kebaikan itu Dion tidak terima. Dion memberikan pelihan; mempertahankan keyakinannya itu atau mempertahankan cinta dan melanjutkan pernikahan. Entah bagaimana Silvi menyelesaikan semua masalah ini. Apakah cinta itu akhirnya berlabuh atau malah menjauh ...? Langsung baca saja buku ini.

Novel yang sarat makna diceritakan dengan bahasa ringan dan asyik dinikmati. Walau ending mudah ditebak, tidak membuat langsung berhenti ketika membaca. Karena dalam setiap bab akan disuguhi kejutan-kejutan kecil yang tidak disangka. Cerita ini mengajarkan bahwa sebuah janji yang dibuat dengan Allah haruslah dilakukan jika tidak ingin mendapat laknatnya. Bahwa masalah jodoh adalah ketentuannya, bagaimana menjaga hati dan istiqomah pada keyakinan yang benar. Serta banyak lagi pesan yang bisa diambil dari kisah ini. Recomended dibaca untuk kalangan semua umur. Apalagi yang mau menikah baca buku ini pasti jadi nambah pengetahuan. 

*Banyak kalimat-kalimat yang menyindir dan bagus yang bisa diambli manfaatnya dari buku ini adalah :

-Kalau jodoh nggak akan ke mana. (hal. 29)
-Wine kan... haram. (hal. 30)
-Kalau bangun tidur harusnya minum air putih dulu supaya sehat, bukan ngopi.” (hal. 43)
-Menang nggak baik pacaran, apalagi lama-lama. Setan itu selalu menggoda di mana saja. (hal. 45)
-Kalau belum nikah jangan gandeng-gandengan tangan begitu. Kan, belum muhrim.(hal. 47)
-Insya Allah dalam Islam semua hari  baik untuk menikah. (hal. 59)
-Lelaki shaleh untuk perempuan shalelah. Lelaki baik untuk perempuan baik. (hal. 73)
-Pacaran itu tidak ada dalam agama Islam. (hal. 86)
-Mbak Silvi harus ditemani oleh muhrimnya. Jadi kami tidak berduaan saja. Kalau berduan saja yang ketiganya setan.” (hal. 104)
-Shalat tapat waktu itu enak, lho. (hal. 114)
-Perbuatan maksiat itu seperti bom waktu. Dia kadang diabaikan, tapi sebenarnya sedang mempersiapkan diri untuk meledak. (hal. 119)
-Sebisa mungkin tetaplah menjaga diri dan menjaga hati. Pelukan sebelum menikah itu kan belum halal. (hal, 120)
-Tadi nggak shalat, ya? Makeup kamu masih tebal. (hal. 121)
-Allah pasti punya rencana atas setiap kejadian. (hal. 132)
-Menikah berarti harus patuh sama suami. Memang berat. Tapi itu salah satu kunci pintu surga bagi istri. (hal. 137)
-Bahwa persiapan pernikahan bukan sekedar gedung, suvenri, gaun dan lain sebaianya. Tapi juga persiapan batin. Sudah siapkah kita berperan sebagai istri? Mengikuti perintah suami? Masih adakah ego yang besar di dada sehingga kita enggan taat pada lelaki yang kita sandangkan gelar imam keluarga di dadanya? (hal. 138)
-Kebersihan itu sebagian dari iman. (hal. 148)
-Tujuan menikah adalah membentu keluarga sakina, mawadah, warahmah. (hal. 149)
-Jangan suudzon dengan bilang jelek. Positif, dong. Lihat dulu baru dinilai. (hal. 150)
-Pernikahan itu sesuatu yang sakral. Mengikuti sunah Rasul dan disukai Allah. Tapi Allah tidak suka pemborosan, bermewah-mewahan. Jadi sebaiknya resepsi yang sederhana saja. (hal. 151)
-Uangnya kan bisa lebih bermanfaat untuk hal lain. Disedekahkan misalnya. (hal. 151)
-Setiap orang pasti akan meninggal. (hal. 167)
-Rambut Silviana indah. Keindahan ini adalah aurat, permata yang harus dijaga. (hal 167)
-Muslimah harus cerdas. (hal. 177)
-Insya Allah, kalau semua dilakukan karena Allah, pasti akan berbuah hasil manis dan akan bernilai pahala di sisi Allah. (hal 185)
-Bersedekah itu bukan mengurangi uang kamu, tapi menambahkan, melipatgandakan. Karena akan diganti sama Allah. (hal. 195)
-Sebaiknya sedekah itu tidak usah ditunda-tunda. Kalau mampu, segera sedekah, karena sedekah juga bisa menghindakan kita dari musibah lho. (hal. 195)
-Hati-hati boros, setan berbisik kapan saja, lho. (hal. 2014)
-Maka sesungguhnya beserta kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya yang beserta kesulitan itu ada kemudahan. Maka apabila engkau telah selesai maka tegaklah. Dan kepada Tuhanmu hendaklah engkau berharap. (hal. 212)
-Jika kita melangkah sehasta kepada Allah, Allah akan mendekat ribuan hasta. (hal. 212)
-Ingat, lho, disakiti dan terluka oleh lidah bekasnya lebih dalam dan susah hilangnya dibandingkan luka oleh pedang. (hal. 219)
-Nazar alias janji kepada manusia saja harus ditepati, apalagi nazar kepada Allah. (hal. 220)
-Menjadi perempuan berhijab bukan berarti kita nggak care sama perawatan rambut, wajah, dan badan kita. Merawat anggota tubuh kan salah satu bentuk syukur kita kepada Allah. (hal. 229-230)
-Memulai itu memang sulit, tapi kika dilakukan karena Allah, insya Allah pasti akan dimudahkan. (hal. 232)
-Jika jatuh cinta, jagalah hati .... Bila tak kuasa, lamarlah segera. (hal. 282)
-Memakai jilbab itu karena Allah. jadi jangan dilepaskan hanya gara-gara cinta. (hal. 285)
-Perempuan menangis tidak harus cengeng. Karena setangguh apa pun perempuan, dia pasti menangis. (hal. 288)
-Cinta sama benci itu beda tipis. (hal. 317)
-Pacaran setelah nikah itu lebih asyik. Kalau jodoh, mau berpisah di belahan dunia mana pun pasti akan dipertemukan sama Allah. (318)

Srobyong, 5 November 2015.


[Review] Meneladani Kisah Nabi Musa





Judul               : Dahsyatnya Kisah Nabi Musa yang Perkasa
Penulis             : Ummu Rumaisha [Ririn Rahayu Astuti Ningrum]
Penerbit           : al-Qudwah Publishing
Cetakan           : 1, Oktober 2015
Halaman          : 96 halaman
Harga               : Rp. 45.000,-
ISBN               : 978-602-317-132-3

Kisah para nabi itu sangat baik untuk diperkenalkan kepada anak-anak sejak dini. Karena dari kisah itu, kita bisa mengambil banyak manfaat yang ada di sana. Bisa  meneladani sikap dan perilaku, juga ketabahan ketika mendapat ujian. Jika sedari kecil anak-anak sudah dikenalkan dengan para nabi, hal itu akan membuat mereka mengetahui siapa saja nabi yang wajib diketahaui. Dengan begitu, maka akan timbul-lah rasa cinta pada para nabi. Suatu sikap yang seyogyanya memang harus dimiliki umat Islam sedari kecil. Namun, kita tidak harus langsung mengenalkan dengan terburu-buru, tapi dengan pelan-pelan mengenalkan satu persatu. Dalam buku ini misalnya, anak akan dikenal kepada Nabi Musa. Nabi yang kita ketahui memiliki kisah hidup yang luar biasa dan kekuatan hebat atas izin Allah. 


Siapa yang tidak mengenal Nabi Musa? Beliau adalah seorang Nabi yang memiliki mukjizat luar biasa dan perjalanan hidup yang berliku. Musa lahir pada zaman kekuasan Firaun, seorang raja jahat yang mengaku menjadi Tuhan. Firaun adalah seorang yang serakah dan akan melakukan apa saja untuk mempertahankan kekuasaanya. Apalagi ketika suatu hari dia bermimpi aneh yang membuatnya ketakutan. (hal. 10) Firaun lalu memanggil seorang ahli nujum untuk menafsirkan mimpinya. Dengan takut-takut ahli nujum itu mengatakan bahwa pada suatu waktu seorang pemuda dari Bani Israil akan menghancurkan kekuasaan Firaun seperti dalam mimpinya. (hal. 11) Mendengar itu tentu saja Firaun marah. Lalu dengan sombongnya dia memerintahkan punggawanya untuk membunuh setiap anak laki-laki dari Bani Israil. (hal. 13)

Yukabad yang mendegar titah raja itu tentu saja khawatir. Karena dirinya tengah mengandung dan sebentar lagi bayi itu lahir. Bagaimana jika bayinya lahir laki-laki dan akan dibunuh? Dalam kekhawatirannya itu ..., Allah memberinya Ilham. Membuat Yukabad menghanyutkan bayi laki-laki yang dilahirkan itu dengan ikhlas. Yakin bahwa inilah yang terbaik yang ditentukan Allah. (hal. 17) Siapa sangka orang yang menemukan Musa kecil itu adalah Ratu Asiyah. Dia yang baik hati langsung jatuh cinta pada Musa dan meminta pada Firuan untuk membiarkan dirinya merawat anak itu. Pada awalnya Firaun tentu tidak mau dia ingin membunuh Musa, tapi Ratu Asiyah berhasil membujuk. (hal.24)

Hingga kemudian Musa dewasa, dan kejadian demi kejadian yang ditakutkan Firaun terjadi. Musa tidak sengaja membunuh suku Qibti hingga membuat Firaun marah dan ingin membunuhnya. Namun Allah masih melindungi. Musa pergi meninggalkan Mesir ke Madyan. Di sana dia bertemu dengan Nabi Syu’aib dan dinikahkan dengan salah satu putrinya. (hal. 45) Lalu Nabi Musa kembali dengan membawa mukjizat dan menggulingkan kekuasaan Firaun. Bagaimana cara Nabi Musa menggulingkan kekusan Firaun, apa saja mukjizat yang dimiliki dan bagaimana kisah petualangannya dalam berdakwah bisa disimak dalam buku ini. Juga tentang pertemuannya dengan Musa Samiri hingga berguru pada Nabi Khidir.

Tidak dipungkiri, saat ini banyak buku serupa yang membahas tentang kisah-kisah para nabi. Termasuk kisah Nabi Musa. Namun, buku ini memiliki keunikan sendiri dari buku-buku lainnya. Di antaranya, buku kisah Nabi Musa ini dilengkapi dengan ilustrasi gambar menarik, arti ayat-ayat Al-Quran atau hadis  yang berhubungan dengan kisah nabi, hikmah cerita juga kolom ilmu berupa kosakata bahasa arab untuk bisa dipelajari. Sayangnya dalam pemberian ayat Al-Quran dan hadis itu tidak disetakaan dengan tulisan arabnya. Mungkin akan lebih baik jika ayat dan arti bisa dicantumkan semuanya. 

Lepas dari kekurangannya, buku ini tetap asyik untuk dinikmati. Karena buku ini menggunakan bahasa bercerita yang ringan dan mudah dipahami. Memiliki banyak pesan yang bisa dijadikan teladan untuk pembaca. Misalnya cinta dunia yang berlebihan akan menjadikan seseorang lupa pada Allah. Allah selalu bersama hamba-Nya yang sabar dan ikhlas, Allah memberikan petunjuk pada siapa yang dikehendaki, mengajarkan tentang amar makruf nahi mungkar, syirik adalah perbuatan dosa besar, mencegah bersikap sombong, dan masih banyak lagi pesan yang ada dalam buku ini. Selain semua itu buku ini juga memiliki bonus stiker yang lucu. Bacaan yang mengasyikkan dan patut dibaca untuk anak-anak saat ini. Selamat membaca. 





[Review] . Antara Cinta dan Jarak



Judul               : Jarak Cinta
Penulis             : Asih Wardani, dkk
Penerbit           : LovRinz Publishing
Cetakan           : Pertama, Januari 2015
Halamn            : xiv + 214
ISBN               : 978-602-71451-8-4

Jarak dan cinta. Dalam perjalanan hidup seseorang tidak pernah tahu bahwa takdir akan membuat sepasang hati yang saling terkait akan terpisah. Tak bisa bersua karena waktu tak bersatu. Karena jarak membentang yang menjadi dinding penghalang.

Buku ini adalah sebuah Antologi yang memaparkan kisah antara jarak dan cinta. Baik berupa 11 rautan puisi hinga 52 cerita pendek yang syarat makna.  Ketika kebersamaan tidak bisa tergenggam karena berbagai alasan. Sebuah kisah yang dituturkan dengan halus berdasarkan kisah nyata. Tidak hanya kisah antara suami istri tapi cinta antara saudara, keluaraga yang memang harus terpisah tak bisa bersua. Bagaimana pergolakan batin yang memuat rindu dan kadang menimbulkan kecurigaan. Apakah bisa bertahan atau berserak hingga menjadi serpihan.

Terguncang dan seolah tidak terima itulah yang pertama dirasakan tokoh aku, ketika sebuah kenyataan yang membentang di depannya. Sosok yang sangat diharapkan bersama dirinya dalam hitungan waktu melahrikan buah cinta mereka, ternyata harus pulang ke Indoneasia. Dan dia harus tetap bertahan di Jepang sendirian dengan badan berbadan dua. Perih dan merasa lemah. Bagaimana dia bisa menghadapi segalanya sendirian? Tapi kalau dia merengek apakah itu akan menyelesaikan masalah. Simak kisah selengkapnya dalam Otosan, Itterasai! (hal. 1)

Di Hongkong, berada di rumah mewah yang memiliki fasilitas lengkap. Tapi cukupkah hanya itu? Jika keberadaan sang belahan jiwa tidak berpijak di bumi yanga sama. Yah, perasaan sedih dan segudang rindu termaktub dalam dada. Belum lagi ketika ada sebuah kabar yang membuat hati memanas hingga ingin meledak. Suami yang ditinggal kata tetangganya telah bermain dengan wanita lain. Dan ketika membuka FB gambar kemesraan itu terpampang. Perasaannya campur aduk hingga tersulutlah kemarahan yang tidak terbendung. Bagaimana tanggapana suaminya, simak dalam kisah Cemburu. (hal. 9)

Janji hanyalah janji, ketika akhirnya sang suami tetap memilih pergi ke Papua. Demi penyuluhan kesehatan. Memang pekerjaan mulia, tapi kadang harus berpisah dengan orang yang dikasihi tentu sebuah penderitaan tersendiri. Apalagi melihat anak sematawayangnya Laras, yang kerap mengatakan rindu akan kehadiran sang ayah. Hingga berjalan waktu, kabar dari sang suami sudah tidak lagi terdengar. Putus asa dan merasa lelah. Kecamuk pikiran buruh dan negatif menjajah. Hingga pada suatu hari sosok itu muncul dan menjawab kegundahannya dan sukses membuatnya menangis meraung. Apa yang terjadi simak dalam kisah Rindu Kepulangannya. (hal. 47)

Ketika keadaan kadang tidak sesuai pengharapan, seseorang pun memutuskan untuk mencari jalan keluar. Bekerja ke tempat jauh untuk mendapatkan yang lebih demi kebutuhan anak. Hingga mengharuskan berpisah dengan orang yang dikasihinya. Fase-fase kehidupan yang terbentang jarak pun dimulai. Mulai terkikisnya kepercayaan hingga perselingkuhan tak dapat dihindari. Lalu salah siapa semua itu? baca saja potongan kisah yang ditulis  Andika Riski dalam tiga cerita Cerita Bapak, Rindu Tebal dan Selayang Pandang. (hal. 51-56)

Dan masih banyak kisah-kisah lain yang akan membuat terpana. Mengajarkan bahwa dalam suatu hubungan haruslah ada sebuah kepercayaan. Antara cinta dan Jarak, harus saling memahami, tidak berburuk sangka dan saling setia. Meski cerita-cerita ini mudah tertebak endingnya, tapi keseluruhan cerita tetap memberi banyak percerahan akan sebuah lika-liku hidup yang tidak bisa dihindari siapapun. Dan belajar bagaimana menjadi kuat dan tabah ketika cobaan menghadang.

Srobyong, 5 November 2015.





Wednesday, 4 November 2015

[Review] Antara Nama dan Jadi Caleg



Judul               : Namaku Subardjo
Penulis             : Hapsari Hanggarani
Penerbit           : Metamind, Imprint of Tiga Serangkai
cetakan            : 1, Juli 2015
Halaman          :  viii+ 240 halaman
ISBN               : 978-602-72834-0-4

Hanya karena nama tidak moderen, Subardjo alias Jojo diputus pacarnya. Padahal wajah jojo tidak jelek-jelek amat. Malah bisa dibilang dia itu cukup tamban dan royal. Maklum selain sebagai mahasiswa tingkat akhir yang sedang sibuk mengurusi skripsi, Jojo yang merupakan persilangan orang Brebes dan Sidoarjo ini sudah menjadi bos muda. Yah, dia menekuni bisnis telur asin yang sukses mewarisi usaha dari bapaknya. Tapi tetap saja entah kenapa masalah percintaannya tidak mulus dan selalu tersandung pada nama.

Nah, karena putus cinta itu. tiba-tiba Jojo malah terdampar pada masalah caleg. Entah dapat ilham darimana sehingga dia memutuskan mengikuti saran Rudy anak buahnya untuk nyaleg. Padahal Jojo sama sekali buta dengan masalah politik.

Tapi karena sudah terlanjur kecebur sekalian saja menenggelamkan diri. Jojo yang pada mulanya tidak begitu tertarik membaca kini mau membeli koran. Dan kalau biasanya pasa baca koran lebih suka membaca koran masalah kriminal kini beralih membaca masalah politik. (hal. 74) Untungnya keluarga besar mendukung keinginan Jojo yang nyaleg. Meski ibunya sempat ragu. Karena memang bisa ya, menjadi caleg itu sebagai jaminan masa depan cerah. Tepatnya apakah menjadi caleg bisa mendatangkan uang? Bisa biki kaya? (hal. 99)

Lalu perjuangan pun dimulai untuk mengambil hati warga agar bisa mendukungnya. Meski kebanyakan cara yang dipakai berdasarkan saran Rudy itu tidak bijak. Malah terkesan memanfaatkan kesusahan warga. Ini, kan tidak dibenarkan dalam agama. “Kita menolong orang kan biar dapat pahala, kenapa mengharapkan suara? Salah niat, tahu!” (hal. 161) “Rud, apa nggak ada cara lain untuk menarik simpati orang lain selain memanfaatkan musibah orang lain?” (hal. 197)

Belum lagi banyak hal yang dilihat Jojo ketika kampanye yang sungguh tidak sesuai dengan kata hatinya. Kenapa harus seperti ini dan seperti itu. “Memangnya masyarakat kita terlalu matrealistis hingga harus selalu meminta uang dari pada caleg? Atau si caleg yang kegeeran dikira kalau sudah memberi uang, terus bakalan dipilih?” (hal.207)

Masalah kampanye memang cukup menguras perhatian Jojo, namun keadaan sang ibu yang tiba-tiba berteriak histeris dan kemudian tidak sadarkan diri lebih membuatnya miris. Lalu bagaimana nasib jojo dan ibunya? Kenapa sang ibu malah pingsan. Langsung baca saja deh buku ini.

Novel yang mengangkat tema unik yang jarang diambil. Merupakan hawa segar dan patut dibaca. Mengajari bahwa keberhasilan seseorang itu bukan terletak karena nama, tapi usaha dan kerja keras. Serta bagaimana masalah caleg yang ada di sekitar kita.  Meski ada yang berasa kurang. Karena awalnya menyinggung nama namun tiba-tiba lebih fokus pada masalah caleg. Tapi tetap asyik diikuti.

Kalimat ini sepertinya cocok untuk menyinggung masalah politik “Membuka jaringan politik itu nggak semudah membalikkan tangan.” “... seperti buang mangga. Boleh saja kulitnya berwana hijau, tapi kalau sudah dikupas ternyata isinya berwarna kuning atau oranye. Atau apel, luarnya merah tapi dalamnya berwarna putih. Atau semangka, berkulit hijau ternyata dalamnya merah .... Jadi dunia politik, sesuatu dan orang-orang di dalamnya nggak selalu sama dengan penampakan luar mereka. Boleh saja bajunya hijau, tapi sebenarnya hatinya kuning dan seterusnya ...” (hal. 79-80). Recomenden untuk dibaca.

Srobyong, 4 November 2015.



[Review] Jalan Menggapai Impian



Judul               : Swarna Alor
Penulis             : Dyah Prameswarie
Penerbit           : Metamind—Tiga Serangkai
Cetakan           : Pertama, Mei, 2015
Halaman          : vi + 282 hlm.
Harga              : Rp. 49.000,-
ISBN               : 978-602-72097-4

Mendapati kenyataan tidak sesuai dengan harapan membuat Lilo dan Mbarep cukup syok. Bayangan Paris pudar ketika mereka sampai di Bandar Udara Seokarno Hatta dan baru diberitahu bahwa mereka akan pergi ke Alor. Tempat yang menurut mereka tidak wah sama sekali. Memang apa yang bisa dipelajari dari daerah terpencil yang jauh dari peradaban. Jauh dari hiruk piruk fashion dan Bayangkan untuk mencari sinyal internet saja susahnya minta ampun.

Lilo merasa sangat kecewa. Apalagi ketika datang dia langung diajak berburu binatang invertebrata; teripang dan mengumpulkan buah tongke. Dia ini bukan calon pemburu tapi calon perancang busana.( hal. 3) Setelah berburu Teripang, hewan itu direbus, dan airnya digunakan untuk mewarnai. Dan ini betolak belakang dengan Lilo yang seorang anggota Green World. Dia tidak mau merusak ekosistem laut. Kenapa tidak memakai cara moderen saja. dari pada memakai cara lama yang merusak peradapan makhluk lain.

Mbarep pun punya perasaan yang sama dengan Lilo. Kecewa. Apalagi sejak datang dia belum diberitahu apa tugasnya. Dan ketika ada pemotretan, dirinya bahkan dianggap profesional. Keinginannya untuk ikut pemotretan di bawah laut saja dilarang dengan berbagai alasan. (hal. 37)

Namun kejadian demi kejadian yang mereka alami sedikit banyak telah membuka pikiran Lilo dan Mbarep. Bahwa Alor meski desa terpencil tapi memiliki keindahan yang luar biasa. menyadari bahwa jangan melihat sesuatu hanya dari luarnya saja. Dan mengingatkan bahwa Indonesia itu memang indah dengan segala keindahan dan kekayaannya. Selain itu juga mengajarkan akan sebuah usaha ketika ingin mencapai mimpi. Nahasnya di saat mereka menyadari itu, sebuah bencana besar datang. Pak Libana hilang, itu berarti festival swarna Alor terancam gagal.

Novel yang syarat makna. Tentang persahabatan dan perjuangan dalam meraih impian. Bahwa untuk mencapai mimpi itu memang tidak mudah dan butuh perjuangan dan kesabaran. Recomended untuk dinikamti. Juga mengingatkan seberapa kita mengenal budaya asli negeri sendiri. Mengajarkan untuk mencintai tanah air.

 Dari novel ini banyak kata-kata yang bagus dan nyetil dan menebar semangat.

-Sebaiknya kamu belajar membuka mata lebih lebar, mendengar lebih sabar, dan berbicara dengan hati, bukan dengan mulut. (hal. 47)

-Bahwa dalam mencapai impian itu butuh kesabaran (hal. 216).

-Bahwa manusia tak pernah berhenti bermimpi. Yang membedakan adalah apakah kita mau bekerja keras mewujudkannya atau sekedar mimpi tentang sukses. (halaman 276)

-What important is not teh destination, but what dan whom we find along the way. [Perjalanan bukan lagi tentang tempat yang kita tuju, tapi apa dan siapa yang akan kita temukan sepanjang perjalanan.] (hal. 277)

Srobyong, 4 November 2015.