Wednesday, 17 February 2016

[Review] Melihat Sisi Lain Pikiran Anak dalam Kumpulan Cerpen

Judul               : Alona Ingin Menjadi Serangga
Penulis             : Masdhar Zainal
Penerbit           : UNSA press
Cetakan           : Pertama, November 2015
Halaman          : x + 145 halaman
ISBN               : 978-602-71176-5-5

Dunia anak itu selalu penuh dengan daya imajinasi yang kadang tidak pernah terbayang oleh orang-orang dewasa. J  Sejatinya menelusuri jejak dunia anak itu mengasyikkan, banyak hal-hal yang akan membuat kita tercengang dengan pemikiran-pemikiran mereka. Dalam dunia anak, mereka seolah mengajak bepetualangan dengan pemikiran-pemikiran yang absurd tapi sungguh mengejutkan.

Dan inilah sebuah kumpulan cerpen yang mencoba mengulik imajinasi anak yang mungkin tidak pernah terduga. Kumcer ini terdiri dari 14 cerpen. Di mana 13 cerpen itu sudah pernah dimuat di media cetak dan satu cerpen baru. Ditulis oleh Mashdar Zainal dengan bahasa yang renyah sehingga asyik untuk diikuti.  Serta cerita-cerita yang penuh kejutan yang menambah kenikmatan dari buku ini.

Dibuka dengan sebuah cerpen yang berjudul Alona Ingin Menjadi Serangga (hal. 1). Menceritakan tentang  gadis kecil bernama Alona. Ketika melihat Serangga tanpa sengaja di mana hujan turun, Alona terlihat begitu terkesima dengan Serangga. Betapa menyenangkannya menjadi serangga yang bisa terbang ke mana pun dan tidak akan kedinginan. Dalam kekagumannya itu, akhinya Alona pun memutuskan menjadi serangga yang bebas dengan mantap. Dia tidak lagi memedulikan mamanya. Tapi bebas seperti apa yang sebenarnya dimaksud Alona, bagaimana dia menjadi Serangga?  

Yang kedua, cerpen ini pernah dimuat di Kompas. Berjudul Laron. (hal. 9) Judul yang terlihat singkat dan tidak disangka bisa mendapatkan cerita dari hewan kecil yang kebanyakan orang dianggap sebagai binatang pengganggu.  Ada percakapan antara tokoh anak dan laron yang cukup menggugah. Hal mungkin tidak pernah kita pikirkan. Percakapan apa yang dilakukan mereka?

Lalu ada cerpen berjudul Ulat Bulu dan Kupu-Kupu (hal. 21) Cerpen yang menarik dan membuat kesan yang baik.  Diceritakan ada sepasang suami istri yang sudah memiliki bayi kecil yang lucu. Ketika sang ibu senang melihat banyak kupu-kupu di tanaman bungan, sang anak malah bersorak, “Ulat buyu! Ulat buyu!”  Hal itu tentu saja membuat suami istri itu kaget. Entah  apa alasan si kecil sehingga bersorak seperti itu.  

Ada pula cerpen berjudul Dalam Kamar Mandi (hal. 33) Bagaimana pikiran anak yang pastinya tidak pernah dibayangkan orang-orang dewasa. Ada seorang gadis kecil bernama Mira yang sengaja mengurung di kamar mandi. Dia terlalu takut ketika keluar dari kamar mandi akan membuat malu dirinnya sendiri. Takut jika dijauhi temannya, takut dimarahi gurunya dan takut jika mamanya marah. Agar hal itu tidak terjadi gadis kecil itu berharap bisa mencuci. Sebenarnya apa yang tengah dihadapi Mira itu? Kenapa dia bersikap seperti itu dan akhirnya bernapas lega ketika Bik Sari muncul?

Selain empat cerpen yang sudah dipaparkan masih ada lagi kisah-kisah yang penuh imajinasi yang tidak biasa. Menarik dan tidak terduga. Membuat berdecak karena kaget dan takjub. Bagaimana kisah-kisahnya, bisa ditemukan langsung dalam kumcer ini.

Sebuah buku yang insipiratif dan asyik untuk dibaca. Membuka gerbang imajinasi yang lain, mengantarkan pada sisi lain imajinasi anak. Buku ini juga sarat makna seperti  beberapa quote, “Yang harus kita lakukan adalah memberi ia pengajaran, bahwa di dunia ini ada beberapa hal yang tidak perlu disembunyikan. Uban bukanlah aib yang harus ditutupi. Kalau kita membelikanya cat rambut, sama artinya kita mengajarinya menyembunyikan masalah, dan bukan menyelesaikan masalah.” (hal. 62) “Rasa lapar itu lebih mengerikan dari apa pun. Rasa lapar datang dari perut. Dan perut adalah ibu dari segala kelaliman.” (hal. 66) “Manusia hidup itu tak luput dari khilaf.”(hal. 91) “Kata mama mencuri itu dosa dan bisa membuatmu masuk neraka. (hal. 114)

Beberapa kesalahan penulisan  tidak mengurangi kenikmatan dalam membaca. Recomended. Selamat membaca. 

[Review] Mengenal Mitos Lewat Kumpulan Cerpen


Judul               : Orang Bunian
Penulis             : Vendo Olvando, dkk
Penerbit           : UNSA Press
Cetakan           : Pertama, Januari 2016
Halaman          : vi + 144 halaman
ISBN               : 978-602-71176-8-6

Buku  ini merupakan kumpulan cerpen pilihan UNSA 2015.  Di mana seleksi dimulai dari Januari hingga Agustus 2015 dengan persaingan yang sangat ketat. Hingga akhirnya  bersisa 11 cerpen dengan mengambil tema  mitos  dan dongeng kontemporer yang dibukukan ini.  Dari 11 cerpen ini  ada yang merupakan  cerpen  pemenang utama dari pemilihann UNSA 2015, ada yang sebagai kategori cerpen favorit pembaca dan tata bahasa terbaik, cerpen dengan penokohan terbaik, dan cerpen dengan setting terbaik.

Inilah cerpen-cerpen pilihan yang masing-masing memiliki keunikan masing-masing; Orang Bunian, Sajak-Sajak Bulan, Lelaki yang Bertemu Kupu-Kupu Thanatos, Perempuan yang Menikahi Belik, Tuan Deputi Kincung, Bocah Rebo Wekasan. Seekor Kuda yang Melesat di Angkasa, Janin Kayu, Laki-Laki yang Terkenang Sebagai Anjing, Malaikat-Malaikat peminang dan Hantu Peminum Kopi.

Orang Bunian ini merupakan cerpen pemenang utama. Sebuah cerpen karya Vendo Olvando. Bercerita tentang seorang warga yang melihat sebuah pusaran air disungai Jambu yang terbuka lebar. Di sana dia melihat bidadari yang seolah telah menunggunya. Tempat itu sangat  indah seperti taman surga.  Dia juga disuguhi makan enak. Ketika ditawari untuk tinggal di sana dan menjadi kaum mereka, —Orang Buniandia, dia pun mengangguk. Ternyata semua yang dikatakan Warni benar, tapi ada satu hal yang tidak pernah Warni ceritakan. Entah apa yang tidak diceritakan Warni—orang yang pernah dibawa Orang Bunian. Dan siapa sebenarnya Orang Bunian itu?  (hal. 1)

Perempuan yang Menikahi Belik karya Andaru Intan. (hal. 43)  Diceritakan konon ada desa di salah satu kabupaten di Pulau Jawa yang hilang. Dulu di sana ada seorang anak ditemukan dari perempuan yang tidak bersuami. Konon katanya perempuan itu telah menikah dengan belik. Apakah masuk akal? Tentu tidak. Tapi pada kenyataannya perempuan itu setelah berkali-kali mandi di belik yang katanya pantang digunakan—kutukan, terlihat lebih cantik dan kemudian perutnya membuncit. Benarkan perempuan itu menikahi belik? Atau ada rahasia lain di balik belik?

Bocah Rebo Wekasan karya Umar Affiq (hal. 65) Pertema membaca cerita ini langsung tertarik, karena jujur mengingatkan tentang arti di balik kata rebo wekasan itu sendiri. Cerpen ini bercerita tentang seorang anak yang lahir pada hari yang kata orang merupakan waktu turunnya mala petaka di alam semesta—rebo wekasan (hal. 67) Sejak kelahiran anak itu ada saja mala petaka yang datang.  

Membaca cerpen-cerpen pilihan ini membuat saya mengingat kembali tentang mitos-mitos yang kerap mewarnai kehidupan saya sendiri. Khusunya tentang masalah rebo wekasan dan hantu peminum kopi. Lalu saya dikenalkan dengan  banyak lagi mitos yang ada di berbagai tempat. Dan ketika dituangkan dalam sebuah cerpen ternyata sangat asyik dinikmati. Apalagi jika dikemas dengan bahasa yang ringan dan ada twist endingnya.

Hanya saja saya masih menemukan beberapa kesalahan penulisan dan cetakan tulisan agak buram. Tapi lepas dari kekurangannya buku kumpulan cerpen ini recomended untuk dibaca. Temukan banyak cerita seru dan mengenal kembali berbagai mitos lewat cerpen.

Beberapa quote yang saya dapat dari membaca kumpulan cerpen ini cukup mengingatkan kita akan hakikat kematian.

  • Kematian selalu hadir dengan berbagai cara, tapi mengejutkan. Kematian serupa layang-layang yang mudah dikendalikan, tapi jadwalnya sulit ditebak. (hal. 10) [Dari cepen Sajak-Sajak Bulan_Zhaennal Fanani]
  • Keabadian hanya milik Allah (hal .11)  [Dari cepen Sajak-Sajak Bulan_Zhaennal Fanani]
  • Bagiku  kematian adalah seorang kawan laman. Sebelum dilahirkan, manusia adalah ketiadaan; wujud lain kematian. Maka ketika seseorang mati, sesungguhnya mereka hanyalah kembali kepada bentuk ala mereka; ketiadaan! (hal. 38)  [Dari cerpen Lelaki yang Bertemu Kupu-Kupu Thanatos] 

Monday, 15 February 2016

Berbagi Kisah dan Ilmu Lewat Buku



“Semua penulis akan meninggal, dan karyanyalah yang akan abadi sepanjang masa. Maka tulislah yang akan membahagiakanmu di akhirat nanti.”  ~Ali bin Abi Thalib~


Sebenarnya saya tidak tahu bagaimana saya bisa terbentur pada dunia literasi.  Saat  itu saya hanyalah seorang anak ingusan. Mungkin kecintaan saya pada membaca, telah  menggugah sisi lain saya untuk membangun imajinasi sendiri. Yah, diam-diam saya suka membuat cerita sendiri. Menuangkannya pada kertas berserak di kamar. Saya ingat saat itu saya baru kelas satu Madrasah tsanawiyah. Tulisan itu saya simpan rapi, hanya saya saja yang membaca tulisan itu. Baru setelah teman-teman saya tahu kalau saya suka menulis, mereka ingin meminjam dan membacanya dan ternyata mereka suka. Jadilah sejak itu saya menjadi penulis kelas. Baik itu kumpulan cerpen atau juga novel.
Mereka menjadi pembaca juga sekaligus mengkritisi. Tapi tentu ala kadar anak ingusan yang setahu dan semaunya. Wong, saya juga nulis juga sesuka hati. Bahkan jika saya intip lagi tulisan itu malah membuat saya tertawa. Tulisan masih berantakan tak sesuai EyD.  Tapi saja juga kaget, kok bisa saya menulis cerita seperti itu? Hehh
Tapi bermula dari hobi itu serta dorongan dari teman-teman, saya terus memupuk semangat saya untuk menulis. Bahkan dengan pede mengirim karya tulisan ke sebuah majalah remaja. Walau hasilnya ditolak. Sedih, sih.  Tapi itu tidak mematikan semangat saya menulis. Mungkin akan ada jalan lain bagi saya. Saya terus menulis hingga di Madrasah Aliyah. Bahkan ketika kelulusan sekolah saat para siswa disuruh mengisi biodata album kelas, dengan pede saya menulis cita-cita saya menjadi penulis. Memangnya menjadi penulis gampang? Pertanyaannya itu terus memenuhi kepala.
Dan pada kenyataannya, setelah lulus sekolah saya malah melupakan cita-cita itu. Saya terlalu sibuk dengan pengajian yang saya ikuti, ditambah pekerjaan  juga kuliah. Jadilah pelan tapi pasti, saya sudah mulai jarang menulis. Hanya sepatah kata puisi yang kadang masih mengisi diary. Saya tak lagi mencoba mencari jalan dalam mewujudkan mimpi itu.
Sampai pada suatu ketika, di saat saya tengah sibuk mempersiapkan skripsi. Yah, saat itu kebetulan saya juga mendapat mata kuliah bagaimana menulis karya tulis ilmiah. Dan dosen saya Pak Maswan meminta semua mahasiswanya masing-masing membuat buku saku dengan tema bebas. Pak Maswan juga menantang para mahasiswa untuk bisa tembus dalam media. Seketika darah saya mendidih, keinginan menulis yang dulu sempat mati, mendengar tantangan itu membuat saya ingin kembali menulis. Saya sangat semangat dengan tantangan itu. Tapi tentu saja saya tidak memperlihatkan ketertarikan saya. Saya menyimpannya sendiri. Merintis perlahan keinginan saya dalam menulis.
Jadi sekitar bulan Maret 2014 saya benar-benar terdampar pada dunia literasi. Lewat jejaring sosial FB saya memulai semuanya. Saya tidak menyangka Fb yang dulu hanya sebagai main-main saja menjadi jalan saya membuka mimpi lagi. Bermula dari ikut lomba-lomba—baik dari ikut lomba yang diadakan penerbit indie hingga mayor.   Saya belajar otodidak dari satu grup kepenulisan satu ke grup kepenulisan yang lain. 
Di sini keinginan saya untuk menulis  agar bisa tembus media dan menerbitkan karya solo—menerbitkan buku semakin menggebu. Apalagi nerbitin novel dan buku non-fiksi. Dan alhamdulillah  Allah setahap demi setahap membantu saya menggapai harapan itu. September 2015 pertama kalinya naskah saya akhirnya tembus media meski masih lokal—lewat sebuah cerpen dan resensi.  Ada juga beberapa antologi yang sudah saya kantongi. Pernah berbagi ilmu ketika menjadi salah satu penulis artikel di web online.


Karya di media 2015-2016

Antologi; Novel Kolab, Puisi dan Non-fiksi

 Hal ini tentu saja semakin memicu semangat saya untuk terus menulis. Dan semakin memupuk mimpi suatu saat berkesempatan menerbitkan buku sendiri—karya solo. Meski saya tahu untuk menerbitkan karya sendiri memang sangat susah. Perlu usaha keras dan kesabaran yang teramat.
Tapi karena saya memang sudah terlanjur mencintai dunia literasi. Saya senang menulis  baik itu fiksi juga non fiksi. Alasan ingin saya ingin terus menulis dan kemudian bisa menerbitkan buku adalah 
  • Karena bagi saya menulis itu seperti ladang bagi saya untuk berbagi ilmu pengetahuan dan bisa menginspiarasi bagi pembaca. Setidaknya bisa memberi manfaat. 
Keingian saya ini terinspirasi dari perkataan salah satu sahabat, Ali bin Abi Thalib “Semua penulis akan meninggal, dan karyanyalah yang akan abadi sepanjang masa. Maka tulislah yang akan membahagiakanmu di akhirat nanti.”
  • Dan saya yakin, menjadi penulis dan menerbitkan karya itu sesuatu tugas yang mulia. Mengingat banyak dari para ulama Islam yang juga menjadi penulis. Sebut saja Imam Al-Ghazali. Beliau adalah salah satu penulis Islam yang sangat saya kagumi. Buku-buku karya Imam Al-Ghazali sungguh menginspirasi. Kalau beliau tidak menuliskan masalah fiqih ataupun ilmu tasawufnya, bagiaman kita semua belajar.
Maka saya memegang prinsip Imam Ghazali Kalau kamu bukan anak raja dan engkau bukan anak ulama besar, maka jadilah penulis.”


  • Menulis bisa merupakan terapy. 

Dan untuk menggapai mimpi saya, menjadi benar-benar seorang penulis yang memiliki karya sendiri, maka saya perlu bergabung pada sebuah wadah yang tepat. Wadah yang bisa membimbing saya untuk menjadi harapan saya. Dan saya pikir bergabung di grup  menulis online SmartWriter  itu pilihan yang tepat, karena dari sana, saya yakin akan mendapat banyak ilmu. Mengingat di sana ada dua guru yang memang sudah tidak diragukan lagi dalam karya-karya yang sudah ditelurkan. Sebut saja Mbak Leyla Hana  seorang ibu rumah tangga yang sudah memiliki banyak karya  baik fiksi atau non-fiksi. Penulis ini memiliki sejuta prestasi dalam dunia literasi.


  •  Foto dan Karya Mbak Leyla Hana


Lalu ada juga Mbak Riawani Elyta  penulis ini juga sangat multitalenta, banyak karya yang sudah diterbitkan dan memiliki segudang prestasi dalam dunia menulis. Sudah banyak novel yang sudah diterbitkan. Selain novel  juga naskah nonfiksi dan kabarnya akan bertambah lagi. Dan baru-baru ini ada antologinya yang baru terbit. 


  • Foto dan Karya Mbak Riawani Elyta



 Jadi siapa yang tidak mau mendapat pengarahan dan ilmu dari mereka yang memang sudah kompeten? Yah, karena itu-lah saya haru masuk di kelas ini.

 Dan sebagai penutup, satu lagi quote yang membuat saya terus berjuang dalam literasi. Semoga juga buat semua orang. J
 “Tinggalkan jejakmu pada dunia dengan torehan kata: tinta, lisan dan pedang.” ~Nadhya Shafwah~

Tulisan ini diikutkan dalam 1st Giveaway Smart Writer

Friday, 12 February 2016

[BLOGTOUR + GIVEAWAY] Review Cinder; Kisah Antara Bumi dan Bulan


   Alhamdulillah Ratna berkesempatan menjadi salah satu host di Blog Tour  The Lunar Chronicles.      J yang diadakan Penerbit Spring.
   Terima kasih atas kepercayaannya Penerbit Spring. J

Judul               : Cinder; The Lunar Chronicles # 1
Penulis             : Marissa Meyer
Penerjemah      : Yudith Listiandri
Penyunting      : Selsa Chintya
Penerbit           : Penerbit Spring
Cetakan           : Pertama, Januari 2016
Halaman          : 384 halaman
ISBN               : 978-602-71505-4-6

 Blurb

Wabah baru tiba-tiba muncul dan mengecam populasi penduduk Bumi yang dipenuhi oleh manusia, cyborg, dan android. Sementara itu, di luar angkasa, orang-orang Bulan mengamati mereka, menunggu waktu yang tepat untuk menyerang.
Cinder seorang cyborg, adalah mekanik ternama di New Beijing. Gadis itu memiliki masa lalu yang misterius, diangkat anak dan tinggal bersama ibu dan dua saudara tirinya. Suatau saat, dia bertemu dengan Pangeran Kai yang tampan. Dia tidak mengira bahwa pertemuannya dengan sang Pangeran akan membawanya terjebak dalam perseteruan antara Bumi dan Bulan. Dapatkan Cinder menyelamatkan sang Pangeran dan Bumi?

~*~

Ketika kedekatan yang tidak pernah terduga berujung cinta, apakah kau akan mengejar? Padahal kau sangat sadar wujudmu tidaklah sama dengan makhluk lainnya. Kau terbuang dan selalu dijadikan objek percobaan. Dan bagaimana perasaanmu ketika apa yang selama ini kamu percayai adalah kebohongan?

Novel bisa dibilang terinsipirasi dari cerita Cinderella. Menceritakan tentang Cinder—seorang cyborg yang cukup dikenal di New Beijing. Dia seorang mekanik hebat dan masih muda. Suatu hari ketika dia menunggu Iko—android milik Adri—ibu tirinya membawakan kaki baru, Pangeran Kai menemuinya.  Di sanalah awal permulaan pertemuan mereka. Sang pangeran memintanya untuk memperbaiki   Nainsi—android  yang katanya menyimpan sebuah informasi penting.  Setelah Pangeran Kai pergi, sebuah kehebohan terjadi.  Chang Sacha, penjual di dekat stannya ternyata positif terkena wabah Letumosis yang sampai saat ini belum ada vaksin yang bisa menjadi penawarnya. (hal. 19-20)

Tidak mau tertular, Cinder pun bergegas pulang. Di sana Adri, Poeny dan Pearl—saudara tirinya tengah mencoba baju untuk pergi ke festival—pesta dansa di istana. Dan tentu saja untuk Cinder tidak ada. Dia harus di rumah. Membersihkan semua kotoran juga harus bekerja untuk membayar sewa demi keluarga.  Dan sebuah kejutan lain membuat Cinder merasa sangat sedih. Poeny dinyatakan positif terjangkit wabah Letumosis juga.  (hal. 53) Adri menyalahkan semua itu karena Poeny terakhir kali pergi bersamanya dan dengan tega Adri memberikan Cinder sebagai relawan. (hal. 70)

Cinder tidak bisa melawan dan dibawa ke istana. Dokter Erland senang mendapat kelinci percobaan baru, namun betapa kagetnya dia ketika menguji Cinder dan mendapati kenyataan, gadis mekanik itu kebal terhadap wabah Letumosis. Dan setelah diselidiki identitas Cinder cukup mengejutkan. Ketika Dokter Erland memberitahukan penemuannya pada Cinder, gadis itu marah, tidak percaya juga merasa sedih.

Selain kini Cinder mengetahui sedikit tentang masa lalunya, Cinder pun semakin dekat dengan Pangeran Kai. Bahkan sang pangeran mengajak Cinder untuk pergi ke pesta dansa. Sayangnya dalam kedekatan itu, Cinder tahu Pangeran Kai digosipkan akan menikah dengan Ratu Levana—Ratu Bulan demi perdamaian antara Bumi dan Bulan.

Bagaimana kisah Cinder selanjutnya? Dapatkan dia menerima rahasia masa lalunya, dan ikhlaskah dia melepas Pangeran Kai menjadi milik Ratu Levana yang memiliki perangai yang mengerikan? Temukan jawabannya dalam buku ini.

Novel ini masuk genre Dystopia atau fantasi Utopia—Sci-fi—young Adult.  Kalau membaca yang hanya bergenre Fantasi maka Harry Potter sudah pernah saya lahap, tapi jika ada perpaduan  Dystopia atau fantasi Utopia—Sci-fi, ini kali pertama membaca buku bergenre seperti ini. Jujur ketika kemarin-kemarin sempat belajar tentang cerpen genre Sci-fi masih suka bingung dan terlalu rumit. Tapi membaca ini ternyata tidak serumit yang pernah saya banyangkan. Novel ini memiliki bahasa yang mudah dipahami—terjemahannya mudah dicerna.

Walaupun alurnya masih bisa ditebak karena memang masih mengikuti kisah Cinderella, Cinder tetap memiliki unsur-unsur baru yang menyegarkan. Banyak kejutan-kejutan yang tidak terduga ketika membaca novel ini.  Kesan pertama ketika membaca buku ini, memang masih terasa berat dan lamban, tapi memasuki bab demi bab selanjutnya, ceritanya semakin seru dan membuat penasaran. Wah ternyata ceritanya bagus dan sangat seru. J Saya sampai langsung menamatkan buku ini.

Setting cerita  dijabarkan dengan baik dan membuat pembaca ikut merasakan bagaimana suasana yang ada dalam cerita.

Tokoh-tokoh dalam cerita;

Cinder            : Dia adalan tokoh protagonis dalam buku ini. Sangat baik, tapi juga menyimpan kesedihan karena merasa dirinya hanyalah cyborg yang selalu dianggap menjijikkan oleh para manusia. Dia juga merasa kecewa karena selalu dijadikan penelitian. Tapi, itu tidak mengubah sikap baik yang selalu suka membantu. Tokoh ini karakternya sangat kuat dan membuat saya sangat menyukai tokoh ini. Tapi cukup gregetan dengan sikapnya yang kadang selalu pesimis.

Pangeran Kai : Bisa dibilang dia sangat naif.  Maklum di usianya yang masih muda dia harus memegang penuh kerajaan yang diwariskan ayahnya.  Tapi cukup membuat saya terkesan.

Adri                : Ibu tiri Cinder. Tokoh antagonis yang cukup sukses membuat saya langsung tidak suka pada tokoh ini. Habis jahat banget dan ratu tega.  Digambarkan sebagai ibu yang bengis dan hanya mementingkan diri sendiri.

Ratu Levana  : Satu lagi tokoh antagonis yang membuat perut saya melilit. Kekuatan yang dimiliki dan keangkuhannya itu sungguh menyebalkan.

Dokter Erland : Tokoh ini awalnya saya pikir jahat, tapi ternyata saya salah. Dia cukup baik. Tapi entah kenapa saya tetap merasa ada sesuatu yang disembunyikan dokter ini, ya? Atau hanya perasaan saya yang selalu waspada. Hhehh.

Keseluruhan tokoh-tokoh yang ada dalam novel ini sukses dalam menghidupkan cerita itu sendiri.
Buku ini hampir bersih dari typo. Sepertinya hanya satu typo yang saya temukan (hal. 343) Dan tidak mengurangi kenikmatan dalam membaca. Kelemahan buku ini hanyalah alur lambat di awal cerita. 

Dan kelebihannya penulis tetap mampu menyihir pembaca untuk terus melanjutkan setiap bab hingga akhir dengan cerita yang penuh kejutan. Ada twist yang tidak pernah saya sangka.

Jadilah setelah membaca ini saya masih menyimpan rasa penasaraan yang sangat amat.  Rasanya tidak sabar menunggu buku kedua Sacrlet. Seri The Lunar  Chronicles memang terdiri dari 4 buku.  Buku yang mengubah cara pandang saya tentang Sci-fi yang ternyata tidak seberat yang selama ini saya bayangkan.

Hal yang bisa saya pelajari dari novel ini adalah tentang bahayanya perang sehingga harusnya peperangan itu tidak dilakukan. Jutaan  orang meninggal pada Perang  Dunia Keempat; seluruh budaya telah hancur, puluhan kota hanya tinggal puing-puing—termasuk Beijing yang dahulu.  Belum lagi sumber daya alam yang tak terhitung jumlahnya, hancur oleh perang nuklir dan kimia. Yah, dia cukup yakin bahwa perang membawa bahaya bagi kesejahteraan warga. (hal. 262)

Lalu tentang jangan suka berbohong. “Lebih banyak kebohongan. Lebih banyak pengkhianatan.” (hal. 333)
 4 bintang dari 5 



~GIVEAWAY TIME~
Ada 1 (satu) Novel Cinder buat satu orang yang beruntung, lho. Caranya mudah banget
Simak langsung, ya!
1.      Memiliki alamat pengiriman di Indonesia.

2.      Harus Like Facebook Fanpage Penerbit Spring, follow twitter @PenerbitSpring   & Instagram @PenerbitSpring 

3.      Follow  akun twitter @ratnaShinju2chi dan blog ini. Baik lewat G + atau e-mail ataupun via GFC (Google Friend Connect)

4.      Share info GA ini dengan memention @ratnaShinju2chi dan @PenerbitSpring dengan hastag #BlogtourCinderGA.

5.      Dan jawab pertanyaan berikut ini  dengan menyertakan, nama, akun twitter, IG, Facebook, domisili dan link share.

“Jika seandainya kamu harus memilih; berkata jujur pada orang yang kamu sukai dan hormati, tapi beresiko orang itu akan sedih, kecewa bahkan bisa jadi membencimu. Atau kamu memilih bohong dan orang itu akan bahagia, tapi kamu menderita karena rasa bersalah? Sertakan alasannya juga”


Giveaway berlangsung dari tanggal 12-15 Februari 2015. Pengumuman akan dilakukan selambat-lambatnya 3 hari setelah GA selesai.

Semoga beruntung  J  ^^ 

Thursday, 11 February 2016

Buku Anak yang Baik yang Memberi Manfaat



Alhamdulillah akhirnya buku antologi kumcernak misteri berjudul "Jejak Kaki Misterius" sudah terbit. Saya masih ingat, bahwa  Desember 2014 lalu Grup BAW mengadakan Proyek Cernak BAW. Dan saya ingat ada dua tema di sana; Misteri / Pemecahan Teka-Teki dan Pengalaman atau Petualangan.  Lalu tanggal 4 Maret 2016 naskah yang lolos diumumkan. Melalui proses panjang tapi membuahkan akhir yang bahagia. J

Semoga setelah kumcernak misteri yang sudah lebih dulu terbit, menyusul antologi kumcernak Pengalaman atau Petualangan. Ngarep, soalnya lolosnya yang tema pengalaman atau petualangan. Hhehh  J

Sebelumnya mau mengucapkan selamat dulu untuk para penulis yang saya tahu memang sudah wara-wiri dalam dunia kepenulisan. Mbak Riawani Elyta, yang sudah banyak karya yang dimiliki begitupun dengan Mbak Erlita Pratiwi dan Mbak Dian Onasis. Mbak Hairi Yanti yang karya cernaknya sudah wara-wiri di majalah Bobo. Kak  Ilham Fauzi yang baru-baru ini ditetapkan sebagai ambasador UNSA 2016.  Mbak Dianur Fajria dan Mbak Afin Yulia yang baru saja menelorkan buku solo mereka.  Pokoknya selamat untuk semuanya; Mbak Kayla Mubara, Anik Nuraeini, Yurie Zhafiera, Pujia Ahmad, Binta al Mamba, Vanda Arie, Wawa Smart. Semua para penulis yang hebat.

Lalu apa saja sih, cerita yang disiapkan dalam antologi kumcernak misteri berjudul Jejak Kaki Misterius? Langsung cek saya, yuk! Cerpen-cerpen yang ada di sana;

1.             Jejak Kaki Misterius - Riawani Elyta (FB : Riawani Elyta  ; twitter : @RiawaniElyta ; IG : riawani_elyta)
2.             Buku Pintar Yang Hilang – Kayla Mubara (FB : Kayla Mubara ; twitter : @Kmubarokah)
3.             Kebun Misterius – Pujia Ahmad (FB : Pujia Ahmad ; twitter : @pujiaachmad)
4.             Ketika Ban Sepeda Rasad Pecah – Dian Onasis (FB : Dian Onasis ; twitter : @dianonasis)
5.             Lukisan Yang Menghilang – Diannur Fajria (FB : Fajriatun Nur ; twitter : @fajriatunNur1)
6.             Misteri Gigi Palsu – Afin Yulia (FB : Afin Yulia ; twitter : @afinyulia)
7.             Misteri Foto Rumah Kosong – Anik Nuraeni (FB : Anik Nuraeni ; twitter : @anik_nuraeni ; IG anikkeenola)
8.             Misteri Kotoran Kelas – Yurie Zhafiera (FB : Zakiyah Yurie Zhafiera ; twitter : @zha_yurie ; IG yuriezhafiera)
9.             Misteri Matinya Ikan di Kolam Nino – Pujia Ahmad
10.         Misteri Pecahan Kaca – Hairi Yanti (FB : Hairi Yanti ; twitter : @yant165)
11.         Pencuri Berlonceng – Erlita Pratiwi (FB : Erlita Pratiwi ; twitter : @takosoulmate ; IG: erlitap_)
12.         Pencuri Uang Palsu – Ilham Fauzi (FB : Ilham Fauzi ; twitter : @fauziilham28)
13.         Pengendara Perahu Asing – Binta al Mamba (FB : Binta al Mamba ; twitter : @bintaalmamba)
14.         Peta Ingatan Ule – Wawat Smart (FB : Wawat Smart ; twitter : @wawatfemale ; IG : wawat smart)
15.         Pohon Ara Keramat – Vanda Arie (FB : Vanda Nur Arieyani ; twitter : @VandaArie)

Kalau ditanya dari 15 cerita yang paling membuat saya penasaran ..., maka saya akan memilih :

  1. Jejak Kaki Misterius – Riawani Elyta 
  2. Misteri Pecahan Kaca – Hairi Yanti
  3. Pencuri Berlonceng – Erlita Pratiwi 

Alasan kenapa saya tertarik dengan ketiga cerita ini :

  1.  Karena pertama kali membaca judulnya kesan menarik sudah saya rasakan.  Membayangkan Jejak Kaki Misterius yang tiba-tiba ditemukan, pasti sangat mendebarkan. Begitu pun dengan menemukan pecahan kaca. Dan lebih aneh, masak pencuri berlonceng? Bagaimana bisa? Biasanya pencuri kan selalu mengendap-endap.
  2. Beberapa kali membaca tulisan para penulis di atas,  saya yakin karyanya kali ini pun juga bagus dan menginspirasi.
  3.  Saya ingin belajar dari tulisan mereka. Bagaimana membuat cerita anak misteri, namun tetap asyik dicernah anak-anak.

Ciri-ciri Buku Anak yang Baik


Bisa memberikan bacaan yang baik dan membangun memang sudah tugas kita sebagai warga yang baik yang peduli dengan  anak-anak. Saat ini sadar tidak sadar, banyak  buku yang dibaca anak sejatinya belum pantas untuk dibaca karena mungkin buku tersebut belum sesuai umur anak, dan kadang-kadang disisipi hal-hal yang berbau ponografi oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.  Karena itu  harus mengelompokkan mana buku yang baik yang sekiranya patut dibaca anak dan belum patut dibaca anak.

  • Menggunakan gaya bahasa yang mudah dipahami.
Jika ingin menyuguhkan cerita anak yang baik, sudah pasti gaya bahasa harus disesuaikan dengan gaya bahasa anak. Jangan sampai ketika membuat cerita anak gaya bahasa terlalu tinggi dan mbulet sehingga anak-anak menjadi bingung. Apalagi memakai diksi yang aneh dan sulit dimengeriti.
Membaca bagi anak-anak itu salah satu hiburan, jadi harus disuguhkan dengan santai dan tidak membuat mereka malas membaca. Jika buku disuguhkan dengan gaya bahasa berat, maka bisa jadi anak-anak akan malas membaca.
  •  Memiliki pesan yang diambil manfaanya untuk anak-anak
Belajar bisa dimana saja. Salah satunya dengan membaca buku. Dan buku yang baik itu memberi manfaat bagi pembacanya. Sekiranya apa yang disampaikan itu akan membekas di hati anak-anak.


  • Memberi kesan baik dan bisa mengajak pembaca anak-anak untuk meniru sikap yang dicontohkan
Anak-anak biasanya setelah membaca buku itu, kerap mengingat isi cerita karena cerita tersebut sangat berkesan.  Dan ketika anak sudah memiliki kesan baik pada sebuah cerita, hal itu nantinya bisa membuat anak ingin meniru apa yang disampaikan dalam cerita. Seperti melakukan sikap jujur, membantu orangtua, rajin belajar, tidak sombong dan lains sebagainya.
  • Tidak menggurui
Apa maksudnya tidak menggurui?  Yaitu, cerita yang disampaikan dengan gaya bahasa renyah dan asyik. Tidak melibatkan banyak orang-orang dewasa dalam menyelesaikan masalah. Namun bukan berarti orang dewasa tidak bisa diikutsertakan dalam cerita. Bisa. Tapi  di sana hanya sebagai perantara bukan penyelesai masalah.

Kita harus paham, bahwa kadang anak-anak kadang merasa bosan setiap hari diingatkan ini dan itu. Mereka ingin bebas melakukan apa yang disukainya. Misal membaca. Lalu apa yang terjadi jika dalam membaca dia kembali merasa digurui? Kasihkan, kan. Jadi ketika membuat buku anak sebaiknya penulis seolah-olah menjadi anak sehingga tahu bagaimana perasaan anak. Bahkan jujur kadang kita sendiri ketika terlalu sering dinasihati bisa membuat jenggah.


  •  Ada beberapa ilustrasi sebagai penunjang cerita
Gambar atau ilustrasi bisa dijadikan hiburan ketika anak lelah membaca. Dengan menyertakan gambar, juga bisa merangsang anak untuk berimajinasi juga.  Mereka akan membaca dengan senang dan tidak bosan karena hanya berkutat dengan tulisan-tulisan.


  •   Menghibur dan tidak terlalu berat
Menghibur. Yah, selain memberi manfaat, tentu saja ada hiburan sehingga anak bisa sedikit rileks dan tidak  terlalu serius. Bayangkan anak-anak yang  sudah belajar setiap hari  dengan waktu yang lumayana panjang. Lalu  ketika mencoba istirahat dengan membaca buku, mereka disuguhi cerita yang berat, pasti itu sangat melelahkan.
  • Tidak ada kekerasan dan pornografi
Hal ini yang harus dihindari ketika menyuguhkan buku anak.  Kita tidak boleh merusak anak dengan memperlihatkan sesuatu yang belum pantas mereka lihat. Karena hal itu bisa membahayakan mental  mereka.



Saran buku anak di Indonesia

Saran saya untuk perkembangan buku anak di Indonesia, saya berharap buku-buku yang dikeluarkan semakin inspiratif dan memberi banyak manfaat untuk anak. Tentunya tidak ada muatan yang sudah saya paparkan di atas.  
Dari pengamatan saya buku anak-anak apalagi yang memiliki ilustrasi di Indonesia itu cukup mahal. Saya berharap mungkin sebagai jalan mengajak anak-anak untuk memulai cinta membaca, bisa dong dibuat buku khusu yang agak relevan sesuai dengan kemampuan anak. Buku-buku kecil bergambar yang bisa dibeli anak langsung dengan uang jajan yang dimilik.  

Saya miris melihat kadang banyak orangtua yang tidak peduli dengan keinginan anak yang tertarik membaca buku. Dari sebagaian orangtua di Indonsia yang sadar akan pentingnya membaca dan tidak itu, lebih banyak yang tidak. Jadi kadang anak yang ketika sudah mulai tertarik membaca tapi kebetulan belum mendapat fasilitas yang diinginkan jadi melupakan keinginannya. Dan reduplah semangat membanca yang awalnya membara. Itu sangat disayangkan.

Buku yang ingin saya berikan untuk adik atau keponakan?

Ah, tentu saja buku yang bermanfaat dan bisa menyenangkan anak atau keponakan.  Lalu buku itu harus sesuai dengan umur mereka.  Dan pastinya bisa membantu menambah pengetahuan mereka agar tambah pintar, seperti Kumcernah Jejak Kaki Misterius. Setidaknya sesuai dengan apa yang saya paparkan tentang ciri-ciri buku yang baik. 





 Judul : Jejak Kaki Misterius
Penulis : Riawani Elyta, Kayla Mubara, Pujia Achmad, Dian Onasis, Diannur Fajria, Afin Yulia, Anik Nuraeni, Yurie Zhafiera, Hairi Yanti, Erlita Pratiwi, Ilham Fauzi, Binta Al Mamba, Wawat Smart, Vanda Arie
Lini : Lintang (Penerbit Indiva)
 ISBN : 978-602-1614-86-0
 Harga : 30K