Wednesday, 5 August 2015

[Review] Kisah di Balik Kuasa Allah





Judul Buku                  : Berita Dari Langit
Penulis                         : Anggarani Ahlia Citra, Yannah Akhras, dkk
Penerbit                       : LovRinz Publishing, 
Tahun Terbit                : Juni 2015
Halaman                      : 98 halaman
ISBN                           : 978-602-0849-13-3
Harga                           : 39.000

Buku ini memuat tentang sekelumit cerita berbau religi. Hubungan antara hamba pada Tuhannya. Tentang sekelumit cerita yang syarat makna untuk dijadikan pembelajaran. Ada suka, duka hingga kejutan yang tak pernah disangka. Buku ini berisi 13 cerita dari 13 penulis berbeda. 

Setiap penulisnya memiliki ciri tersendiri dalam merangkai kata. Memiliki kejutan yang pastinya akan membuat berdecak; bergumam “Oh ... ternyata seperti itu.” Yah, karena di sini hampir di setiap cerita memiliki ending yang tak terduga. 

Pertama sapa dulu cerpen yang judulnya dijadikan sampul buku “Berita Dari Langit” milik Yannah Akhras. Walau ini sebuah re-cerita, tapi dikemas apik sehingga enak dinikmati kembali. Sebuah kisah yang bukan sebuah fiktif  tapi ada dalam Kalam Ilahi. Pensarankan, kira-kira kisah siapa yang diangkat kembali oleh si penulis? Mengingat baanyak kisah lain yang bagus dalaam Al-Quran. (Halaman 1)

Melangkah pada lembar berikutnya, ada cerpen berjudul “Demon” karya Patrinur Patria. Cerpen narasi yang apik. Sejak awal pembaca akan sudah dibuat penasaran dengan sosok ‘aku’. Sosok yang terlihat begitu sempurna, karena memiliki kemampuan yang luar biasa. Bisa menembus bumi pun menjapai langit setiap detik waktu yang dimiliki. Siapa sih sosok aku yang dimaksud itu?  (Halaman 21) 

Ada juga Cerpen berjudul “Dosa” milik Ajeng Maharani.  Ingatlah,  Allah itu ada, hari pembalasan juga ada, dan kematian selalau duduk di samping kita ....(Halaman 33)

Permainan Pov yang dipakai patut diacungi jempol.  okoh aku dan saya yang saling bersahutan bercerita. Siapa mereka, dan apa yang sebenarnya telah mereka lakukan hingga ada ketakutan yang mereka rasakan.
Membalik halaman berikutnya, temukan cerpen karya Riebuan Cahaya “Labirin Cintaa Is”

Mengangkat kisah percintaan antara dua manusia—Is dan Jo. Mereka saling mencintai tapi sebuah kenyataan pahit membuat mereka harus rela untuk tak melanjutkan kisah mereka itu. Padahal Jo rela berganti agama jika hal itu yang menjadi jurang pemisah mereka. Tapi Is tetap menolak. Bahkan dia berencana memenuhi propsoal pernikahan yang diminta papanya. Tentu saja Jo sangat berang, tapi dia bisa apa. Entah apa alasan yang membuat Is jadi seperti itu.  (Halaman 61)

Lalu cerpan “Ketika Kota Itu, Mati” Karya Anggarani Ahliah Citra. Tentang Pemuda desa yang mencoba menjaga diri dari pergaulan anak-anak kota. Tidak ikut pesta bebas yang melegalkan kontak antara laki-laki dan perempuan. Karena itu dia memilih menyendiri di lapangan berumput hingga berkahir di sebuah masji. Tapi anehnya ketika dia terbangun. Kota yang ditempat telah mati. Puing-puing tersera. Entah apa yang telah terjadi selama dia  menyepi. (Halaman 93)

 Sebuah kisah religi, tapi dari sisi lain yang pastinya asyik untuk dinikmati. Selain beberapa cerpen yang sudah dipaparkan, masih ada juga kisah lain yang tidak kalah mengesankan dan asyik dinikmati. Karena cerita itu akan mengundang penasaran hingga harus menyelesaikan bacaan hingga tandas untuk menjawab pertanyaan yang menggema di kepala. “Kenapa dan apa yang sebenarnya terjadi?” Mungkin itulah pertanyaan yang akan hingga ketika membaca buku ini.

Meski ada beberapa typo dalam penulisan, tanda (-) dan  elipsisnya. Tapi  tetap tidak mengurangi keasyikan untuk membaca.

Srobyong, 5 Agustus 2015



[Review] Jomblo Itu Pilihan





Judul Buku                  : Jomblo Prinsip Atau Nasib
Penulis                         : Riawani Elyta, dkk
Penerbit                       : Indiva, Solo
Tahun Terbit                : Rabiul Akhir 1436 H/ Februari 2015
Halaman                      : 168 halaman
ISBN                           : 978-602-1614-49-5
Harga                           : 29.000



Sebuah buku yang mengungkapkan kenapa seseorang itu memilih jomblo. Apakah seseorang menjadi jomblo itu karena prinsip, atau nasib mereka saja yang kurang mujur hingga menjadi jomblo? Semua akan terungkap dalam buku ini.  

Buku ini terdiri dari dua bagian. Bagian pertama; Ya Jomblo, Ya Nasib. Di sini akan ada enam cerita tentang  kenapa  seseorang menjadi jomblo, atau memilih jomblo.

 Pertama kita akan disuguhi sebuah kisah yang berjudul “Terima Kasih, Pernah Mampir dalam hidupku”, milik Afin Yulia. Seseorang pasti punya persepsi sendiri tentang cinta. begitu juga tentang tokoh “saya” dalam cerita ini. Cinta baginya itu sesuatu yang sulit. Karena ketika banyak dari temannya yang begitu mudah menjalin hubungan (baca pacaran), dia tidak pernah merasakannya sama sekali. Pacaran seolah hal yang langkah baginya. 

Terbesit rasa malu itulah yang dirasakannya. Dan karena itu pula dia merasa rendah diri. Apakah dirinya ini sungguh tidak menarik hingga tidak satupun kaum adam tertarik padanya.  Dalam kecemasannya itu lalu hadirlah sosok yang tak terduga. Sosok yang kemudian menjadi seseorang yang istimewa, karena kedatangannya memberi kenyamanan. Tapi ternyata tidak berakhir seperti yang diharapkannya. Apakah sosok saya itu sedih, atau malah bersyukur karena apa yang diharapkan tidak terjadi sesuai mimpi yang diharapkan? Selengkapnya bisa dibaca sendiri. ( Halaman 9)

Ada juga kisah yang berjudul “ Antara Nasib dan Prinsip” karya Neida Camelia. Ini bercerita tentang seorang lelaki yang lebih suka berkutat dengan tumpukan tugas daripada sibuk memikirikan bagaimana caranya mendekati perempuan.  Berpacaran baginya itu sesuatu yang ribet. Tapi bertambahnya usianya, membuat dia sadar pentingnya memiliki pasangan. Walau dia tahu jodoh itu di tangan Allah. Namun untuk menjemput jodoh kan juga perlu usaha. Akhirnya,  dia pun mulai mau mengikuti perjodohan yang atur saudara sepupunya. Yang ternyata tidak semudah itu menemukan sosok yang cocok dalam sekali waktu. Bahkan dia harus menerima penolakan yang membuat dirinya cukup syok. Mungkin usia telah membuatnya tak semenarik diwaktu muda. Hal itu membuatnya memilih pasrah pada pencipta. Entah bagaimana nasibnya nanti. Apakah jodoh akan tetap menghampiri atau malah terjadi sesuatu yang sebaliknya. (Halaman 21)

Lanjut ke kisah berikutnya. Kali ini berjudul “ Nasib atau Syukur” milik Anis Marzela. Bercerita tentang Debby. Jomblo sejati yang selalu makan hati. Bagaimana tidak, setiap didekati cowok ternyata bukan pedekate sama dia tapi cuma ingin curhat padanya. Yah, sebagai teman curhat saja. Tapi Debby tidak mau dong jomblo terus, dia ingin mematahkan sebutan jomblonya. Akhirnya dia mengikuti saran sahabatnya untuk merubah penampilannya untuk lebih girly. Alih-alih dapat gebetan dia malah ditertawakan dan tambaah sakit hati. Apalagi mendengar ucapan si anak baru—Rendi. Debby langsung kaget hingga memutuskan menyudahi usahanya mencari cowok. Kira-kira apa, ya, yang diucapkan Rendi hingga Debby sampa berubah pikiran. (Halaman. 35)

Bagian pertama sudah, sekarang lanjut bagian kedua yang berjudul; Saya Jomblo, Saya bahagia. Ini juga ada enam cerita yang termuat di sini. 

Langsung pada cerita pertama “I’m A “Jotal” (Jomblo Total)” karya Riawani Elyta. Memiliki banyak teman itu menyenangkan hingga dari teman kita bisa mendapat banyak pelajaran sama halnya dengan tokoh “aku” di sini. Dari kehidupan temannya yang wow tentang perjalanan kisah cinta mereka, ternyata tidak menggelitik si aku untuk mencoba. Tapi si aku malah bersyukur karena menjadi jomblo.  Kenapa si aku malah bersyukur,ya, bisa jomblo. Kok malah tidak tertarik ikut pacaran. Ada cerita apa sih, di sana. Baca langsung saja gih biar tahu kenapa si aku yang dikelilingi teman-temannya yang suka pacaran tetap memilih jotal hingga akhir. (Halaman. 95)

Cerita kedua berjudul “ Jomblo Keep Smile” karya  Nyi Penengah Dewanti. Kali ini berkisah tentang Mitha yang diprovokasi untuk mau berpacaran. Tapi Mita malah bersikukuh dengan keputusannya memilih jomblo. Ada apa sih di balik kekukuhan Mitha dalam menyikapi hidup untuk tetap menjomblo dengan menebar senyum tanparasa adaanya takut. 

Membaca setiap kisah dalam buku ini akan membuka mata tentang pandangan akan men-jomblo. Kenapa harus menjomblo dan kenapa memilih jomblo. Ditambah lagi selain kisah yang menarik dari para penulis juga disematkan tips-tips jomblo yang karena. 

Ada juga quote kerennya “Orang yang bahagia bukanlah orang yang berada  dalam suatu keadaan tertentu, melainkan orang yang memiliki suatu sikap tertentu” –Hugh Downs-

Lebih lengkapnya baca sendiri saja, ya. Temukan hal-hal yang kadang tak terduga di sana. 

Srobyong, 5 Agustus 2015

Tuesday, 4 August 2015

Lot & Purple Hole

Lot & Purple Hole


 Spesifikasi Buku

Judul Buku : Lot & Purple Hole
Penulis : Baruna & D'Purple
Penerbit : Elex Media Kompuntindo
Harga : Rp 37.800
ISBN : 978-602-02-6976-4




***
Dua novelet hasil kolaborasi yang terlahir dari Ajang Lomba Menulis bertema Intuisi yang diprakasai oleh Bunda Erin Reni TerataiAir

Lot  ditulis oleh Baruna (Zukril Yu, Marini Arin Boboho, Nury Purwanti) &
Purple Hole ditulis D'Purple ( Arista Devi, Danang Febriansyah, Noviana Kusuma, Fishy Here, Ratna Hana Matsura/Kazuhana El Ratna Mida)


Blurb 

"Pernahkah kamu merasakan suatu getaran dalam hatimu yang mendorongmu melakukan sesuatu? Perhatikan tanda!"

"Jangan biarkan peristiwa lewat begitu saja tanpa pernah mengerti maksudnya. Tak ada kebetulan yang hanya membawa keberuntungan."

Sinopsis 

-= Lot =-

Tiba di Bali, Dean bertemu dengan seorang gadis ceroboh yang merusak ponselnya. Dean mengejar Nunik untuk meminta pertanggungjawaban. Dari sanalah Dean bertemu Arin. Arin yang sudah ‘membaca’ kehadiran Nunik, tidak menyangka akan dipertemukan dengan Dean yang ternyata adalah kunci pemecah misteri foto usang yang ditemukan bersama kalung pemberian ibunya.

Nunik sudah mengira akan ada kisah cinta yang terjadi antara Dean dan Arin. Hal itu pun didukung kelebat peristiwa yang Nunik terima lewat ‘penglihatannya’. Nunik pun patah hati. Nunik berusaha ikhlas karena menurut penjelasan Arin, Arin dan Dean memang harus bersatu untuk menunaikan janji yang dibuat leluhurnya.

...

-= Purple Hole =-

Adakalanya mimpi bukan sekadar mimpi atau hanya bunga tidur. Mimpi bisa saja menjadi gerbang membuat pesan pun pertanda disampaikan kepada mereka yang percaya dan dipercaya-Nya.

Dinar, Luki, Celia, Novi dan keluarganya masing-masing belajar banyak hal, bagaimana terkadang suatu peristiwa kerap dibiarkan lewat begitu saja dalam hidup tanpa pernah bisa dimengerti bahwa ada pesan untuk pelakunya agar mau belajar menerima dan mengerti bahwa di saat tak ada lagi yang bisa menguatkan seseorang selain doa, maka saat itulah bagaimana kekuatan kepakan sayap doa bisa menjelma tongkat pengharapan yang bertumbuh menjadi keajaiban.


Editor’s Note
Dua naskah yang berhubungan dengan intuisi. Memberi tidak sekadar hiburan tetapi pertanda bagi pemilik intuisi itu sendiri, untuk memanfaatkan kekmampuan yang dia punya. Pembaca akan tercengang dengan kebetulan yang merupakan jalan bagi tokoh dalam cerita.


[Review] Suara Anak Bangsa





Judul Buku                  : Luka-Luka Bangsa
Penulis                         : Aris Rahman Yusuf, dkk
Editor                          : Sastra Negara
Penerbit                       : PMU, Yogyakarta
Tahun Terbit                : Rajab 1436/ Mei 2015
Halaman                      : 128 + viii
ISBN                           : 978-602-70433-2-9
Harga                           : 35.000

Antologi puisi ini adalah suara anak bangsa. Suara mereka tentang negara yang mereka cintai. Ada kebanggan, pengharapan, kecewa, dan luka. Semua tersirat dari tiap bait kata yang mereka sematkan.
Antologi yang ditulis sekitar 51 penulis dari penjuru daerah, yang tersusun dari sebuah ajang lomba nasional. Ada juga beberapa puisi yang ditulis oleh penyair tamu di mana puisi yang dihasilkan sudah melelang buana di media.

Tengok saja puisi  “Surat Dari Rakyat” karya Ahmad Solihin.  Bagaimana penyair mencoba mengungkapkan perasaannya tatkala menunggu; mengharapkan sosok putih untuk menjadi pemimpin yang tak hanya menebar janji-janji sekedar ilusi untuk menyenangkan hati. (Hal. 21)

Atau  Puisi “Arena Pacuan” karya Akhmad Anwari, sekelumit kenyataan yang coba dia teriakkan tentang kebiasaan pembesar yang hanya suka berebut kursi; kedudukan. Memberi janji seindah pelangi diawal pencalonan namun hasilnya hanya perih ketika sudah berada di atas mimbar.  (Hal. 23)

Baca juga puisi Anung D’Lizta, “Surat Cinta Untuk Indonesia” sebuah pengharapan untuk negeri yang dicintai agar menjadi negera bersih dari korupsi. Tapi pada kenyataan yang ada korupsi bukannya menghilang namun semakin menjamur. Menggunkan berbagai cara tidak perduli halal haram. Betapa kecewa, sedih dan terlukanya pada anak bangsa. Namun seberapa terlukanya mereka tetap berdoa untuk perubahan Indonesia. (Hal. 24)

Jangan lupa baca Puisi “Darah” karya Aris Rahman Yusuf. Mengungkapkan kesedihan yang sangat kental tentang kejahatan yang meraja lela. Darah yang tersebar di manapun dia berada. Hingga membuat perih menimbulkan luka. (Hal. 27)

Masih puisi karya Aris Rahman Yusuf kali ini berjudul “Bocah Jalanan”  hal yang sangat sering dijumpai di kota besar.  Tentang nasib anak jalanan yang terlunta tanpa ada perhatian khusus. Mereka dicela bahkan sering diamuk tanpa salah. Oh, salahkan menjadi anak jalanan? Bukan mereka yang meminta tapi kerasnya hidup hingga semua tercipta. Andai pemerinta sedikit saja mencoba menggapai bukankah kedamaiaan akan tercapai? Mungkin.  (Hal. 28)

Masih tentang anak jalanan kali ini tersirat dari puisi D.A Akhyar “Kembalikan Senyum Kami”  (Hal. 36)
Kesedihan itu sungguh menjadi luka yang mengerat di hati. Pun bergitu, masih ada pengharapan di setiap luka yang diberi. Puisi “Pengharapan” karya Danang Ferbriansyah. Sebuah pengharapan yang menginginkan pemimpin jujur yang mungkin akan menghilangkan luka yang berkepanjangan untuk penduduk negeri ini. ( Hal.40)

Lalu tentang sindiran halus yang membuat kita tersenyum tatkala membaca puisi karya Shahibul Arifin “Hanya Katanya”. Penyair memuntahkan kesedihannya lewat satire yang memang terjadi saat ini. Manis tapi menusuk hati. (Hal. 108)

Dan temukan puisi-puisi lain yang juga penuh cerita. Mereka menangis, menatang, mengiba, menerjang dengan kata-kata yang syarat makna yang membacanya akan tersayat terbawa luka.

Srobyong, 4 Agustus 2015



[Review] Melangkah Menuju Rahmat Ilahi





Judul Buku                  : Ramadhan In Love
Penyusun                     : Riawani Elyta
Penulis                         : Linda Satibi, Rena Puspa, dkk
Penerbit                       : Indiva, Solo
Tahun Terbit                : Rajab 1436/ Mei 2015
Halaman                      : 152
ISBN                           : 978-602-1614-66-2
Harga                          : 25.000

Ramadhan hadir dengan segala rahmat yang menyertainya. Akan sangat disayangkan jika bertemu Ramadhan, namun kita menyia-nyiakannya. Karena itu buku Ramadhan in Love ini mengupas tentang apa yang perlu disiapkan ketika Ramadhan datang. Buku yang ditulis sebelas penulis semoga bisa memberi motivasi untuk melangkah lebih baik menuju Rahmat Ilahi.

Membuka halaman pertama, temukan bagaimana persiapan untuk hal yang luar biasa karena kita akan menyambut Ramadhan. 

Persiapaan apa saja yaang perlu kita lakukan untuk menyambut Ramadhan? Kalau menurut Mas Arul Candra, 1. Persiapaan Spiritual,  2. Persiapan peengetaahuan dan 3. Persiapan Fisik. Untuk lebih jelasnya nanti diintip sendiri ya.

Melaju pada langkah berikutnya kita akan membuka sejarah. Bagaimana kita menjadi semangat menyambut Ramadhan lewat catatan sejarah.  Apa saja yang terjadi di zaman dulu? Yang bisa kita contoh tentang semangat juang, konsistensi berpegang teguh pada nilai-nilai kebenaran Islam.  

Catatan sejarah yang dipaparkan Mbak Linda Satibi sungguh syarat makna yang akan membuka wawasan juga semangat juang untuk meneladani sikap Rasul dan para sahabat.

Persiapan sudah membuka sejarah pun sudah, kini saatnya belajar mengulang kembali tentang Fiqih puasa yang notabene sangat cocok untuk memulai persiapan puasa. Kita akan diajak untuk memahami konsep puasa yang baik sesuai dengan pembelajaran fiqih.   H. R. Umar Faruq menjelaskannya dengan sangat detail hingga kita akan mudah memahaminya. Dimulai dari dari syarat hingga ketika kita menentukan awal Ramadhan. Wow, Gudang ilmu tentang puasa ada di sini. Simak saja dan dapatkan ilmunya. Hanya delapan halaman namun isinya menakjubkan. 

Ada juga kiat-kiat puasa agar tak sekedar merasa lapar dahaga. Ini tips jitu dari Mbak Sarah Amijaya.  Tipsnya bisa diintip di halaman 55. 

Lanjut lagi ke halaman berikutnya. Kali ini tentang enaknya bangun sahur tanpa ada rasa malas dan rasa-rasa yang lain yeng berkeliaran. Buka halaman 81  Mbak Vina Syarief membagi cerita di sana. 

Kalau ingin tahu  bagaimana meraup manfaat dan kebaikan saat berbuka puasa. Maka pas sekali untuk membuka halaman 91  Mbak Rukhaniyah memaparkannya dengan apik. Selain manfaat yang dipaparkan pun ada jenis makanan yang baik untuk dikonsumsi saat berbuka. Ada juga tentang kegiatan positif selam Ramadhan. 

Rasanya membahas puasa memang tidak ada habisnya. Tapi ingat di bulan Ramadhan kita bukan hanya berpuasa saja ada kan kegiatan ibadah lain yang juga syarat pahala.  Salah satunya bisa ditemukan di halaman 101. Kita akan diajak berselancar tentang keutamaan Shalat Tarawih oleh Mbak Kazuhana El Ratna Mida. Apa sih enaknya shalat tarawih hingga sayang untuk ditinggalkan? Cek sendiri saja, ya.

Melangkah ibadah selanjutnya itu tentang tadarus dan menjemput malam lailatu qadar. Keutmaan tadarus dijelaskan dengan gamblang oleh Mbak Rukhaniyah dan bagaimana kita bisa menjemput lailatur qadar Mbak Kania Ningsih berbagi tips untuk bisa kita teladani.

Pokonya dijamin tidak rugi membaca buku ini. Motivasi meraih pahala tinggi. Selain beberapa yang sudah dipaparkan masih ada tulisan lain yang tidak kalah cetar dalam berbagi ilmu untuk mengisi bulan Ramadhan.

Srobyong, 4 Agustus 2015.