Showing posts with label Tyas KW. Show all posts
Showing posts with label Tyas KW. Show all posts

Sunday, 13 December 2020

Review Buku - Mengenal Kendaraan Besar dan Kuat Lewat Cerita

 

Judul : Kumpulan Cerita Kendaraan Super Kuat dan Menakjubkan 

Penulis : Tyas K.W.

Penerbit : Tiga Ananda

Cetakan : Pertama, Juni 2020 

Tebal : Viii + 104 halaman

ISBN : 978-623-206-541-3

Pernah merasa penasaran dengan kendaraan yang digunakan dalam sebuah proyek, misalnya pembuatan jalan? Apa nama kendaraan itu dan kegunaannya? Buku terbaru karya Mbak Tyas K.W menceritakan dengan cara yang unik tentang berbagai kendaraan besar dan kuat atau yang sering disebut alat berat. 

Contohnya saja kisah tower crane. Di mana keberadaannya ternyata membuat Bisy si bus merasa penasaran. Empat hari libur Bisy ternyata ketinggalan info tentang adanya Pak Towery,  tower  crane. Bisy pun ingin mengenal lebih dekat dengan  teman satu proyeknya itu. Ia heran bagaimana Pak Towery bisa bekerja dengan giat dan kuat, padahal tugasnya sangat berat. 

Ada juga kisah Mixy, truk pencampur beton. Hari itu Mixy mengerjakan tugasnya dengan baik. Tiba-tiba datang Taby menyapanya.  Mereka bercakap sebentar. Dari percakapan itu Mixy jadi tahu kalau Taby bisa istirahat.  Sebetulnya ia pun ingin istirahat dan berlibur tapitapi anya pekerjaan tidak bisa ia tinggalkan begitu saja. Apa yang akan terjadi jika ia berhenti menggiling? 

Ada  juga kisah truk tanah yang ingin melihat pasar malam. Tapi ia sedang memiliki pekerjaan yang harus diselesaikan. Ia tidak bisa pergi sebelum pekerjaan itu usai.  Dummpy, Truk Tanah  berusaha mengerjakan tugasnya agar bisa cepat selesai tapi tetap saja pekerjaannya masih banyak. Saat pulang Dummy sempat mogok karena ingin melihat pasar malam. Apakah Dummy berhasil melihat pasar malam? Dan apa saja tugas Dummy di proyek pembangunan? Temukan kisah dan faktanya di buku ini. 


Kisah Hody, backhoe Yang tidak kalah seru. Hody ternyata sangat ingin membersihkan diri. Ia sudah tidak tahan dengan tubuhnya yang kotor. Karena itu ia segera menyelesaikan pekerjaannya dan bersiap pulang tepat waktu agar bisa dibersihkan. Tetapi di tengah jalan, Hody harus menghadapi macet panjang. Ada truk lowboy besar yang menghalangi jalan. Apa yang dilakukan Hody agar sampai tepat waktu?


Masih banyak kisah -kisah lain yang tidak kalah seru. Dan tidak ketinggalan berbagai fakta unik alat berat dijelaskan. 






Membaca buku ini selain dapat hiburan cerita yang seru, anak pun mendapat pengetahuan baru. Tidak ketinggalan membaca buku ini kita pun bisa belajar tentang beberapa sikap terpuji yang harus dimiliki anak. Seperti memiliki sikap rajin, mau menolong orang lain yang kesusahan, disiplin dan banyak lagi. Dengan bahasa yang mudah dipahami pasti akan suka. Apalagi dengan ilustrasi gambar yang menarik.


Mengambil tema yang tidak pasaran dan berbeda dari buku yang ada, penulis akan memberikan banyak pengetahuan yang jarang kita temukan. Seru dan menarik. Apalagi buku ini pun dilengkapi fakta unik alat berat juga aktivitas seru. Sangat pas dibaca anak. Akan lebih bagus jika ada orangtua sebagai pendamping



Srobyong, 13 Desember 2020  

Wednesday, 9 January 2019

[Review Buku] Pendidikan Karakter Anak Bangsa



Judul               : Indonesian Dream Story
Penulis             : Ririn Astuti Ningrum, dkk
Penerbit           : Visi Mandiri
Cetakan           : Pertama, Agustus 2018
Tebal               : 200 halaman
ISBN               : 978-602-5844-17-8

Pendidikan karakter harus ditanamkan kepada anak  sejak dini.  Dengan pendidikan karakter yang baik, maka anak akan tumbuh sebagai sosok yang berbudi luhur, memiliki moral yang baik dan taat agama.  Selain guru di sekolah, orangtua juga memiliki kewajiban untuk untuk menanamkan pendidikan karakter pada anak.  Di mana ada 18 karakter yang harus ditanamkan kepada anak,  sebagaimana yang telah ditetapkan Diknas—Dinas Pendidikan Nasional sejak tahun ajaran 2011.

Ada sikap religius, rasa ingin tahu, cinta tanah air, bersahabat, semangat kebangsaan, demokratis, gemar membaca, cinta damai, menghargai prestasi, tanggung jawab, peduli sosial, peduli lingkungan, jujur, tolerasnsi, displin, kerja keras, kreatif dan mandiri. Buku ini memuat 18 cerita, yang memuat unsur pendidikan karakter anak, yang dikemas dengan gaya bahasa yang sederhana dan mudah dipamahami anak. 

Misalnya cerita Sayyang Pattu’du di Kampung Kakek karya  Nurhawara yang mengajarkan kepada anak tentang sikap toleransi.  Di mana kita tidak boleh mengumpat ketika menyaksikan orang lain  mendapat musibah, tetapi kita harus memiliki empati. Dan sebagai warga Indonesia yang kaya akan adat dan budaya, kita juga harus menghormati acara suku lain dengan cara tidak mencela dan  bersikap santun.

Diceritakan bahwa Andi akan berkunjung ke rumah kakeknya yang berada di Topoyo, untuk melihat acara sayyang pattu’du atau kuda menari—sebuah tradisi dari suku Mandar. Tetapi ketika dalam perjalanan, ada sebuah kecelakaan yang menghambat perjalanannya. Andi marah dan sebal, karena khawatir akan terlambat datang ke rumah kakeknya. Tetapi ketika dia tahu bahwa korban kecelakan itu adalah putra Pak Mono, tetangga kakeknya yang selalu bersikap baik kepada dirinya, dan tidak segan membantu persiapan acara sayyang pattu’du, meski pun Pak Mono bukan berasal dari Suku Mandar. Andi jadi merasa bersalah. Dia pun meminta maaf dan berjanji akan menjadi anak yang selalu bersikap toleran seperti Pak Mono.

Sedang cerita Semangat Kebangsaan karya Afin Yulia, mengajarkan kepada anak untuk memiliki semangat kebangsaan. Indonesia memiliki banyak keragaman budaya. Di antaranya ada  banyak jenis makanan khas di Indonesia, tarian dan seni pertunjukan. Dan kita harus bangga dengan apa yang kita miliki oleh bangsa kita (hal 45). Tidak perlu malu mengenalkan kebudayaan kita kepada teman-teman atau tamu dari manca negara.

Menceritakan tentang Arin yang sangat semangat menyambut kedatangan sepupunya yang bernama Laura dari Amerika. Dia mengajak Arin jalan-jalan ke pasar, mengenalkan kepada sepupunya berbagai jajanan tradisional. Selain itu Arin juga mengajak Laura menonton pertujukan jaranan, teater  janger  dan pergi ke sanggar untuk belajar tari daerah.

Akan tetapi apa yang dilakukan Arin, ternyata diledek oleh teman-temanya. Arin dianggap ketinggalan zaman. Seharusnya Laura diajak jalan-jalan ke tempat pariwisata bukan ke pasar tradisional. Tapi Arin tidak memedulikan komentar temannya, yang terpenting Laura senang dan dia bangga mengenalkan keelokan budaya Indonesia.

Tidak kalah seru adalah cerita Candi di Negeri Atas Awan karya Tri Simiyati, yang mengajarkan kepada anak untuk cinta  tanah air. Kadang kala ada kebanggaan tersendiri bagi sebagian orang yang bisa jalan-jalan ke luar negeri. Padahal di negeri sendiri, banyak sekali pariwisata yang menarik dan bahkan mengandung nilai-nilai sejarah dan budaya, yang bisa menumbuhkan rasa cinta tanah air.

Menceritakan tentang Nasywa yang ingin berlibur keluar negeri. Tetapi, orangtuanya menyiapkan liburan ke Kompleks Candi Dieng di Wonosobo.  Nasywa awalnya sangat kecewa. Dia malu, kalau nanti harus menceritakan kepada temannya bahwa dirinya berlibur ke tempat entah berantah. Sedangkan temannya berlibur ke luar negeri. Akan tetapi ketika akhirnya Nasywa sampai di tempat tujuan, dia sangat kagum dengan  tempat wisata tersebut, karena dari sana dia bisa belajar banyak hal tentang sejarah dan budaya Indonesia.

Masih banyak cerita lain yang mengandung pendidikan karakter. Seperti Menyumbang Korban Bencana, yang mengajarkan peduli sosial. Sahabatku Kembali Bersekolah, yang mengajak anak untuk gemar membaca. Saudaraku Orang Papua yang mengajarkan cinta damai. Dan banyak lagi. Dilengkapi dengan ilustrasi yang menarik, hikmah cerita dan himbauan di akhir cerita, hal itu akan semakin membantu anak memahami pesan cerita.

Srobyong, 6 Oktober 2018