Wednesday, 8 April 2020

[Resensi Buku] Ketika Kita Harus Berani Membuat Pilihan

dokumen pribadi 



Judul               : Sociophilia
Penulis             : Febri Purwantini
Penerbit           : Cerita Kata
Cetakan           : Pertama, Maret 2020
Tebal               :212
ISBN               : 978-623-92949-3-9

Tema cinta dan impian, mungkin sudah banyak diangkat dalam berbagai kisah novel dalam pasar buku di Indonesia. Namun sebagaimana kita ketahui, tema-tema tersebut, masih selalu ditunggu dan tetap asyik untuk dinikmati. Sebagaimana novel hasil karya Mbak Febri. Meski mengambil tema yang bisa dibilang pasaran, tetap saja novel ini cukup menarik untuk dibaca. Dengan bahasa sederhana dan tidak jlimet, pembaca akan dihibur dengan kisah ringan tentang perjalanan hidup Dafina dalam menghadapi berbagai problematika di sekitarnya.

Sudah sewajarnya setelah menyelesaikan kuliah, kita akan termotivasi untuk segera mendapatkan pengalaman baru dengan memperoleh pekerjaan sesuai dengan jurusan yang kita pilih.  Rasanya sangat memalukan, setelah menyelesaikan pendidikan strata satu, tetapi kita malah menganggur dan tidak kunjung bekerja. Setidaknya itulah dilema yang dialami Dafina. Ia merasa rendah diri dan merasa tidak berguna.

Padahal sahabatnya, Kalandra, sudah satu langkah berada di depannya. Jika segala prosesnya lancar, Kalandra bisa langsung berangkat ke Jepang. Kalau boleh jujur Defina merasa sedikit iri. Namun dia bisa apa, ketika setiap kali dia berusaha mengirimkan lamaran, tetapi belum ada yang menerima lamaran pekerjaannya?

Beruntung Dafina memiliki keluarga yang selalu mendukung dan memberinya motivasi untuk tetap bertahan. Hingga akhirnya kesempatan untuk mencicipi asam manis dunia kerja berhasil Dafina raih. Namun dunia kerja ternyata tidak seindah atau semudah bayangannya. Apalagi kebetulan bos di tempatnya bekerja benar-benar menyebalkan dan super galak.  Di sana Dafina harus belajar tentang arti penting kesabaran.

Tidak hanya harus berlatih kesabaran karena sikap bosnya yang super ngeselin, hati Dafina juga harus diuji dengan virus merah jambu yang membuatnya kalang kabut.  Dan pada titik yang sama, Dafina menyadari bahwa pekerjaannya saat ini, bukanlah passion yang selama ini dia inginkan.

Secara keseluruhan novel ini cukup menarik. Banyak hal yang bisa kita pelajari dari kisah hidup Dafina bersama teman-teman dan keluarganya.  Misalnya tentang sikap harmonis dan saling peduli dalam keluarga, tidak mudah menyerah dalam menghadapi berbagai tantangan hidup, berani mengejar impian dan passion yang kita miliki dan banyak lagi.

Hanya saja novel ini masih menyimpan banyak lubang-lubang yang jika ditambal akan semakin menarik dan memikat. Misalnya dalam prolog cerita. Kalau boleh jujur prolog ini masih kurang nendang dan belum membuat pembaca di awal untuk memiliki rasa penasaran yang tinggi untuk melanjutkan membaca pada bab selanjutnya. Padahal kalau penulis bisa menampilkan prolog yang lebih mendebarkan dan membuat penasaran, pasti kisah akan lebih menarik sejak awal membuka halaman buku ini.
Lalu ada pula bagian yang diceritakan kurang detail dan terasa lompat-lompat, sehingga kisah jadi terasa terburu-buru dan kurang hidup. Di luar isi cerita, saya agak terganggu dengan penulisan judul pada tiap bab. Secara kasat mata tulisan itu memang terlihat bagus dan menarik. Tapi  kalau tidak jeli, pembaca akan sering dalam mengeja huruf dan membuat pembaca salah membaca judul bab.   Dari segi tulisan, secara keseluruhan sudah sangat rapi. Saya hanya menemukan satu kesalahan tulis pada halaman 48 Moda transportasi ..., mungkin maksudnya Modal transportasi.

Satu lagi yang membuat saya penasaran kenapa judul novel ini adalah  Sociophilia? Padahal dari pengataman saya, dari segi dan judul keduanya tidak ada benang merahnya. Atau mungkin karena daya serap saya yang kurang dalam menyambungkan benang merah di antara keduanya?  

Namun lepas dari kekurangannya, dari segi gaya bercerita, penulis sudah memiliki modal yang luwes dan menarik.  Ini bisa jadi modal selanjutnya untuk menghasilkan karya-karya yang lebih menarik.  Sebagai penutup, saya ingin menyampaikan rasa salut kepada penulis yang berhasil menghasilkan karya yang menghibur.

“Kita nggak bisa nyenangin semua orang. Kalau bisa, sih, kerja jangan hanya mengharap pujian dari orang. Entar kita bakal kecewa berat kalau nggak dapat.” (hal 159).

Srobyong, 8 April 2020



Thursday, 13 February 2020

[Resensi] Pentingnya Menjaga Kelestarian Ekosistem Laut


Tiga  picture book ini merupakan dua seri karya Mbak Ruri Irawati, salah satunya adalah “Seri Dongeng Plus Aktivitas” sedangkan dua buku lainnya termasuk “Seri Lindungi Lautku” ketiga buku ini diterbitkan di Penerbit Ananda, Tiga Serangkai.

Pertama mari kita berkenalan dengan “Seri Dongeng Plus Aktivitas” bertajuk “Rahasia Harta Terpendam."

Menanamkan Sikap Rajin dan Kerja Keras
Judul               : Rahasia Harta Terpendam
Penulis             : Ruri Irawati
Ilustrator         : Gage Studio
Penerbit           : Tiga Ananda
Cetakan           : Pertama, Mei 2019
Tebal               : 32 halaman
ISBN               : 978-623-206-160-6
Peresensi         : Ratnani Latifah. Alumni Universitas Islam Nahdlatul Ulama, Jepara

Menanamkan pendidikan karakter kepada anak harus dilakukan sedini mungkin.  Karena pendidikan karakter merupakan salah satu dasar penting dalam membangun sikap tanggung jawab anak. Selain guru, orangtua juga memiliki peran penting dalam membangun karakter  baik kepada anak. Apalagi orangtua sebagai madrasah pertama juga role mode bagi anak.

Salah satu metode yang bisa dipilih dalam menanamkan pendidikan karakter adalah melalui media membaca dan mendengarkan.  Di sini orangtua bisa memulainya dengan  mengajak anak untuk menyukai buku dengan membacakan  dongeng-dongeng seru di sekitar kita. Sebagaimana kita ketahui, Indonesia kaya akan dongeng-dongeng seru yang memiliki banyak contoh keteladanan. Misalnya dongeng Malin Kundang, Timun Emas, Tangkuban Perahu,  Sangkurian, Batu Menangis dan banyak lagi.

Ketika orangtua membacakan sebuah cerita kepada anak, maka anak akan merekam dan mengingat-ingat setiap kisah yang dipaparkan. Membacakan kisah dongeng bisa membantu daya ingat anak lebih tajam, juga mengasah rasa ingin tahu anak.  Lalu bagaimana cara memilih kisah dongeng yang pas bagi kebutuhan anak?  Mengingat banyak sekali buku-buku bertemakan dongeng nusantara di toko buku.

Hampir semua penerbit besar, pernah menerbitkan buku-buku dongeng yang menarik. Bisa dibilang tema dongeng sudah sangat pasaran. Namun pada fakta di lapangan, tema dongeng tetap selalu diminati dan tetap laris manis dipasaran. Hal itu terjadi karena  masing-masing penulis pasti memiliki keunikan tersendiri dalam menghadirkan dongeng tersebut. Sebagaimana buku bertajuk “Rahasia Harta Terpendam” karya terbaru dari Ruri Irawati.

Secara umum, buku ini menceritakan kembali dongeng  dari Bali. Namun dengan tambahan aktivitas seru yang dihadirkan penulis, buku ini  menjadi berbeda dari dongeng kebanyakan. Apalagi buku ini juga disertai fakta unik tentang budaya Bali yang akan menambah pengetahuan anak.

Menceritakan tentang kisah hidup seorang  bapak yang tinggal bersama lima anaknya.  Bapak itu memiliki ladang yang amat luas. Namun sayang sekali, kelima anaknya itu tidak memiliki sikap rajin dan kerja keras sebagaiamana ayahnya. Kelima anaknya sangat malas. Mereka tidak pernah mau membantu bapakanya.

Padahal kelima anaknya mau menikmati hasil dari kerja keras bapaknya. Bahkan ketika bapaknya sudah mulai sakit-sakitan, mereka tetap tidak peduli dan tetap hidup boros. Hingga lambat laun, harta mereka  mulai berkurang.    Dan sakit bapak mereka semakin marah. Di sana sang bapak memberi wasiat agar kelima anak itu menggali harta yang konon katanya dia pendam dalam ladang. 
“Anak-anakku, galilah harta yang kupendam di ladang. Bagilah rata untuk kemakmuran kelak” (hal 11).

Setelah bapak mereka meninggal, mereka tidak sabar untuk menggali harta terpendam itu. Namun setiap kali mereka berusaha menunaikan wasiat bapaknya, yang mereka temukan bukanlah harta karun.  Misalnya si sulung, I  Wayan setelah menggali, ia menemukan salura air terseumbat, anak ketiga, I Nyoman  menemukan sisa-sisa benih tanaman, anak keempat, I Ketut hanya menemukan cacing yang menempel di cangkul dan anak kelima,  I Putu hanya menemukan pupuk yang belum terpakai. Namun dari semua penemuan itu mereka menyadari sesuatu yang sangat penting di balik wasiat bapaknya.

Buku yang  diperuntukkan untuk anak tingkat TK dan SD ini akan sangat mudah dipahami anak. Bahasanya sederhana dan disertai gambar, pastinya akan membuat anak betah saat membacanya.  Membaca buku ini kita bisa belajar tentang arti penting sikap rajin. Yaitu sikap  suka bekerja dan selalu sungguh-sungguh. Sikap ini kebalikan dari sikap malas yang lebih sering membuang waktu.  Selain itu melalui kisah ini kita bisa belajar tentang sikap kerja keras. 

Srobyong, 4 Agustus 2019

Dimuat di Radar Madura 24 Agustus 2019 



Kedua  ada  “Seri Lindungi Lautku” yang bertajuk “Rumah Baru Mola”

Pentingnya Menjaga Kelestarian Ekosistem Laut

Judul               : Rumah Baru Mola
Penulis             : Ruri Irawati
Ilustrator         : Chatarina Hayu P.
Penerbit           : Tiga Ananda
Cetakan           : Pertama, Juni 2019
Tebal               : 32 halaman
ISBN               : 978-623-206-177-0
Peresensi         : Ratnani Latifah. Alumni Universitas Islam Nahdlatul Ulama, Jepara

Indonesia terletak di antara dua samudera besar, yaitu Samudera Hindia dan  Samudera Pasifik. Maka tidak heran jika wilayah Indonesia terdiri dari banyak perairan laut  daripada daerah daratan. Karena alasan itulah  Indonesia dikenal sebagai negara maritim. Laut di Indonesia memiliki banyak sekali manfaat bagi kehidupan manusia. Misalnya sebagai pembangkit listrik tenaga air,  tempat budidaya serta membantu membersihkan polusi udara. Karena tanpa kita sadari laut bisa menyerap karbon dioksida kurang lebih 43,6 persen kadar karbon dunia. 

Tidak hanya itu laut juga bermanfaat sebagai  wahana wisata. Karena di dalam kedalaman laut kita bisa menemukan keindahan alam yang luar biasa. Di sana terdapat kecantikan terumbu karang yang memukai, ada pula barisan kehidupan ikan-ikan yang tidak kalah menawan. Namun sangat disayangkan, saat ini laut sudah semakin rusak karena ulah manusia sendiri.

Kebiasaan manusia yang suka membuang sampah sembarangan, berdampak pada kerusakan laut. Tidak hanya itu kebiasaan menangkap ikan dengan cantrang, bom atau pukat laut, telah menghancurkan populasi ikan dan merusak ekosistem laut dan terumbu karang. Begitu pula dengan wisatawan bahwa laut yang suka bertindak sesuka hati dan mengganngu tanaman dan hewan laut.   Padahal sebagaimana kita ketahui ekosistem laut memiliki banyak sekali manfaatnya terhadat manusia. Oleh sebab itu, kita harus melindungi dan  melestarikan  ekosistem laut. 

Kesadaran akan kepedulian terhadap laut ini harus kita tanamkan kepada anak sejak kecil. Dengan begitu anak akan terbiasa untuk mencintai dan peduli dengan kelestarian ekosistem laut. Salah satunya adalah dengan mengenalkan buku “Seri Lindungi Lautku, Rumah  Baru Mola” karya Ruri Irawati. Dengan gaya bahasa sederhana dan pendek-pendek, buku ini sangat pas untuk dikenalkan kepada anak. Apalagi dengan tambahan ilustrasi yang menarik, pastinya akan membuat anak tidak bosan selama membaca. 

Buku ini sendiri mengisahkan tentang Mola, si ikan mola-mola yang kehilangan rumah karena menjadi jalur lalu lintas kapal. Karena itu, Mola pun mencari tempat tinggal baru untuk berlindungan. Setelah mencari-cari tempat yang paling nyaman, akhirya Mola menemukan semua rumah baru yang di sekelilingnya terdapat banyak pemandangan yang cantik.

Setelah membersihkan rumahnya, Mola berniat berjalan-jalan di permukaan laut. Namun betapa kagetnya Mola, ketika dia tengah asyik berenang, dia melihat ada dua wisatwan yang terus mengikutinya. Awalnya Mola senang, karena mengira bahwa manusia itu menyukai keelokan dirinya. Namun, lama-lama Mola terganggu, karena wisatawan itu mulai ingin menyentuh tubuh Mola.

Saat berusaha menghindari kejaran dari wisatawan, Mola tersesat di sebuah tempat yang asing. Di mana di tempat itu banyak sekali terumbu karang yang telah mati. Di sana Mola diingatkan ikan buntal untuk hati-hati, karena tempat itu adalah tempat yang sering didatangai para wisatawan laut dan  merekalah yang merusakan tempat itu. Lalu bagaimana dengan nasib Mola yang sedang dikejar para wisatawan? Selengkapnya bisa dibaca di buku ini.

Mengambil tema yang masih jarang ditulis penulis lain, buku ini sangat menarik untuk dibaca. Selain mengajarkan rasa cinta dan peduli pada kelestarian ekosistem laut, buku ini juga akan menambah banyak pengetahuan kepada anak tentang  hewan langka di laut. Misalnya tentang ikan mola-mola, salah satu ikan raksasa yang tinggal di perairan hangat termasuk di Indonesia, memiliki nama lain sunfish, karena ikan ini suka berjemur,  makanan kesukaan mola-mola adalah ubur-ubur, kepiting, zooplankton, dan alga. Serta masih banyak lagi pengetahuan yang dirangkum penulis dalam buku ini.Kemudian tidak kalah penting buku ini juga mengingatkan kepada kita tentang selalu bersikap baik dan peduli, saat melakukan wisata laut.

Srobyong, 9 Agustus 2019 

Dimuat di Padang Ekspres , Minggu 15 September 2019 



Dan terakhir masih dari “Seri Lindungi Lautku” ada kisah bertajuk “Mencari Si Monster Cantrang” 

Melindungi Biota Laut dari Cantrang

Judul               : Mencari Si Monster Cantrang
Penulis             : Ruwi Irawati                                                      
 Ilustrator        : Chatarina Hayu P
Penerbit           : Tiga Ananda
Cetakan           : Pertama, Juni 2019
Tebal               : 32 halaman
ISBN               : 978-623-206-176-7
Peresensi         : Ratnani Latifah. Alumni Universitas Islam Nahdlatul Ulama, Jepara

Indonesia dikenal sebagai negara  maritim. Alasannya karena Indonesia adalah negara yang berada atau  dikelilingi oleh samudra yang sangat luas. Dari sebagian besar wilayah yang ada, wilayah perairan di Indonesia itu lebih luas daripada daratan. Maka tidak heran jika kemudian kita ketahui, bahwa Indonesia memiliki keanekaragaman biota laut yang sangat banyak. Dari 6000 spesies ikan yang ada di dunia, setidaknya 2500  yang di antaranya berada di wilayah Indonesia.

Oleh sebab itu perlu dilakukan pelestarian biota laut untuk menjaga keseimbangan ekosistem laut.  Apalagi saat ini berbagai biota laut mulai terancam punah,  karena ulah manusia sendiri, yang suka bertindak semena-mena dan tidak memedulikan kelestarian lingkungan dan kehidupan di laut.  Salah satu caranya adalah dengan mengajak anak membaca buku ini. Melalui buku ini, anak akan diajak untuk peduli dan siap menjaga ekosistem laut.

Di sadari atau tidak semakin banyak perburuan liar yang dilakukan manusia guna menangkap hewan-hewan laut, seperti penyu, terumbu karang, ikan-ikan langkah dan banyak lagi.  Di mana dalam perburuan ikan banyak yang  memanfaatkan bom, pukat harimau juga  cantrang—alat menangkap ikan yang berukuran besar dan dioperasikan hingga menyentuh dasar laut. Selain terumbu karang yang ikut rusak terseret cantrang, banyak pula ikan-ikan yang tertangkap namun hanya sekitar yang bisa dikonsumsi. Akibatnya berdampak pada rusaknya  populasi ikan di lautan.

Karena itu penting bagi kita untuk mulai peduli dan menjaga laut agar terhindar dari berbagai kejahatan tersebut. Salah satu caranya adalah dengan melindungi laut dari sampah juga tidak melakukan lagi perburuan liar atau menangkap ikan dengan pukat haraimau atau cantrang.  Kita harus menyadari sebagaimana manusia, ikan juga ingin hidup damai dan sejahtera.

Buku ini  menceritakan tentang rasa penasaran Ole,  si ikan coecalanth kecil, tentang keganasakan Monster Cantrang,  yang pernah diceritakan neneknya.  Sang nenek meminta Ole agar bersembunyi di gua, agar tidak ditangkap oleh Cantrang. Namun Ole bandel. Diam-diam dia mencoba mencari tahu tentang Monster Cantrang. Dia tidak tahu bahwa bahaya besar telah mengintainya. Kira-kira apa yang akan terjadi?

Mengambil tema tentang kepedulian ekosistem laut. Melalui buku ini, kita akan mengajak anak untuk mengenal ikan purbakala yang hampir punah, serta menumbuhkan rasa cinta  dan sikap siap untuk  melindungi biota laut.  Dilengkapi dengan fakta-fakta seru tentang binatang laut, buku ini sangat pas untuk dibaca anak.  Tidak hanya itu melalui kisah yang dikisahkan, anak belajar untuk menjadi anak yang mau mendengar nasihat dari orangtua.

Srobyong, 3 Agustus 2019 

Friday, 7 February 2020

[Resensi] Pentingnya Menghormati Orangtua

Dimuat di Kabar Madura, Selasa 4 Februari 2020 


Judul               : Hijrah Asmara
Penulis             : Madun Anwar & Sukma El-Qatrunnada
Penerbit           : Loka Media
Cetakan           : Pertama, Januaari 2019
Tebal               : 213 halaman
ISBN               : 978-602-5509-18-6
Peresensi         : Ratnani Latifah. Alumni Universitas Islam Nahdlatul Ulama, Jepara

“Seorang ibu pasti menginginkan hal baik pada anaknya. Apalagi, anaknya perempuan.” (hal 43).
 Setiap orangtua sudah pasti ingin yang terbaik untuk anaknya. Orangtua tidak segan untuk memberi nasihat  serta arahan, agar anak tidak sampai berada di jalan yang salah. Karena itu sebagai anak sudah semestinya kita harus patuh dan taat kepada orangtua. Jangan sampai kita menjadi anak durhaka dengan  melawan perintah  atau menolak nasihat orangtua. Mengambil tema yang sudah banyak digarap di pasaran, hal itu tidak mengurangi keunikan dari kisah ini. Dengan gaya bahasa yang mudah dipahami, novel ini cukup menarik untuk dibaca.

Novel ini sendiri menceritakan tentang Ara, mahasiswa semester tiga jurusan PGSD di Lombok yang tengah dilema. Sebagai gadis normal lainnya Ara tentu pernah merasakan jatuh cinta dan ingin mencoba serunya masa pacaran. Namun di sisi lain, ia juga ingat bagaimana peringatan keras orangtunya  perihal pacaran.  Menurut ayahnya, pacaran hanya akan membuang banyak waktu dan lebih dekat pada perbuatan tercela.  Daripada pacaran lebih baik fokus untuk belajar dan berbakti kepada orangtua.

“Papa tidak mengizinkan aku pacaran sebelum selesai kuliah. Sedangkan mama setuju asal ketika pacaran aku bisa menjaga diri, dan nilai-nilai kuliahku tidak terganggu.” (hal 21).

Namun siapa yang tidak tergoda ketika tiba-tiba Fatih—salah satu mahasiswa populer di kampus, menyatakan cinta dan mengajak Ara pacaran. Akhirnya, demi memuaskan ego dan rasa penasarannya, Ara berani melanggar perintah orangtuanya dengan berpacaran. Diam-diam Ara  kerap pergi hang out bersama Fatih dan menjalin hubungan terlarang tersebut. Hingga suatu hati ia mendapati kabar yang tidak terduga. Fatih dan ketidaksetiaannya serta berderet masalah yang membuat Ara  bingung dan bimbang.

“Kecewa. Hal yang memang terasa sakit. Bayangkan, jika kamu percaya pada seseorang dan harapanmu sangat tinggi terhadapnya, tapi karena ketidakmampuan seseorang itu atau bisa saja karena sebab lain, ia membuatmu kecewa.” (hal 44).

Di sisi lain kejadian itu mempertemukan Ara dengan Arum. Kisah yang sedikit banyak membuat Ara belajar banyak hal, juga menemukan makna hidup yang sebenarnya. Yang jadi pertanyaan, Kira-kira apa yang sebenarnya tengah terjadi dengan Ara? Benarkah Fatih berselingkuh? Dari siapa akhirnya sang ayah tahu bahwa dirinya telah melanggar janji dengan berpacaran? Serta siapakah sosok Arum yang tiba-tiba mampu mengobati luka Ara? Selain pertanyaan-pertanyaan itu masih banyak hal-hal lain yang membuat novel ini menjadi menarik dan membuat kita penasaran. Kisah ini diramu cukup apik oleh dua penulis asal Lombok dan Jambi. Meski pada beberapa bagian percakapan dan narasinya masih terasa kaku dan belum berhasil menghidupkan kisah secara keseliuruhan. Namun lepas dari kekurangannya, novel ini memiliki cukup banyak pembelajaran dan cukup menarik dalam memadukan lokalitas daerah  Lombok dalam cerita.

Membaca kisah ini kita akan diingatkan pentingnya menghormati orangtua dan selalu menjaga diri dengan menjaga pergaulan yang baik.  Selain itu melalui kisah ini kita juga belajar pentingnya memiliki visi dan misi untuk menjadi pribadi yang lebih baik, memiliki semangat juang untuk meraih mimpi, serta belajar move on dari kesedihan dengan bangkit dan tegar dalam segala kondisi.

“Kesedihan  itu tidak akan berakhir jika kita sendiri tidak mengakhiri itu semua. Kehidupan itu tetap berjalan. Jadi, perbaiki hidup dan berusaha tegar untuk menjalani hidup.” (hal 116).

Srobyong, 14 September 2019

Thursday, 23 January 2020

[Resensi ] Perjuangan Panjang Perang Diponegoro







Judul               : Sang Pangeran dan Janissary Terakhir
Penulis             : Salim A. Fillah
Penerbit           : Pro-U Media
Terbit               : 2019
Tebal               : 632 hlm
ISBN               : 9786237490067

Dalam pelajaran sejarah, sudah pasti kita pernah membaca kisah Perang Diponegoro atau dikenal juga dengan sebutan Perang Jawa. Hanya saja penyajian kisah yang ada dalam teks pelajaran itu,  tidak begitu lengkap.  Namun jangan khawatir, melalui buku ini kita bisa mengenal lebih dalam tentang Perang Jawa.

Buku ini mengungkapkan lebih detail tentang pertarungan sengit antara Pangeran Diponegoro dengan Belanda.  Bagaimana dampak peperangan terhadap orang-orang Belanda, juga para pejuang. Semua dipaparkan dengan apik dan menarik. Lewat buku ini pula,  kita bisa menyingkap berbagai sejarah yang mungkin tidak pernah kita temukan dalam teks pelajaran. Misalnya saja tentang adanya Janissary, pejuang asal Turki  yang ikut dalam barisan Perang Diponegoro. 

“Tuan Nurkandam Pasha, Tuan Katib Pasha, Tuan Murad dan Tuan Orhan Arga, maka dengan ini aku gandeng tangan kalian, para pewaris sah Janissary kebanggan Ustmani untuk mendampingi jihad rakyat Mataram, Perang Sabil Muslimin Nusantara.” (hal 19)

Uniknya dari berbagai tokoh yang ikut berjuang dengan Pangeran Diponegoro,  kehadiran dua Janissary—Nurkandam Pasha dan  Katib Pasha, paling banyak memberikan warna tersendiri dalam kisah buku ini. Menghidupkan dan juga mendebarkan.

Membaca buku ini, kita akan dibuat larut, seolah kita ada dan melihat peperangan yang tengah berlangsung. Apalagi penulis mendeskripsikan  kisahnya dengan sangat detail—baik dari segi setting hingga penokohan. Meski buku ini memiliki halaman yang  sangat tebal, kita tidak akan dibuat bosan untuk merampungkan kisah yang ada. Kenapa? Karena kisahnya memang benar-benar menarik dan membuat penasaran sejak dari awal. Alur maju mundur, yang digunakan penulis dalam menyampaikan cerita, telah berhasil membuat emosi pembaca tidak karuan.

Melalui novel ini pula kita akan melihat bahwa seyogyanya Belanda sempat kewalahan dan merasa cemas dengan sikap Pangeran Diponegoro yang tidak mudah dipatahkan semangatnya. Meskipun dalam peperangan itu, Pangeran Diponegoro berkali-kali harus menghadapi pengkhianatan yang menyakitkan dari orang-orang yang ia percayai, ia tetap teguh berjuang.

“Dikhianati tidaklah berbahaya. Yang berbahaya adalah berkhianat. Ditipu tidaklah berbahaya. Yang berbahaya adalah menipu. Dibunuh tidaklah berbahaya. Yang berbahaya adalah membunuh.” (hal 615)

Secara keseluruhan novel ini sangat menarik, inspiratif dan  memotivasi.  Namun ketika membaca kisah ini kita juga harus bersiap menghafal nama-nama tokoh yang lumayan banyak. Sedikit kekurangan dari buku ini adalah gaya bahasa penulis yang terlalu puitis dan bertele-tele. Namun lepas dari kekurangan yang ada  novel ini tetap menarik dan mengundang rasa penasaran, termasuk menunggu seri selanjutnya, yang menurut penulis masih akan ada seri "Sang Pangeran" lainnya. 

Bagi penikmat fiksi sejarah saya rekomendasikan untuk membaca buku ini. Melalui buku ini kita bisa menemukan tingginya sikap patriotisme dan kegigihan jihad fi sabilillah“Kekalahan itu ketika kita ditinggalkan Gusti Allah meskipun kita menang perang ataupun punya banyak akwan serta pengikut. Sebaliknya, yang disebut kemenangan adalah tetap bersama Gusti Allah meskipun kita ditinggal sendiri, atau bahkan binasa dalam perjuangan.” (hal 443)

#semuabacasangpangeran #sangpangerandanjanissaryterakhir

Srobyong, 23 Januari 2019


Tuesday, 29 October 2019

[Resensi] Pendidikan Budaya Lewat Cerita





Tiga Picture Book ini merupakan seri "Cerita Rakyat Asal-Usul" yang  diterbitkan di Penerbit Tiga Ananda dan dikemas dengan apik oleh Mbak Erlita Pratiwi. 

Nah buku pertama kita diajak berkenalan dengan kisah yang bertajuk :  Byur! Cacing Warna-warni Datang  




Pendidikan Budaya  Lewat Cerita

Indonesia adalah negara yang kaya akan adat dan budaya. Terdiri dari berbagai suku, yang memiliki masing-masing kebudayaan, membuat Indonesia memiliki beragama festival yang menarik dan unik. Seperti festival Erau Kartanegara yang berasal dari Kutai, Kartanegara, Kalimantan Selatan, Festival Lompat Batu dari Pulau Nias, Festival Tabuik dari Sumatra Barat dan banyak lagi.

Memilah-milah dari banyak festival yang ada di  Indonesia, Erlita Pratiwi memilih Festival Bau Nyale, yang berasal dari Lombok, untuk dikenalkan kepada anak-anak. Dengan paparan yang mudah dipahami, penulis berhasil mengadirkan kisah menarik. Di mana penulis memadukan kisah sehari-hari dengan dongeng klasik nusantara.

Sebagaimana kita ketahui, selain kaya akan adat budaya, Indonesia juga memiliki banyak sekali dongeng-dongeng nusantara yang menarik dan patut dikenalkan kepada anak.  Baik dongeng berupa fabel, legenda, mitos atau asal-usul sebuah tempat dan banyak lagi. Di mana masing-masing dongeng selain bermanfaat untuk hiburan, dongeng tersebut juga memiliki nilai-nilai budi pekerti luhur.  Dengan begitu, anak bisa belajar berbagai hal dari kisah dongeng.

Festival Bau Nyale sendiri merupakan tradisi yang diselenggaralan setahun sekali, yang dilakukan antara bulan Februari – Maret.  Dalam bahasa Sasak “bau” artinya menangkan, dan “nyale” artinya cacing. Jadi Festival Bau Nyale, berarti perburuan cacing, yang dilakukan oleh masyarakat Lombok.   Festival ini sangat penting bagi suku Sasak, suku asli  Pulau Lombok. Adanya festival ini berkaitan erat dengan kisah Putri Mandalika. Festival ini diadakan di Pantai Seger, Lombok.  

Membayangkan tentang perburuan cacing, mungkin bagi sebagian orang  akan merasa geli. Namun di sini, perlu kita ketahui, nyale atau cacing yang diburu di Pulau Lombok ini memiliki banyak sekali manfaat bagi kesehatan tubuh. Dari berbagai menu lauk pauk yang ada, nyale memiliki kandungan protein yang paling tinggi.  Dijelaskan bahwa kandungan protein nyale adalag 43,845, sedang kerang hijau 18,5%, Telur  ayam, 12,2%, telur penyu 10,9% dan susu sapi 3,5%. Nyale juga bermanfaat sebagai penyedap makanan dan bisa menambah daya tahan tubuh (hal 7).

Dalam buku ini sendiri, penulis mengisahkan tentang pengalaman seru Kak Ayu dan Nara, yang ikut memeriahkan Festifah Bau Nyale, di desanya. Mereka dengan semangat ikut berburu cacing warna-warni yang hanya keluar satu tahun sekali. Ketika Kak Ayu mengatakan bahwa nyale memiliki banyak manfaat, Nara tidak langsung percaya. Namun dia sangat terkejut ketika Kak Ayu menjelaskan tentang kandungan protein pada nyale. Hal itu akhirnya membuat Nara semangat untuk menangkap nyale, agar bisa menghadiahkan kepada ibunya, yang tidak bisa ikut berpartisipasi dalam festival. Dari Kak Ayu juga, Nara mengetahui tentang asal usul adanya Festival Bau Nyale. Apakah Nara berhasil memperoleh nyale? Dan bagaimana pula kisah Putri Mandalika dan hubungannya dengan kehadiran para nyale? Temukan jawabannya dalam buku ini.

Kisah pendek ini, cukup menarik untuk diikuti. Dan pastinya akan menjadi bacaan yang sehat buat anak-anak.  Melalui buku ini anak bisa belajar banyak  hal. Dari mengenal salah satu festival budaya di Indonesia, anak juga bisa mengenal manfaat nyale yang ternyata memiliki banyak khasiat untuk obat-obatan. Selain itu, melalui buku ini anak bisa belajar tentang pentingnya sikap tidak mudah putus asa untuk mewujudkan keinginan, indahnya bersikap baik hati dan banyak lagi. Tambahan ilustrasi yang digambar dengan apik, akan semakin menambah kelebihan buku ini.


Pernah dimuat di Radar Madura, 5 Februari 2019 


Untuk  buku kedua kita diajak berkenalan dengan kisah yang bertajuk : Sssh, Air Panas Mengalir dari Batu


 Mengajarkan Pendidikan Moral pada Anak


Mendidik anak agar memahami tentang nilai-nilai moral merupakan kewajiban orang tua. Karena orang tua adalah madrasah pertama bagi anak. Oleh sebab itu, penting bagi orang tua untuk memahami berbagai metode pendidikan, yang bisa diterapkan dalam mendidik anak sedini mungkin.  Dengan pendidikan etika dan karakter sedini mungkin, hal itu akan berdampak besar pada tumbuh kembang anak.  Jika sejak dini akan dibekali dengan pendidikan yang baik, pasti anak akan tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter dan bertanggung jawab. Sebaliknya dengan pendidikan yang salah, maka anak akan tumbuh menjadi anak yang kurang bertanggung jawab.

Untuk mengetahui metode terbaik yang bisa diterapkan pada anak, maka sebagai orang tua kita harus mengenali  dulu potensi anak. Karena setiap anak memiliki kelebihan dan kecenderungan tersendiri.  Ada sebagian anak yang nyaman dengan belajar secara audio—atau mendengarkan penjelasan. Ada pula anak yang nyaman belajar dengan menggunakan metode visual—pembelajaran dengan menggunakan peraga gambar, diagram, tabel  sebagai pembantu.  Selain itu ada juga anak yang lebih semangat dengan metode kinetis—yaitu belajar dengan aktif melakukan gerakan.  Tidak ketinggalan ada juga anak yang senang belajar dengan metode kombinasi.

Dan di antara pembelajaran  yang bisa kita terapkan pada anak, adalah metode kombinasi—baik kombinasi audio visual atau audio, visual dan kinetis.  Di mana salah satunya kita bisa menerapkannya dengan membacakan kisah kepada anak. Tentu saja dalam memilihkan bacaan, orangtua harus menyesuaikan usia anak.  Memanfaatkan metode membaca atau bercerita, selain bisa menumbuhkan minat baca pada anak sejak dini, manfaat lainnya adalah merangsang pemikiran anak dan bisa menambah kosa kata baru bagi anak.

Salah satu buku yang patut dikenalkan kepada anak adalah buku terbaru Erlita Pratiwi berjudul “Sssh, Air Panas Mengalir dari Batu”. Buku ini selain memuat nilai-nilai pendidikan, penulis juga mengenalkan nilai-nilai budaya pada anak. Karena dari  pictorial book ini, selain bisa mengenal kisah seru yang biasa terjadi dalam kehidupan sehar-hari, penulis juga menyelipkan legenda  atau cerita rakyat yang ada di Indonesia.

Sebagai negara yang kaya akan budaya, Indonesia juga kaya akan cerita-cerita rakyat yang menarik untuk dikenalkan kepada anak. Dengan begitu, selain mereka mendapat pengetahuan baru, mereka juga semakin mengenal  keunikan dan keberagaman Indonesia.

Suatu hari Killa menginap di rumah sepupunya, Billa yang tinggal di Padarincang, Serang. Di sana Killa ditawari Billa untuk mengunjungi Pemandian Batu Kuwung. Pada awalnya Killa menolak ajakan Billa dengan berbagai alasan. Dari tidak suka berenang, takut kedinginan dan banyak lagi alasannya. Namun, pada akhirnya Killa setuju untuk mengunjungi pemandian itu. apalagi setelah mendengar cerita tentang Legenda Batu Kuwung (hal 18).

Legenda yang berasal dari daerah Padarincang, Serang, Banten, ini menceritakan tentang saudagar kaya yang mengalami penyakit aneh dan langka. Tidak ada satu pun tabib yang berhasil menyembuhkannya. Hingga suatu hari sang raja melakukan tapa brata selama satu minggu, untuk berdoa kepada Tuhan.  Dari tapa brata itu-lah, akhirnya keluar air panas  dari batu  cekung, yang awalnya dijadikan tempat duduk sang raja.

Membaca kisah ini, selain kita menjadi tahu tentang asal usus Pemandian Batu Kuwung, yang saat ini sudah menjadi destinasi wisata di Banten,  kita juga belajar tentang nilai-nilai moral. Yaitu keutamaan sabar saat menghadapi masalah, tidak menilai sesuatu dari luarnya saja dan selalu haus dengan pengetahuan baru. Kemudian tidak kalah menarik, dari kisah ini kita juga bisa mengetahui tentang manfaat air  dari batu cekung tersebut. Di mana air kolam itu mengandung kalsium dan yodium, bisa menyembuhkan pegal linu dan kesemutan (hal 32).


Sedangkan untuk  buku ketiga  kita diajak berkenalan dengan kisah yang bertajuk : Bunga Ajaib Taman Kinkin

Mengenalkan Tanaman Herbal pada Anak

Saat ini,  selain memanfaat obat medis—obat berasal dari bahan kimia, yang diresepkan dari dokter dengan kadar dan ukuran tertentu—obat herbal  juga menjadi salah satu alternatif untuk dikonsumsi. Apalagi Indonesia dengan kekayaan hayati, maka sangat mudah bagi kita untuk menemukan obat herbal.  Sebagaimana kita ketahui obat herbal berasal dari tanaman yang diolah secara tradisional.  Dengan kata lain, tananam herbal merupakan jenis-jenis tanaman yang bermanfaat untuk pengobatan.
Buku ini dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami anak, akan mengenal salah satu tanaman herbal, yang sangat bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari. Di antara tanaman herbal yang ada seperti kunyit, jahet atau lengkuas, penulis memilih tanaman kemuning, untuk dikenalkan kepada anak. Di mana dijelaskan, selain memiliki warna putih yang cantik dan wangi, ternyata kemuning memiliki banyak khasiat. Di antaranya adalah daunnya bermanfaat untuk mengopres memar, sebagai bahan lulur dan menghaluskan kulit.  Buahnya bisa dijadikan pengharum dan banyak lagi.

Selain itu, melalui buku ini kita juga diajak mengenal salah satu dongeng nusantara  di Inonesia. Sebagaiman kita ketahui, sebagai negara yang kaya akan budaya, Indonesia memiliki banyak sekali dongeng maupun legenda yang sarat makna. Keberadaan dongeng –dongeng nusantara, selain sebagai kisah hiburan, pengantar tidur,  juga sekaligus mengajarkan nilai-nilai moral anak bangsa, agar menjadi sosok yang bermoral juga mencintai tanah air.

Tidak hanya menghadirkan sebuah cerita rakyat, penulis juga menghadirkan kisah keseharian yang kerap dialami anak dengan muatan nilai-nilai moral. Adalah Kinkin, yang ingin memiliki taman bungan berwarna-warni seperti milik Nonin. Di mana dalam tanam bunga tersebut ada bunga matahari, anggrek, mawar dan banyak lagi. Sedangkan di taman miliki keluarga Kinkin, hanya ada bunga kemuning yang berwarna putih. Hal itulah yang membuat Kinkin marah dan ingin menggantik bunga tersebut (hal 10). Kira-kira apakah harapan Kinkin bisa terwujud? Dan bagaimana pula kisah asal-usul bungan kemuning?

Membaca buku ini kita bisa belajar tentang arti pentingnya berpikir positif, jangan suka iri dengan miliki orang lain,  selalu hidup rukun dengan saudara dan tidak menilai sesuatu dari luarnya saja. Meski memuat kisah remake dongeng nusantara, kisah ini tetap menarik untuk dibaca. Apalagi dengan sentuhan ilustrasi yang apik, serta tambahan kisah menarik yang telah disiapkan penulis. Sangat pas untuk dibaca anak-anak.

Ketiga buku ini sangat menarik dan recomended untuk dibacakan kepada anak,  sebagai salah satu cara, dalam mengenalkan dongeng asal-usul,  juga pemahaman tentang nilai-nilai akhlak, yang diselipkan penulis juga berbagai pengetahuan unik di beberapa daerah di Indonesia. Selamat membaca dan berburu buku keren ini.